Author: Antaranews.com

  • Pengelolaan sampah di Jakut harus lebih baik dibandingkan RDF Rorotan

    Pengelolaan sampah di Jakut harus lebih baik dibandingkan RDF Rorotan

    Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau menyebutkan, wacana menjadikan Jakarta Utara (Jakut) sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah nasional harus benar-benar dikelola dengan lebih baik lagi dibandingkan RDF Plant Rorotan yang kini masih menjadi persoalan.

    “Kita harus benar-benar mengawasi wacana untuk menjadikan Jakarta Utara sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah nasional,” kata Bun Joi di Jakarta, Jumat.

    Ia mengatakan bahwa proyek pengelolaan sampah nasional harus mempertimbangkan baik kenyamanan maupun kesehatan warga, sehingga gangguan seperti bau sampah, lalu lintas truk sampah, serta asap pembakaran harus dikurangi.

    Dia memperingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada pengalaman sebelumnya dalam membangun Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan sebagai solusi mengurangi sampah di ibu kota.

    “Pemprov DKI harus belajar dari pengalaman sebelumnya. Salah satunya menyangkut RDF Plant yang setelah dibangun sekarang ini malah mendapatkan pertentangan dari masyarakat sekitar. Jangan sampai hal seperti ini terulang kembali,” ujarnya.

    Dalam menjadikan Jakarta Utara sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah nasional, kata dia, Pemprov DKI harus mengurangi dampaknya terhadap para warga sekecil-kecilnya.

    “Kalau misalkan jadi membangun PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) nantinya, jangan sampai dibangun dekat kawasan perumahan. Karena warga pasti akan terganggu oleh bau sampah, lalu lintas truk sampah di jam-jam sibuk, dan polusi asap pembakaran di udara,” kata Bun Joi.

    Sebelumnya, Pelaksana Tugas Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan mengatakan Jakarta Utara menjadi proyek percontohan atau pilot project road map pengelolaan sampah nasional sehingga penanganan sampah harus dilakukan dengan tata kelola yang baik dan melibatkan seluruh pihak.

    “Fokus penanganan sampah mencakup penanganan sampah dari hulu, tengah, hingga hilir,” kata Fredy saat melakukan sosialisasi program Circular Innovation for Transformation Responsible Action (CITRA) Indonesia di Jakarta, Senin (15/12).

    Program tersebut, sambung dia, dilakukan melalui peningkatan pemilahan sampah di sumber, baik rumah tangga maupun sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta penguatan peran bank sampah dan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi selidiki identitas warga yang terserempet kereta api di Jakut

    Polisi selidiki identitas warga yang terserempet kereta api di Jakut

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian tengah menyelidiki identitas warga yang terserempet kereta api di rel daerah Volker Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat sore.

    “Korban masih hidup, tapi belum sadar. Saat ini sedang mendapat perawatan dari RSUD Koja,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudrodi Jakarta, Jumat.

    Menurut dia, aparat kepolisian masih mencari identitas dari korban karena masyarakat sekitar tidak ada yang mengenalinya.

    “Sementara kita masih koordinasi dengan tim identifikasi Polres untuk mencari identitas korban,” kata dia.

    Bahkan, saksi-saksi sekitar lokasi kejadian serta pengurus RT dan RW setempat juga tidak mengenali korban. “Saksi juga tidak tau korban dilokasi sedang melakukan apa,” ucapnya.

    Sebelumnya seorang pria terkapar di rel kereta api setelah terserempet kereta di kawasan Volker Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Video tersebut tersebar di media sosial dan beberapa orang menghampiri pria yang terkapar di lintasan tersebut.

    Warga bersama petugas langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

    Personel Polsek Tanjung Priok yang mendapatkan informasi kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan cek lokasi kejadian serta meminta keterangan saksi.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jakpro dorong kemandirian UMKM difabel-dhuafa

    Jakpro dorong kemandirian UMKM difabel-dhuafa

    Jakarta (ANTARA) – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) mendorong kemandirian ekonomi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari penyandang difabel dan dhuafa agar dapat mengakses peluang usaha yang setara melalui program “Jakpro Perkasa” (Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kreatif dan Setara).

    “Kami percaya bahwa keterbatasan fisik maupun ekonomi bukan penghalang untuk berkontribusi bagi perekonomian Jakarta,” kata VP Corporate Secretary Jakpro Yeni Widayanti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

    “Jakpro Perkasa” merupakan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) yang difokuskan untuk memperluas peluang dan memperkuat kapasitas pelaku UMKM dari kalangan difabel dan dhuafa yang diselenggarakan di wilayah pelaksanaan proyek pembangunan LRT Jakarta fase 1 B Velodrome-Manggarai.

    Melalui program itu, kata dia, pihaknya ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta yang bersifat inklusif dan penyangga difabel dan dhuafa memiliki posisi tawar yang kuat sebagai pelaku UMKM yang tangguh.

    Yeni mengatakan program “Jakpro Perkasa” dijalankan melalui pendekatan empat pilar utama, dimulai dari peningkatan kapasitas lewat pelatihan keterampilan teknis dan manajemen usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik peserta.

    Kemudian, dilanjutkan dengan dukungan sarana dan modal melalui bantuan alat produksi serta akses pendanaan untuk memulai maupun memperluas usaha. Program ini juga memperkuat akses pasar yang inklusif dengan membuka jejaring pemasaran melalui ekosistem bisnis Jakpro dan platform digital.

    Serta memastikan keberlanjutan dampak melalui mentoring berkelanjutan berupa pendampingan intensif jangka panjang sebagai wujud komitmen Jakpro terhadap inklusifitas.

    Jakpro pun berkomitmen tidak hanya sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi membangun ekosistem kewirausahaan yang memanusiakan dan memberdayakan. Program ini merupakan satu langkah yang ditempuh Jakpro dalam upaya pengentasan kemiskinan di DKI Jakarta.

    “Diharapkan, para penerima manfaat program ini nantinya dapat bertransformasi dari penerima bantuan menjadi penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di lingkungannya,” kata Yeni.

    Jakpro menargetkan perubahan yang terukur bagi penerima manfaat, khususnya kelompok difabel, dengan mendorong lahirnya kemandirian ekonomi berbasis kelompok.

    “Kami menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial di Jakarta,” ujarnya.

    Dia berharap 20 penerima manfaat memiliki usaha aktif yang dikelola bersama, sekaligus diperkuat dengan penguasaan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar dengan target minimal 80 persen peserta mampu menguasai kemampuan teknis tersebut sebagai fondasi keberlanjutan usaha.

    Di saat yang sama, program ini diarahkan untuk membentuk kelembagaan kelompok usaha difabel yang solid, lengkap dengan sistem dukungan antaranggota (peer support) agar kolaborasi dan akses terhadap mitra eksternal semakin terbuka.

    Yeni menambahkan, program “Jakpro Perkasa” bukan sekadar pemberian bantuan modal, melainkan upaya menciptakan ekosistem yang inklusif.

    “Kami bangga melihat rekan-rekan difabel dan dhuafa kini tidak hanya memiliki keterampilan baru, tetapi juga organisasi usaha yang solid dan peningkatan penghasilan yang nyata,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi sebut Jumat Peduli aksi nyata bantu masyarakat

    Polisi sebut Jumat Peduli aksi nyata bantu masyarakat

    Jakarta (ANTARA) – Program Jumat Peduli merupakan komitmen Polda Metro Jaya bersama para mitra untuk melakukan aksi nyata membantu masyarakat Jakarta.

    “Kepedulian tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan lewat tindakan nyata,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    Budi juga menjelaskan Polda Metro Jaya ingin hadir sebagai mitra yang membantu dan mendampingi warga dalam setiap situasi.

    Selain membagikan paket sembako, personel Polwan Polda Metro Jaya juga memberikan imbauan keselamatan berkendara kepada para pengemudi Ojol.

    “Para driver diingatkan untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga fokus, dan mengutamakan keselamatan diri maupun penumpang,” kata Budi.

    Polda Metro Jaya turut mengajak pengemudi ojek online (ojol) untuk aktif melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan darurat 110 yang beroperasi 24 jam.

    Kegiatan Jumat Peduli menyalurkan 350 paket sembako kepada pengemudi ojjo) dan Pegawai Harian Lepas (PHL) di wilayah Jabodetabek.

    “Program ini adalah cara kami menunjukkan bahwa Polri selalu ada untuk masyarakat,” kata Budi.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI gandeng swasta hadirkan pusat daur ulang sampah plastik

    DKI gandeng swasta hadirkan pusat daur ulang sampah plastik

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama salah satu perusahaan di bidang pengelolaan sampah dan daur ulang plastik menghadirkan pusat pengumpulan dan daur ulang sampah plastik “Collection Center Ciracas” yang dapat menguatkan ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Jumat mengatakan fasilitas yang terletak di wilayah Ciracas, Jakarta Timur ini menjadi upaya mendukung program 1 RW 1 Bank Sampah sekaligus mempercepat penerapan ekonomi sirkular di Jakarta.

    Hal itu juga sejalan dengan program prioritas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu, khususnya melalui kebiasaan pemilahan sampah sejak dari rumah.

    “Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Kehadiran pusat daur ulang plastik seperti Collection Center Ciracas menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi sirkular, sekaligus sarana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah,” ujar Asep.

    Ia menambahkan, fasilitas ini juga menjadi contoh penerapan “creative financing”, yakni kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan layanan publik yang modern dan berkelanjutan tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi ungkap penggelapan uang perusahaan sebesar Rp216 juta di Jakbar

    Polisi ungkap penggelapan uang perusahaan sebesar Rp216 juta di Jakbar

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian mengungkap seorang pria berinisial AJS (27) melakukan penggelapan uang milik sebuah perusahaan di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sebesar Rp216 juta lebih.

    Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan menjelaskan terungkapnya aksi pelaku itu setelah perusahaannya melakukan audit internal.

    “Ditemukan adanya transaksi pembayaran invoice (tagihan) yang dilakukan secara ganda pada tahun 2023. Pembayaran tersebut sudah dilunasi lebih dulu oleh pihak perusahaan,” kata Alex saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

    Korban selaku Direktur CV pun menemukan bahwa dalang kejanggalan transaksi itu adalah salah satu karyawannya, yakni AJS.

    “Dia (AJS) ketahuan sama bosnya. Nah dia dengan ikhlas menyerahkan diri pada Rabu (17/12), karena sudah siap menerima ganjaran. Jadi waktu itu, setelah menyerahkan diri, bosnya juga buat laporan polisi sebagai ganjaran pelaku,” ujar Alex.

    Dalam pemeriksaan lebih lanjut, pelaku ternyata melakukan penggelapan lantaran membutuhkan uang untuk gaya hidup eksklusif.

    “Setelah kita dalami, pelaku punya gaya hidup yang mungkin agak eksklusif ya. Dia suka hiburan malam,” ucapnya.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • KPU DKI bedah buku “75 Hari Perjalanan Terjal Logistik Pemilu 2024”

    KPU DKI bedah buku “75 Hari Perjalanan Terjal Logistik Pemilu 2024”

    Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta membedah buku “Refleksi 75 Hari Perjalanan Terjal Logistik Pemilu 2024” untuk melihat proses pelaksanaan pemilu jauh sebelum pemungutan suara.

    “Buku ini memperlihatkan sisi keunikan proses distribusi logistik di Pemilu 2024,” kata Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata di Jakarta, Jumat.

    Selama ini masyarakat beranggapan bahwa kegiatan Pemilu itu hanya pada hari pemungutan suara saja. Namun, melalui buku ini menggambarkan bahwa banyak pihak yang terlibat dalam proses persiapan dan distribusi logistik yang menyukseskan agenda politik lima tahunan tersebut.

    Menurut dia, banyak pihak yang terlibat, termasuk para petugas di lapangan yang bekerja menyiapkan logistik pemilu baik melakukan sortir surat suara, melipat hingga mendistribusikan logistik sampai di Tempat Pemungutan Suara (TPS), sehingga dapat digunakan di hari pemungutan suara.

    “Buku ini memperlihatkan sisi humanis dalam proses pelaksanaan, bukan hanya fokus pada kontestasi politik pada hari pemungutan atau pasca pemungutan suara. Tapi, beragam hal yang sebelumnya tidak terangkat ke publik disampaikan di buku ini,” kata Wahyu.

    Ia mencontohkan saat Pilkada DKI Jakarta juga tercatat bahwa pengelolaan logistik pemilu harus dilakukan dengan profesional sehingga dapat tersebar sesuai dengan kebutuhan pemilu,

    Menurut dia Jakarta ini unik dibandingkan daerah lain karena memiliki kecamatan yang sedikit dan kelurahan yang sedikit dibandingkan provinsi lain, tetapi jumlah TPS banyak.

    Hal ini membuat KPU DKI membutuhkan lokasi penyimpanan logistik pemilu yang cukup banyak, bahkan harus menggunakan rumah susun yang difasilitasi oleh Pemprov DKI untuk menyimpan logistik pemilu.

    “Ini juga berdampak bagi masyarakat yang kala itu akan nikah atau khitan di gedung pemerintah, sehingga mereka terpaksa memindahkan hajatannya atau menunda karena gedungnya digunakan sebagai tempat penyimpanan,” ujarnya.

    Dia mencontohkan Kecamatan Cakung memiliki 1.700 lebih TPS, sehingga berdampak pada logistik. “Ini menjadi evaluasi ke depan bahwa tempat penyimpanan logistik ini harus menjadi perhatian dan disiapkan lebih baik,” kata Wahyu.

    Selain itu, untuk pendistribusian logistik juga memiliki kenangan saat mengantarkan logistik pemilu ke Kabupaten Kepulauan Seribu.

    Meski memiliki pemilih hanya mencapai sekitar 17 ribu orang, namun pihaknya memastikan logistik sampai ke TPS dengan aman dan selamat.

    “Kendalanya adalah transportasi antar pulau yang butuh perhatian serius. Kami mengantar logistik sampai ke Pulau Sabira yang sangat dekat dengan provinsi lain,” ujarnya.

    Dirinya berharap buku ini dapat menjadi peta jalan pelaksanaan pemilu dan tantangan yang akan dihadapi untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu atau pesta rakyat agar berjalan sesuai dengan regulasi yang ada.

    “Ini tentu akan jadi pembelajaran bagi penyelenggara pemilu ke depan,” kata dia

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kemendagri himpun bantuan Rp48 miliar untuk pemulihan Sumatera

    Kemendagri himpun bantuan Rp48 miliar untuk pemulihan Sumatera

    “Jadi, totalnya kurang lebih Rp48 miliar,”

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berhasil menghimpun bantuan dari berbagai pemerintah daerah sebesar kurang lebih Rp48 miliar untuk penanganan bencana di sejumlah wilayah di Sumatera.

    Bantuan tersebut dikumpulkan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk memberikan dukungan kepada wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, baik dalam bentuk dukungan anggaran maupun bantuan logistik dan kemanusiaan.

    “Jadi, totalnya kurang lebih Rp48 miliar,” kata Mendagri di Jakarta, Jumat.

    Sejumlah pemerintah daerah telah merespons Surat Edaran tersebut dengan menyalurkan dukungan anggaran untuk membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.

    “Pemerintah bergerak cepat dengan mengoordinasikan dukungan antardaerah. Ada yang berupa dukungan anggaran, ada juga berupa barang,” ujarnya .

    Dukungan tersebut berasal dari Kalimantan Timur sebesar Rp7 miliar, Jawa Barat sebesar Rp7 miliar, Sulawesi Utara sebesar Rp1,5 miliar, Kalimantan Utara sebesar Rp1 miliar, Sulawesi Selatan sebesar Rp4 miliar, Jawa Tengah sebesar Rp1,3 miliar, serta Jawa Timur sebesar Rp5 miliar.

    Selain itu, dukungan juga diberikan oleh Nusa Tenggara Timur sebesar Rp1,5 miliar. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyalurkan bantuan berupa barang senilai Rp2,6 miliar, sementara Pemerintah Provinsi Banten memberikan bantuan sebesar Rp3 miliar.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan bantuan sebesar Rp3 miliar yang langsung dikirimkan ke Kota Lhokseumawe. Dukungan juga diberikan oleh daerah lain, seperti Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku Utara, dan Bengkulu.

    Mendagri menambahkan, dukungan tersebut diperkuat dengan partisipasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang dipimpin oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi. Apkasi turun langsung ke lokasi terdampak bencana dengan membawa bantuan sekitar Rp5 miliar.

    Langkah koordinasi yang dilakukan Mendagri tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak. Pengamat kebijakan publik dari Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai kebijakan dan koordinasi yang dilakukan Mendagri telah memperkuat kohesivitas atau ikatan antarpemerintah daerah dalam penanganan bencana.

    “Sebagai pembina pemerintah daerah, Mendagri memiliki peran strategis dalam menggerakkan seluruh pemda agar bergerak bersama membantu daerah terdampak bencana. Upaya ini menunjukkan kepemimpinan pemerintah pusat dalam memastikan solidaritas nasional terwujud di lapangan,” ujar Iwan saat dihubungi, Jumat.

    Menurut Iwan, penderitaan yang dialami korban bencana hidrometeorologi di Sumatera menjadi alasan utama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerukan pemerintah daerah lain untuk membantu tiga wilayah terdampak di Sumatera.

    Sebagai pembina pemerintah daerah, Mendagri memiliki kewenangan strategis untuk mengoordinasikan seluruh pemda agar bergerak bersama dalam mempercepat proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana.

    “Untuk mengorkestrasi agar kepala daerah di seluruh Indonesia dapat bergerak cepat dan memberikan bantuan kepada wilayah yang terdampak bencana banjir bandang di Aceh dan Sumatera, diperlukan keseriusan dan perhatian khusus dari Mendagri Tito Karnavian,” ujar Iwan.

    Selain menghimpun bantuan antardaerah, Mendagri juga melaporkan pemerintah pusat telah menyalurkan tambahan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) atas arahan Presiden Prabowo untuk mendukung penanganan bencana di daerah terdampak.

    Mendagri menjelaskan, anggaran BTT tersebut disalurkan kepada 52 kabupaten/kota dan provinsi dengan total nilai sebesar Rp268 miliar. Dana tersebut telah diterima oleh tiga provinsi terdampak, masing-masing sebesar Rp20 miliar, serta oleh 52 kabupaten/kota dengan alokasi sebesar Rp4 miliar per daerah.

    Anggaran tersebut telah digunakan sesuai dengan arahan yang telah disampaikan pemerintah, termasuk untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak bencana secara langsung.

    Selain dukungan anggaran dan logistik, Mendagri juga menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri telah membentuk tim dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang diterjunkan ke tiga provinsi terdampak bencana sejak 10 Desember 2025.

    “Kami dari Kemendagri membentuk tim dari Dukcapil untuk mempercepat layanan pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk), akta kelahiran, dan dokumen lainnya yang hilang akibat bencana. Pungutan biaya sudah diturunkan,” kata Mendagri.

    Mendagri menekankan bahwa pemerintah terus memastikan koordinasi berjalan efektif agar penanganan darurat, rehabilitasi, dan pemulihan masyarakat terdampak bencana dapat dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

    Kemendagri berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan asosiasi pemerintah daerah yang telah terbangun dapat terus diperkuat sebagai bagian dari sistem nasional penanggulangan bencana.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI fokuskan penanggulangan kemiskinan di 10 kecamatan

    DKI fokuskan penanggulangan kemiskinan di 10 kecamatan

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan 10 kecamatan sebagai lokasi prioritas dalam penanggulangan kemiskinan di wilayahnya agar upaya penanggulangan di ibu kota bisa lebih terarah.

    “Bukan berarti yang wilayah lain, tidak. Itu tahu wilayah Jakarta yang tersebar, mari kita trial di 10 ini, fokuskan. Agar upaya yang dilakukan lebih terarah dan berdampak signifikan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam Rapat Kerja Daerah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta Triwulan IV 2025 di Jakarta, Jumat.

    Ke-10 kecamatan itu, yakni Cengkareng, Kalideres, Tambora (Jakarta Barat); Jagakarsa (Jakarta Selatan); Johar Baru (Jakarta Pusat); Jatinegara (Jakarta Timur); Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok (Jakarta Utara); dan Kepulauan Seribu Selatan (Kepulauan Seribu).

    “Lokasi tersebut di lima wilayah kota dan Kepulauan Seribu mencakup kawasan dengan tingkat kerentanan sosial dan ekonomi yang tinggi,” kata Rano.

    Dia menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan bimbingan teknis penanggulangan kemiskinan berbasis kolaborasi di 10 lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan tersebut.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Setu Babakan lestarikan objek budaya Betawi melalui Festival Cahaya

    Setu Babakan lestarikan objek budaya Betawi melalui Festival Cahaya

    Jakarta (ANTARA) – Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jakarta Selatan melestarikan objek budaya Betawi melalui Festival Cahaya.

    “Kegiatan tersebut merupakan festival pagelaran kesenian Betawi sekaligus upaya pelestarian objek pemajuan kebudayaan yang ada di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan,” kata Ketua Satuan Pelaksana Edukasi dan Informasi UPK PBB Setu Babakan, Farah Aini Astuti di Jakarta, Jumat.

    Farah mengatakan selain pagelaran kesenian, kegiatan ini juga menghadirkan pameran seni serta bazar UMKM yang menjual produk makanan, minuman, fesyen, dan kriya suvenir khas Betawi.

    Gebyar Seni Budaya Setu Babakan yang keempat kalinya diselenggarakan pada 2025 ini dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu inovasi yang dihadirkan yakni Festival Cahaya berupa pertunjukan video mapping atau holografis di 11 titik lokasi.

    “Video mapping tersebut menampilkan unsur budaya Betawi, seperti motif-motif khas dan tarian Betawi dalam bentuk holografis. Kegiatan ini menceritakan budaya Betawi melalui kemasan teknologi dan inovasi terbaru,” ucapnya.

    Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung pada 18-21 Desember 2025 pukul 14.00-22.00 WIB tersebut melibatkan sekitar 35 sanggar seni.

    Berbagai kesenian ditampilkan, di antaranya tari Betawi, lenong, Gambang Kromong, Ondel-ondel, Tanjidor, dan pertunjukan budaya lainnya.

    Penyelenggaraan kegiatan ini juga sejalan dengan visi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.

    “Melalui kegiatan yang dikemas secara inovatif ini, kami berharap masyarakat terhibur sekaligus semakin mencintai budaya Betawi, khususnya di Jakarta Selatan, terutama bagi generasi muda,” ucapnya.

    Salah seorang pengunjung, Risna mengaku senang dapat menyaksikan berbagai pagelaran seni budaya di Setu Babakan. Ia mengaku antusias menantikan pertunjukan Festival Cahaya pada malam hari.

    “Saya menunggu Festival Cahayanya, sepertinya seru karena ini baru pertama kali diadakan di sini,” ucap Risna.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.