Author: Antaranews.com

  • TNI kerahkan KRI Bontang bawa 2.000 ton solar ke titik banjir Sumatera

    TNI kerahkan KRI Bontang bawa 2.000 ton solar ke titik banjir Sumatera

    Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Kolonel Laode Mohammad Holib mengatakan TNI AL telah mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bontang (907) untuk membawa 2.000 ton bahan bakar solar ke wilayah banjir di Sumatera.

    “Jadi, rencana akan membawa 2.000 ton bahan bakar (solar) ke daerah operasi,” kata Laode saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

    Laode menjelaskan solar tersebut disalurkan guna memenuhi kebutuhan bahan bakar genset yang menjadi sumber listrik di lokasi bencana.

    Tidak hanya untuk kebutuhan genset, solar itu juga nantinya akan disalurkan ke KRI yang berada di sekitar titik banjir untuk digunakan sebagai bahan bakar.

    Laode mengatakan hingga saat ini beberapa KRI masih bertugas mengantar bantuan logistik ke wilayah Sibolga, Nias hingga kawasan Aceh seperti Lhokseumawe dan Aceh Tamiang.

    Dengan adanya bantuan solar tersebut, Laode yakin aktivitas KRI dapat berjalan maksimal dan warga di titik lokasi banjir bisa mendapatkan arus listrik yang cukup.

    Sebelumnya, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, telah mengerahkan dua KRI rumah sakit untuk bersiaga di dua titik bencana Banjir di wilayah Sumatera yakni di Aceh dan Sumatera Utara.

    Penempatan KRI rumah sakit itu dilakukan agar para korban banjir bisa mendapatkan layanan medis secara cepat dan layak.

    “Rencana akan nanti siaga di Lhokseumawe. Sebelumnya akan mampir di Aceh Tamiang. Kemudian, ada satu kapal rumah sakit lagi di Sibolga,” kata dia, saat jumpa pers di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12).

    Ia menjelaskan, semua kapal perang rumah sakit tersebut dilengkapi dengan petugas medis, peralatan medis, dan beberapa pasukan pendukung lain.

    Tidak hanya memberikan layanan medis saja, dia mengatakan pihaknya juga akan mengerahkan satu KRI khusus untuk menyalurkan bantuan bahan bakar ke setiap titik bencana banjir.

    “Mungkin akan ditambah satu KRI lagi, yaitu kapal tanker KRI Bontang untuk mendukung bahan bakar di mana banyak daerah yang memerlukan bahan bakar untuk diesel generator,” kata dia.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Anggota DPR minta pemerintah gerak cepat perbaiki rumah korban banjir

    Anggota DPR minta pemerintah gerak cepat perbaiki rumah korban banjir

    “Pada beberapa minggu ini banyak provinsi yang terdampak bencana, termasuk dapil (daerah pemilihan) saya. Saya baru tadi pagi dari Padang, meninjau wilayah banjir di Sumatera Barat. Rata-rata kebutuhan pertama warga, selain air bersih, adalah rumah,”

    Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meminta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk bergerak cepat memperbaiki kerusakan rumah korban bencana banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

    Zigo menjelaskan bahwa pemerintah perlu melakukan percepatan pemulihan rumah warga yang terdampak karena kondisi bencana yang dia lihat saat turun langsung ke daerah terdampak menjadi persoalan paling mendesak setelah kebutuhan air bersih.

    “Pada beberapa minggu ini banyak provinsi yang terdampak bencana, termasuk dapil (daerah pemilihan) saya. Saya baru tadi pagi dari Padang, meninjau wilayah banjir di Sumatera Barat. Rata-rata kebutuhan pertama warga, selain air bersih, adalah rumah,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

    Zigo juga memaparkan data kerusakan rumah berdasarkan laporan sementara dari pemerintah daerah di tiga provinsi tersebut.

    “Rumah yang hanyut lebih kurang 428 unit, rusak berat 1.301 unit, rusak sedang 1.429 unit, dan rusak ringan 1.302 unit. Total warga terdampak lebih kurang 37.406 rumah,” jelasnya.

    Langkah percepatan itu, menurut Zigo, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana sehingga Kementerian PKP perlu mempercepat penanganan yang terukur.

    Selain itu, kata Zigo, Kementerian PKP perlu menyiapkan skema percepatan meski APBN 2026 telah ditetapkan dan mengusulkan agar rumah-rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang sebelumnya pernah dibangun kembali diusulkan jika kini masuk kategori terdampak berat.

    Selain itu, Zigo juga mengingatkan target pembangunan tiga juta rumah di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pembangunan di kawasan rawan bencana dapat menggagalkan target tersebut.

    “Fakta di lapangan menunjukkan banyak perumahan dibangun di kawasan rawan bencana. Ini perlu evaluasi agar target yang kita tetapkan tidak sia-sia,” ujarnya.

    Pada kesempatan yang berbeda, Menteri PKP Maruarar Sirait menanggapi dorongan tersebut. Ia menyatakan kementeriannya siap meninjau ulang aturan BSPS bagi korban bencana serta menegaskan perlunya kebijakan khusus bagi daerah yang mengalami kerusakan masif.

    “Dalam kondisi force majeure seperti sekarang, menurut saya perlu ada kebijakan khusus. Kalau yang kena bencana, saya ubah aturannya. Bisa dapat BSPS lagi walaupun belum 10 tahun,” kata Maruarar.

    Maruarar pun menyampaikan bahwa pendekatan kemanusiaan menjadi dasar kebijakan kementerian, terutama bagi masyarakat di wilayah yang tengah menghadapi bencana besar.

    Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Soal Reformasi Polri, Ombudsman ingatkan catatan laporan masyarakat

    Soal Reformasi Polri, Ombudsman ingatkan catatan laporan masyarakat

    Ketika masyarakat memang tidak mempercayai ini berbahaya sekali sebab banyak persoalan di masyarakat kemudian harusnya lapor polisi, tetapi tidak lapor polisi

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Ombudsman Republik Indonesia Mokhammad Najih mengingatkan tentang catatan laporan masyarakat terkait layanan/pelayanan kepolisian supaya diperhatikan dalam agenda Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

    “Perlu saya sampaikan, data laporan masyarakat yang diterima oleh Ombudsman dalam lima tahun terakhir bahwa Ombudsman menerima kurang lebih 3.308 laporan terkait dengan pelayanan kepolisian,” kata Najih saat diskusi publik bertajuk Reformasi Polri dan Pelayanan Publik bagi Masyarakat di Jakarta, Jumat.

    Dia menjelaskan sejumlah isu yang dilaporkan masyarakat, yaitu penyalahgunaan kewenangan di dalam laporan-laporan terkait dugaan malaadministrasi, lemahnya pengawasan, hingga ketidakmerataan kualitas layanan dari pusat hingga daerah.

    Menurut Najih, harapan publik terhadap Polri pada dua dekade pascareformasi semakin tinggi dari waktu ke waktu, terutama tuntutan akan profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, serta penghormatan hak asasi manusia.

    “Namun, kita masih belum sepenuhnya harapan itu bisa dipenuhi oleh kepolisian itu sendiri,” kata dia.

    Kondisi tersebut dinilai semakin menuntut perubahan mendasar, terlebih jika dikaitkan dengan agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menekankan pada penguatan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

    “Termasuk reformasi di sektor keamanan yang harus adaptif terhadap tantangan kejahatan digital, misalnya, kejahatan terorganisasi, ancaman lintas negara, ancaman disintegrasi, dan dinamika sosial yang semakin kompleks,” kata Najih.

    Untuk itu, Ombudsman berharap reformasi kepolisian tidak hanya dimaknai sebagai kebutuhan internal di kepolisian semata, tetapi juga kebutuhan publik yang lebih luas agar masyarakat dapat merasakan layanan yang humanis, profesional, modern, dan akuntabel.

    Sementara itu, Anggota Ombudsman RI Johanes Widijantoro mengatakan setidaknya ada tiga masalah utama dari laporan masyarakat terkait kepolisian, yakni krisis kepercayaan publik, budaya birokrasi dan lemahnya pengawasan, serta beban kerja berlebihan.

    Menurut dia, ketika masyarakat tidak percaya, mereka enggan berpartisipasi dalam upaya penegakan hukum. Selain itu, keputusan dan tindakan kepolisian akan selalu dicurigai publik, sekalipun hal itu telah dianggap benar.

    “Ketika masyarakat memang tidak mempercayai ini berbahaya sekali sebab banyak persoalan di masyarakat kemudian harusnya lapor polisi, tetapi tidak lapor polisi,” katanya mengingatkan.

    Selain itu, Ombudsman menilai, budaya birokrasi Polri menyebabkan pelaporan, penanganan, pengaduan, serta pemeriksaan internal menjadi panjang dan terkesan tidak transparan.

    Kondisi ini, menurut Ombudsman, berpotensi menurunkan akuntabilitas yang pada akhirnya berdampak langsung pada menurunnya efektivitas dan legitimasi kinerja Polri.

    “Dalam beberapa kesempatan, saya juga merasakan langsung betapa teman-teman di Ombudsman ini tidak mudah untuk mengakses informasi dari proses penyidikan, penyelidikan, yang menjadi kepentingan kami dalam menindaklanjuti laporan,” tuturnya.

    Johanes juga mengatakan beban kerja aparat penegak hukum cenderung berlebihan. Terkait hal ini, Ombudsman menyoroti celah penyalahgunaan ketika aparat memiliki kekuasaan besar dan fungsi yang kompleks tanpa dibarengi kontrol yang kuat.

    Pewarta: Fath Putra Mulya
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DPRD Jabar akan periksa langkah Dedi normalisasi Kali Wadas Karawang

    DPRD Jabar akan periksa langkah Dedi normalisasi Kali Wadas Karawang

    Bandung (ANTARA) – Komisi I DPRD Jawa Barat mengungkapkan akan memeriksa kesesuaian langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam usahanya menormalisasikan Kali Wadas di Kabupaten Karawang, yang kerap disiarkan pada platform media sosialnya.

    Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati di Bandung, Jumat, mengatakan pemeriksaan itu utamanya terkait pemberian uang pengganti untuk mengontrak rumah bagi pemilik bangunan yang dibongkar, walaupun bangunannya berdiri di atas lahan Perum Jasa Tirta (PJT) dan area Kali Wadas.

    “Kita akan periksa, kita lagi monitoring dan evaluasi. Kan di sana ada yang dibongkar, lalu dikasih buat ngontrak dulu. Ini bagus, tapi kita tetap monitor agar jangan sporadis, artinya harus terencana, terukur dan teranggarkan (kalau gunakan APBD),” kata Rahmat.

    Rahmat mengaku secara umum langkah tersebut didukung oleh jajaran legislatif, bahkan menurutnya, bila perlu sebelum dibongkar, disiapkan terlebih dahulu rumah susun atau apartemennya seperti di Jakarta.

    Namun demikian, dia juga menyoroti informasi banyaknya yang menempati lahan tersebut secara tidak resmi adalah pendatang dalam artian bukan asli penduduk Karawang.

    “Nanti kita juga periksa, kalau dia bukan orang Karawang, dan tidak mau menjadi orang situ, ya sudah memang solusinya ya dibongkar,” ucapnya.

    Proyek normalisasi Kali Wadas di Karawang, menurut Rahmat, masuk dalam pos anggaran program penataan irigasi dan sungai dengan jumlah anggaran total Rp20 miliar yang dipergunakan, di antaranya untuk penataan lingkungan dan saluran air.

    “Jadi totalnya Rp20 miliar untuk tata air di seluruh Jawa Barat dengan termasuk di dalamnya Kali Wadas,” kata legislator Dapil Karawang dan Purwakarta tersebut.

    Namun demikian, ujar Rahmat, langkah Dedi untuk melakukan penataan bangunan liar yang berdiri di atas lahan PJT yang seharusnya menjadi jalur sungai itu, perlu didukung dan pihaknya sangat menyepakati langkah tersebut.

    “Karena kan begitu di atasnya berdiri bangunan tanpa izin, bangli (bangunan liar) ya kita kenalnya, otomatis memang menyendat saluran air. Karenanya kita setuju dan mendukung langkah ini,” katanya.

    Sebelumnya, Dedi Mulyadi kerap mengunggah kegiatannya meninjau normalisasi Kali Wadas Karawang dalam media sosialnya, dan kerap kali dia terlihat memberi bantuan bagi mereka yang bangunannya terdampak proyek itu, meskipun berdiri di atas lahan PJT.

    Pewarta: Ricky Prayoga
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kadis SDA tinjau tiga titik utama sumber rembesan limpasan banjir rob

    Kadis SDA tinjau tiga titik utama sumber rembesan limpasan banjir rob

    Jakarta (ANTARA) –

    Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum meninjau tiga lokasi utama yang mengalami rembesan dan limpasan air laut yang menyebabkan terjadinya banjir rob yang terjadi di Jakarta Utara, Jumat.

    “Titik pertama berada di tanggul Muara Baru, yang sejak beberapa hari terakhir mengalami rembesan akibat usia tanggul yang sudah cukup lama,” kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Kecamatan Penjaringan, Pendi di Jakarta, Jumat.

    Ia mengatakan di Muara Baru itu bukan genangan tapi rembesan dari balik tanggul. Ada bagian tanggul yang sudah melemah, sehingga air masuk melalui celah-celah kecil.

    “Penanganan sementara kami lakukan dengan menyumpal titik yang bocor menggunakan karung pasir,” kata dia.

    Hingga saat ini, kata Pendi, sekitar 500 karung pasir telah digunakan untuk menutup bagian yang mengalami kebocoran. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena tim di lapangan masih menemukan titik-titik rembesan lain yang perlu diperkuat.

    Kemudian titik kedua yang dikunjungi Kepala Dinas SDA DKI adalah Pelabuhan Muara Baru, khususnya di area Jalan Tuna III yang sempat menjadi viral karena limpasan air dari area dermaga.

    Ia menjelaskan bahwa limpasan terjadi karena air keluar dari celah pagar pembatas dermaga yang langsung berbatasan dengan permukaan air laut.

    “Tadi kami mendapat instruksi dari bu Kadis untuk memasang tanggul pasir sepanjang pagar yang menjadi jalur keluar air. Panjang pastinya masih dihitung karena area itu cukup luas,” katanya.

    Penanganan di lokasi ini menggunakan tanggul pasir sementara mengingat area tersebut berada di bawah kewenangan Pelindo. “Karena wilayahnya Pelindo, jadi untuk pembangunan tanggul permanen tidak bisa langsung kita lakukan. Tanggul pasir dipilih karena fleksibel dan bisa dipindah sesuai kebutuhan penanganan,” ujar Pendi.

    Kemudian lokasi ketiga berada di kawasan Pengedokan Mandala Bahari yang juga mengalami limpasan dari area pergudangan yang berbatasan langsung dengan air laut.

    Menurut dia, kondisi di Mandala Bahari cukup kompleks karena terdapat bangunan-bangunan warga yang berdiri sangat dekat dengan garis air.

    Ia mengatakan di Mandala Bahari sebenarnya sisi tanggul yang permanen sudah aman tapi ada satu titik yang berada di kawasan pergudangan dan rumah-rumah warga.

    “Limpasan terjadi dari area itu, dan karena status bangunannya belum jelas, koordinasi harus dilakukan lebih hati-hati,” ucapnya.

    Pendi menuturkan bahwa rencana membuat tanggul di sisi depan area permukiman sempat tertunda karena mendapat penolakan warga.

    “Dulu saat mau di tanggul di depannya, kami sempat didemo. Karena itu sekarang kami tidak memaksakan. Tapi akibatnya air kembali masuk ke jalan,” katanya.

    Pendi menambahkan seluruh penanganan di tiga titik ini masih bersifat darurat sambil menunggu koordinasi lanjutan dengan Pelindo dan pihak terkait lainnya.

    “Satgas SDA masih bekerja di lapangan, dan koordinasi terus dilakukan. Untuk lokasi kedua saja, jumlah karung pasir yang dibutuhkan kemungkinan sangat banyak, tapi kami masih menunggu kepastian panjang area yang harus di tanggul,” ujarnya.

    Dia memastikan bahwa semua langkah darurat terus dilakukan untuk mengurangi dampak rob di wilayah pesisir Jakarta Utara.

    “Kami upayakan penanganan cepat di seluruh titik yang mengalami rembesan dan limpasan. Koordinasi lintas pihak sangat penting agar penanganan berjalan efektif,” kata Pendi.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo kenang mimpinya jadi atlet saat lepas kontingen SEA Games

    Prabowo kenang mimpinya jadi atlet saat lepas kontingen SEA Games

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa kesempatan tampil di gelanggang olahraga internasional adalah takdir istimewa yang hanya diberikan kepada sedikit putra-putri terbaik Indonesia.

    Pernyataan itu disampaikan saat melepas Kontingen Indonesia untuk SEA Games ke-33 di Thailand dalam sebuah acara resmi di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

    “Sebagai anak muda waktu itu, saya bermimpi apakah suatu saat saya bisa mewakili bangsa saya di medan olahraga dunia dan saudara-saudara sekarang mendapat kehormatan itu,” kata Presiden menggambarkan besarnya kehormatan itu dengan mengingat masa mudanya.

    Dalam sambutannya, Presiden menyebut impian itu tak pernah terwujud, meski dirinya telah mencapai karier militer tertinggi dan kini menjabat Presiden Republik Indonesia.

    “Saya sempat menjadi jenderal, sempat menjadi perwira tinggi, menjadi ketua umum sebuah partai, sekarang takdir saya menerima mandat sebagai Presiden Republik Indonesia, tetapi saya tidak pernah mendapat apa yang dulu sebagai pemuda saya mimpikan,” katanya.

    Dikatakan Presiden, seluruh anggota kontingen yang akan berjuang di SEA Games telah melalui proses latihan dan seleksi panjang sebelum mendapat kehormatan besar untuk mewakili bangsa.

    Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyinggung makna olahraga sebagai cerminan kehidupan.

    Ia menjelaskan bahwa sejarah olahraga, termasuk Olimpiade, berasal dari olahraga-olahraga keprajuritan seperti lari, lempar lembing, panahan, berkuda, hingga menembak, semuanya melambangkan ketangguhan dan kedisiplinan.

    “Bangsa yang unggul di olahraga adalah bangsa yang punya jiwa yang kuat. Ingat itu,” katanya.

    Acara tersebut dihadiri para atlet dari berbagai cabang olahraga, pelatih, ofisial serta jajaran kontingen yang dalam waktu dekat akan bertanding membawa nama Indonesia di ajang SEA Games tahun ini.

    Pewarta: Andi Firdaus, Mentari Dwi Gayati
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo minta atlet SEA Games semangat meski negeri dilanda musibah

    Prabowo minta atlet SEA Games semangat meski negeri dilanda musibah

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto meminta para atlet yang akan berlaga pada SEA Games 2025 di Thailand tetap menjaga semangat meskipun Indonesia sedang menghadapi berbagai musibah di sejumlah daerah.

    Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara pelepasan kontingen Indonesia menuju SEA Games 2025 Thailand di Istana Negara, Jakarta, Jumat sore.

    “Saya mengerti, tidak ringan karena bangsa kita menghadapi banyak masalah. Sekarang pun saudara-saudara kita masih banyak yang menderita musibah, doa kita pikiran kita sama mereka, tetapi kita tidak boleh surut, tidak boleh sedikitpun mengurangi semangat kita,” ucap Prabowo.

    Kepala Negara menekankan karakter bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kuat, tabah, dan tidak mudah menyerah. Prabowo menggambarkan keteguhan itu sebagai kemampuan untuk tetap kokoh di tengah situasi sulit, layaknya batu karang yang menghadapi badai di samudra.

    Prabowo menyatakan negara akan tetap mengurus masyarakat yang terdampak, namun seluruh elemen harus tetap bekerja keras di berbagai bidang.

    “Kita akan urus saudara-saudara kita yang menderita musibah, tapi kita tidak berhenti, tidak bisa menangis, tidak bisa merenung, kita kerja keras di semua bidang,” ucap Presiden.

    Prabowo juga berpesan kepada kontingen Indonesia untuk memberikan seluruh kemampuan terbaik yang dimiliki. Presiden mengatakan para atlet yang akan bertanding membawa kehormatan Indonesia dan mewakili hampir 300 juta warga masyarakat.

    Para atlet diingatkan bahwa keikutsertaan mereka merupakan tugas mulia untuk membela negara dan mengharumkan nama Indonesia di hadapan negara-negara lain.

    Presiden juga meminta para atlet untuk bertanding dengan sepenuh hati, menjaga konsentrasi, keberanian, kepercayaan diri, disiplin, dan tetap rendah hati.

    Menurutnya, kekuatan dari dalam diri dapat melampaui perkiraan manusia sehingga para atlet diminta menggali kekuatan tersebut untuk menghadapi pertandingan.

    “Berbuat yang terbaik, kekuatan kadang-kadang kalau kekuatan dari dalam kekuatan itu bisa melebihi perkiraan manusia. Kalian harus gali kekuatan dari dalam dirimu. Yakinkan dirimu dulu baru saudara akan mendapatkan prestasi mungkin di luar dugaan orang,” ujarnya.

    Pewarta: Fathur Rochman/Mentari Dwi Gayati
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polri telah salurkan puluhan ribu bantuan ke Sumatera Barat

    Polri telah salurkan puluhan ribu bantuan ke Sumatera Barat

    “Polri terus bekerja di lapangan untuk memastikan setiap bantuan yang diterima bisa sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Respons cepat ini kami lakukan agar warga terdampak bencana dapat segera terbantu,”

    Jakarta (ANTARA) – Polri melalui Polda Sumatera Barat (Sumbar) telah menyalurkan puluhan ribu buah bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana di provinsi tersebut.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa bantuan tersebut terdiri dari 356 unit peralatan penyelamatan dan 72.377 paket bahan makanan.

    Jenis bantuan yang telah disebar mencakup peralatan evakuasi seperti pelampung, perahu karet, gergaji listrik, solar panel, genset, tenda pengungsi, hingga lampu darurat.

    Sementara bantuan kebutuhan dasar terdiri dari beras, gula, kopi, teh, makanan bayi, mi instan, minyak goreng, air mineral, susu berbagai jenis, hingga telur dan makanan siap saji.

    Bantuan tersebut, ujar Trunoyudo, disalurkan secara bertahap ke kabupaten/kota prioritas yang terdampak bencana, meliputi:

    1. Kota Padang
    Total: 18.946 bantuan
    – Peralatan: 167
    – Bahan makanan: 18.779

    2. Kota Padang Panjang/Kabupaten Tanah Datar
    Total: 4.170 bantuan
    – Peralatan: 33
    – Bahan makanan: 4.137

    3. Kabupaten Agam
    Total: 13.636 bantuan
    – Peralatan: 36
    – Bahan makanan: 13.600

    4. Kota Solok/Kabupaten Solok
    Total: 1.762 bantuan
    – Peralatan: 4
    – Bahan makanan: 1.758

    5. Kabupaten Padang Pariaman
    Total: 1.369 bantuan
    – Peralatan: 37
    – Bahan makanan: 1.332

    Trunoyudo mengatakan bahwa kepolisian memastikan distribusi kebutuhan masyarakat berjalan cepat dan merata.

    “Polri terus bekerja di lapangan untuk memastikan setiap bantuan yang diterima bisa sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Respons cepat ini kami lakukan agar warga terdampak bencana dapat segera terbantu,” ujarnya.

    Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus berada di tengah masyarakat hingga situasi benar-benar pulih.

    “Kami memonitor seluruh titik terdampak. Polri siap menambah personel maupun bantuan tambahan kapan pun diperlukan. Prinsipnya, keselamatan dan kebutuhan masyarakat adalah prioritas kami,” ucapnya.

    Pewarta: Nadia Putri Rahmani
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo tegaskan olahraga sebagai cerminan jiwa bangsa yang kuat

    Prabowo tegaskan olahraga sebagai cerminan jiwa bangsa yang kuat

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara yang unggul di bidang olahraga merupakan bangsa yang berjiwa kuat.

    “Bangsa yang unggul di olahraga adalah bangsa yang punya jiwa yang kuat. Ingat itu,” kata Prabowo dalam pidato jelang pelepasan kontingen SEA Games ke-33 Thailand di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

    Prabowo mengatakan bahwa olahraga adalah lambang dari kehidupan. Menurutnya, olahraga merupakan cerminan dari nilai-nilai keprajuritan yang tangguh, berani, disiplin, dan kehormatan.

    Dalam sejarah Olimpiade, lanjut Prabowo, olahraga seperti lari, lempar lembing, panahan hingga berkuda melambangkan semangat para ksatria.

    Guna menguatkan fondasi olahraga nasional, Prabowo memiliki rencana besar, yakni membangun pusat olahraga terpadu yang berskala internasional.

    “Saya sudah merencanakan kita akan bangun pusat olahraga yang besar, saya minta sekitar minimal 500 hektare (Ha) pusat (olahraga) itu. Tidak ada pusat olahraga yang 5 hektare, 8 hektare tidak, di situ nanti kita bangun State of the Art,” ucapnya.

    Fasilitas tersebut, nantinya dapat digunakan oleh para calon atlet dari berbagai daerah. Pemerintah juga akan mendatangkan para pelatih terbaik dan melakukan pembinaan sejak usia dini.

    Pembinaan jangka panjang ini, akan dimulai dari usia 8 tahun, dengan konsep pusat latihan nasional yang berkesinambungan sebagai wadah untuk mencetak talenta muda.

    “Sekarang SEA Games, nanti Asean Games, ya Olimpiade, tetapi kita juga berfikir lebih jauh, jangka panjang. Saya percaya dengan pembinaan seperti ini, 300 juta (penduduk) pasti melahirkan banyak pendekar-pendekar, pahlawan-pahlawan muda yang akan mengangkat nama, angkat nama harum bangsa Indonesia,” imbuh Prabowo.

    Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia/Mentari Dwi Gayati
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • TNI naikan pangkat prajurit yang gugur saat evakuasi warga di Sumbar

    TNI naikan pangkat prajurit yang gugur saat evakuasi warga di Sumbar

    “Kemarin sudah dapat apresiasi kemudian perhatian dari bapak panglima. Secara otomatis mereka gugur dalam perjuangan, dalam pengabdian, maka akan dinaikkan pangkat satu tingkat,”

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan pihaknya akan memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat kepada tiga prajurit yang gugur saat berupaya mengevakuasi korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat.

    “Kemarin sudah dapat apresiasi kemudian perhatian dari bapak panglima. Secara otomatis mereka gugur dalam perjuangan, dalam pengabdian, maka akan dinaikkan pangkat satu tingkat,” kata Freddy kepada awak media dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

    Menurut Freddy, kenaikan pangkat itu layak diberikan karena tiga prajurit TNI yang bertugas itu telah memberikan pengabdian terbaiknya kepada negara, terutama kepada para korban banjir di Sumatera Barat.

    Selain itu, pemberian kenaikan pangkat ini juga bagian dari sikap konsisten Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam memberikan penghargaan kepada prajurit terbaik dan tindakan tegas bagi prajurit yang melanggar hukum.

    Tidak hanya memberikan kenaikan pangkat, lanjut Freddy, TNI juga akan menjamin biaya pendidikan anak dari para prajurit yang gugur tersebut.

    “Kemudian keluarga, anak akan diberikan difasilitasi terkait dengan sekolah maupun masa depannya,” jelas Freddy.

    Namun demikian, Freddy tidak menjelaskan secara rinci biaya pendidikan apa saja yang akan ditanggung TNI.

    Untuk diketahui, tiga prajurit TNI AD gugur ketika berusaha mengevakuasi korban saat terjadi banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Kamis (27/11).

    Tiga prajurit yang gugur tersebut adalah Almarhum Pelda Yudi Gusnadi (Subdenpom 5/XX), Almarhum Serda Robi (Kodim 0307/TD), dan Almarhum Prada Zeni Marpaung (Subdenpom 5/XX).

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.