Author: Antaranews.com

  • “Urban Sustainability Education” ajak pelajar pahami ketahanan pangan

    “Urban Sustainability Education” ajak pelajar pahami ketahanan pangan

    Jakarta (ANTARA) – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menggelar kegiatan “Urban Sustainability Education” atau pendidikan yang berfokus pada pemahaman pembangunan berkelanjutan kepada sejumlah pelajar untuk memahami ketahanan pangan sejak dini.

    Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, program ini sebagai langkah strategis dalam menanamkan pola pikir berkelanjutan sejak dini kepada peserta didik melalui pendekatan aplikatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan kota modern.

    “Para peserta didik ini dibekali pemahaman tentang ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

    Ia menjelaskan, salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah pertanian perkotaan (urban farming) yang mengenalkan anak-anak pada pemanfaatan lahan terbatas di perkotaan untuk mendukung ketahanan pangan.

    Selain itu, konsep “urban scouting” juga diperkenalkan sebagai bentuk transformasi kegiatan kepramukaan yang disesuaikan dengan karakter kota besar.

    “Urban scouting membekali peserta dengan karakter tangguh untuk bertahan di kota besar, memahami risiko, mitigasi bencana, hingga mencari solusi atas permasalahan perkotaan,” kata Nahdiana.

    Menurut dia, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga harus menghadirkan pengalaman langsung yang membentuk karakter, kepedulian, dan keberanian anak-anak untuk menjadi agen perubahan.

    “Sekolah diharapkan menjadi pusat pembelajaran berkelanjutan yang membuka ruang kreativitas dan ekspresi peserta didik,” ucap Nahdiana.

    Dia berharap, kegiatan ini mampu menjadi inspirasi dalam menyiapkan masa depan Jakarta yang lebih baik.

    “Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan kalian sebagai penerus kota Jakarta,” katanya.

    Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menyampaikan dukungan penuh atas pelaksanaan “Urban Sustainability Education” ini.

    Menurutnya, ini sebuah program pendidikan yang menanamkan pola pikir keberlanjutan sejak usia dini kepada para pelajar.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan serta kemampuan merancang solusi atas berbagai persoalan perkotaan di masa depan.

    “Semoga anak-anak Jakarta tumbuh menjadi generasi yang mampu bertahan hidup di kota besar, memahami persoalan perkotaan, dan menghadirkan solusi nyata,” ucap Hendra.

    “Urban Sustainability Education” diikuti sebanyak 1.799 peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK termasuk siswa-siswi pra-sejahtera, berkebutuhan khusus, serta diaspora di Jakarta yang diselenggarakan di Ocean Ecopark Ancol Jalan Lodan II, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu.

    Kegiatan pada tahun ini menghadirkan dua kegiatan utama, yakni “Urban Farming” dan “Urban Scouting”.

    Selain itu juga kegiatan ini juga menampilkan beragam pertunjukan edukatif dan seni budaya, di antaranya membatik dari bahan akar mangrove oleh murid disabilitas, permainan tradisional, senam semaphore, tari, angklung, vokal, serta musikalisasi puisi.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Wamendagri minta pemerintah daerah ciptakan inovasi berbasis solusi

    Wamendagri minta pemerintah daerah ciptakan inovasi berbasis solusi

    Jangan sampai inovasi ini hanya orientasinya ke reward dan gimmick, enggak ada rasanya-manfaatnya bagi warga. Harus pertama, mendapatkan solusi, kalau enggak jadi solusi, enggak ada artinya

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta pemerintah daerah (pemda) untuk menciptakan inovasi yang benar-benar menghadirkan solusi, bukan sekadar menjadi ajang pencitraan atau berorientasi pada penghargaan.

    Dalam acara Lamongan Award 2025 di Lamongan, Jawa Timur, Jumat (5/12), ia menegaskan inovasi harus lahir dari kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.

    “Jangan sampai inovasi ini hanya orientasinya ke reward dan gimmick, enggak ada rasanya-manfaatnya bagi warga. Harus pertama, mendapatkan solusi, kalau enggak jadi solusi, enggak ada artinya,” kata Bima, seperti dikutip dari keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Bima mengatakan inovasi yang efektif tidak hanya menyelesaikan persoalan daerah, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat.

    Karena itu, kata dia, inovasi harus masuk ke dalam sistem dan terasa dampaknya bagi masyarakat secara langsung dan untuk mewujudkannya, setiap inovasi harus berbasis riset yang kuat.

    “Jadi semuanya itu risetnya serius. Kalau risetnya hanya copy-paste saja dari internet, ya buat apa? Harus ada hitung-hitungan angkanya,” tuturnya.

    Selain itu, ia menyebutkan inovasi juga harus ada dukungan pendanaan serta membangun kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan.

    Dia menuturkan negara-negara maju memiliki tradisi inovasi yang melembaga dan berkelanjutan. Pergantian pemimpin tidak menghentikan proses tersebut.

    Bima mencontohkan pengalaman saat mengikuti kursus di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura. Di sana terdapat tradisi, ketika seorang menteri baru dilantik, maka langsung mengumpulkan stafnya bersama menteri sebelumnya.

    “Saya tanya, untuk apa? Untuk memastikan semua program-program dan inovasi berlanjut,” ujar Bima.

    Dirinya turut memaparkan sebuah matriks inovasi yang menggambarkan keragaman pola pikir dan karakter individu dalam menciptakan inovasi.

    Menurutnya, sebagian aparatur sipil negara (ASN) memiliki kreativitas dan konsistensi tinggi untuk terus berkreasi, sementara sebagian lainnya lebih pasif. Pola serupa juga terlihat pada kepala daerah, di mana ada yang dikenal progresif dan inovatif, sementara lainnya kurang menonjol.

    Dari matriks itu, ia menyimpulkan para inovator memiliki pola pikir perubahan, jiwa petarung, dan dorongan kuat untuk memberi manfaat bagi orang lain.

    “Sudah punya niat untuk berbuat bagi rakyat dan memiliki keberanian untuk berubah. Di sini lah kandang para inovator,” ungkapnya.

    Bima juga menyampaikan selamat kepada para penerima Lamongan Award 2025. Ia berharap para pemenang dapat menjadi inovator sejati yang berkarya bukan demi kepentingan pribadi atau sekadar meraih penghargaan, melainkan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan membawa perubahan bagi Kabupaten Lamongan.

    Pewarta: Agatha Olivia Victoria
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Hasto serukan kader PDIP respons bencana alam dengan gerakan nyata

    Hasto serukan kader PDIP respons bencana alam dengan gerakan nyata

    Serangkaian bencana alam dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai tanda bahwa alam raya sedang menuju ketidakseimbangan

    Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyerukan kepada seluruh kader partai untuk merespons bencana alam dengan kontemplasi mendalam dan gerakan nyata membantu rakyat.

    Seruan tersebut berlandaskan filosofi menghargai kehidupan yang diajarkan Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang diyakini sebagai inti dari politik lingkungan hidup partai.

    “Serangkaian bencana alam dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai tanda bahwa alam raya sedang menuju ketidakseimbangan,” ujar Hasto dalam acara Konferensi Daerah Dewan Perwakilan Daerah PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta di Yogyakarta, Sabtu, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta.

    Kalau dilihat secara kebatinan yang tumbuh subur di Yogyakarta, kata dia, maka tampak bagaimana alam raya saat ini terjadi ketidakseimbangan.

    Dengan demikian, lanjut dia, terlihat seperti dalam cerita wayang, yang sekarang terjadi huru-hara di Indonesia akibat ulah manusia yang merusak alam.

    Hasto menjelaskan inti filosofi tersebut melalui pengalaman dan kebiasaan langsung bagaimana Bung Karno melarang izin konsesi hutan ke korporasi dan Megawati merawat kehidupan dengan tidak mengijinkan penambahan konsesi lahan sawit serta menjadikan gerakan menanam pohon sebagai kultur partai.

    Contoh sederhana, sambung dia, Megawati yang mempunyai kebiasaan mengumpulkan biji salak, mangga, lengkeng, dan durian.

    “Semua biji-bijian itu dilarang dibuang dan setelah dipersiapkan lalu ditanam, sehingga Ibu Mega memiliki kebun penuh tanaman dari biji-bijian yang dikumpulkan. Setiap biji-bijian, apalagi pohon punya hak untuk hidup,” ujar dia.

    Hasto menegaskan tindakan sederhana tersebut berasal dari nilai yang ditanamkan Bung Karno dan Megawati tentang merawat Pertiwi yang bertitik tolak dari ajaran Tat Twam Asi (engkau adalah aku, aku adalah engkau).

    Dikatakan bahwa setiap pohon juga memiliki jiwa dan kehidupan, sehingga jika masyarakat mencintai pohon, maka pohon bukan hanya menghasilkan oksigen, melainkan juga akan mencintai dan ikut merawat Indonesia.

    Dia pun mengaitkan kerusakan lingkungan dengan sistem yang tidak adil, yakni bagaimana lingkungan telah dirusak akibat kapitalisasi kekuasaan politik yang luar biasa, sehingga lahan-lahan hutan dikonversi menjadi lahan-lahan sawit.

    “Padahal Ibu Mega mengatakan sawit adalah tanaman yang arogan,” tutur Hasto.

    Selain itu, ia menilai bencana alam juga merupakan akibat dari ketiadaan keadilan, terutama dalam penguasaan lahan dan tidak adanya penegakan hukum atas tambang ilegal dan pembalakan liar.

    Dirinya menekankan justice for all atau keadilan untuk seluruh rakyat harus menjadi tema sentral, baik dalam mengelola partai, bersikap sesama, maupun dalam perspektif hukum.

    Sebagai langkah konkret, dia menginstruksikan kader di Yogyakarta untuk bergerak serentak membersihkan Kali Code dan Kali Winongo dalam rangka Hari Ulang Tahun Partai.

    Hasto juga mengajak kader menjadikan kebiasaan Megawati mengumpulkan botol bekas untuk pengurusan tanaman sebagai tradisi PDIP.

    Solidaritas sosial juga diwujudkan melalui pengumpulan dana yang akan digunakan untuk membantu rakyat terdampak bencana.

    Ia berkeyakinan dengan menginternalisasi filosofi menghargai kehidupan dan memperjuangkan keadilan ekologis, kader PDIP dapat menjadi bagian dari solusi mengatasi ketidakseimbangan alam.

    Pewarta: Agatha Olivia Victoria
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Setahun Prabowo, publik apresiasi program MBG dan Sekolah Rakyat

    Setahun Prabowo, publik apresiasi program MBG dan Sekolah Rakyat

    Jakarta (ANTARA) – Masyarakat menilai satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membawa dampak positif melalui program-programnya yang telah berjalan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.

    “Jadi, kalau saya lihat apa yang dilakukan setahun-setahun oleh Prabowo dengan Mas Gibran ini cukup positif bagi saya. Terlepas dari apapun ya,” ujar Margo Wiono yang merupakan warga Tangerang saat ditemui ANTARA di Pameran Foto “Haluan Merah Putih”, Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu.

    Margo, seorang pensiunan dari Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan bahwa program MBG paling berdampak untuk memberikan stimulus ekonomi berupa pemenuhan tenaga kerja produktif di lapangan.

    “Paling berdampak itu kayak makanan bergizi gratis, ya, yang langsung dirasakan dan terutama dalam menciptakan lapangan kerja. Menggulirkan dana yang stimulus ekonomi yang banyak itu,” katanya.

    Program MBG ini, tutur Margo, sangat dibutuhkan untuk mengisi karena melihat kondisi lapangan pekerjaan sekarang yang kian tahun berkurang, terutama kepada perusahaan-perusahaan besar.

    “Dan saya masih berharap bukan hanya itu, terutama untuk lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang produktif. Ini sangat penting karena banyak perusahaan-perusahaan sekarang juga sedang kolaps,” ucapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, pegawai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rijal, mengatakan bahwa program Sekolah Rakyat yang sudah tersebar dan dibangun di 166 daerah dapat mewujudkan pendidikan yang berkeadilan dan merata.

    “Pastinya Sekolah Rakyat ya. Kalau sekolah rakyat kan itu kan lebih ditempatkan di daerah. Tadi dilihat (dari paparan data pameran foto Haluan Merah Putih, .red) itu ada 166 ya, yang sudah disediakan sekolah rakyat. Aku berharap sih lebih banyak lagi, karena kan kalau di daerah-daerah sebenarnya lebih dibutuhkan ya,” ujar Rijal, warga Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur.

    Rijal menjelaskan bahwa pendidikan di daerah itu harus merintis dari bawah, sehingga kebutuhan pendidikan terkait fasilitas, dan kualitas guru yang kompeten tersebut menjadi sangat krusial dibandingkan di perkotaan.

    “Ketimbang di kota, kota itu kan sebenarnya sudah tersedia ya, cuman lebih cukup dikembangkan aja, lebih ditingkatkan lagi dari segi fasilitasnya. Kalau di daerah kan memang merintis dari bawah gitu,” jelasnya.

    Rijal pun berharap bahwa Presiden Prabowo dapat terus berupaya mengoptimalkan seluruh program-programnya, dan bisa memastikan penguatan ekonomi maupun pembangunan di Indonesia.

    “Untuk satu tahun Bapak Prabowo ya presiden kita, pastinya banyak harapan-harapan rakyat yang pastinya dari Bapak Presiden bisa mewujudkan dari janji-janji politiknya, dari mulai yang sudah dilaksanakan, sudah bagus. Tinggal ditambah lagi, ditambah lagi,” imbuhnya.

    Keduanya sudah sangat terinformasi mengenai program Presiden Prabowo yang sudah berjalan selama satu tahun melalui Pameran Foto Haluan Merah Putih di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

    Sebagai informasi, Pameran Foto Haluan Merah Putih dibuka untuk umum di Masjid Istiqlal sejak Kamis (4/12) hingga Minggu (7/12). Pameran tersebut juga melakukan roadshow ke berbagai tempat lain, yakni Stasiun Tanah Abang Baru pada Jumat (12/12) sampai Kamis (18/12) dan Taman Marga Satwa Ragunan pada Selasa (23/12) sampai Kamis (1/1/2026).

    Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Rekan Indonesia: Pemenuhan hak dasar warga perlu diperhatikan

    Rekan Indonesia: Pemenuhan hak dasar warga perlu diperhatikan

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho, menilai Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) perlu memperkuat agenda pemenuhan hak dasar warga, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, dan perlindungan kelompok rentan.

    “Persoalan HAM bukan hanya terkait kasus besar, tetapi juga masalah sehari-hari yang dialami warga saat berhadapan dengan pelayanan publik,” kata Agung dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

    Menurut dia, setelah kementerian tersebut berdiri sebagai institusi tersendiri pada 2024, menunjukkan tantangan besar dalam pelaksanaan HAM.

    Komnas HAM mencatat 2.305 laporan dugaan pelanggaran HAM sepanjang 2024, sementara pada Januari–Mei 2025 terdapat 1.100 laporan tambahan.

    Sebagian besar aduan, kata dia, berkaitan dengan hak atas kesejahteraan, hak memperoleh keadilan, serta hak atas rasa aman.

    Agung menilai tingginya angka pengaduan ini menandakan perlunya perbaikan pada pelayanan publik dan pengawasan aparatur negara.

    Ia menyatakan pada sektor kesehatan, Indonesia masih menghadapi beban tuberkulosis (TBC) yang tinggi. Laporan Kementerian Kesehatan dan WHO menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus TBC terbesar di dunia.

    Agung mengungkapkan bahwa kesenjangan layanan kesehatan dasar masih terasa di banyak daerah, terutama dalam akses diagnosis dan pengobatan bagi warga berpenghasilan rendah.

    “Banyak warga yang terlambat mendapatkan layanan medis karena kendala biaya, jarak, atau keterbatasan tenaga kesehatan. Ini menunjukkan pemenuhan hak kesehatan belum merata,” ujarnya.

    Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) juga memperlihatkan disparitas dalam akses layanan kesehatan ibu dan anak di sejumlah provinsi.

    Kondisi serupa terlihat di sektor pendidikan. Data BPS menunjukkan angka putus sekolah masih muncul di setiap jenjang, dengan ketimpangan akses antara keluarga berpendapatan rendah dan tinggi tetap signifikan.

    Selain itu, praktik pungutan liar dan kendala administratif masih menjadi keluhan masyarakat dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

    Agung menilai tantangan tersebut harus menjadi fokus utama Kemenham dalam penyusunan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Generasi VI. Ia menekankan bahwa pemenuhan HAM tidak dapat dipisahkan dari kualitas layanan dasar negara.

    Menurut dia, keberadaan kementerian baru ini diharapkan tidak berhenti pada perubahan struktur birokrasi, melainkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran negara dalam menjamin hak konstitusional warga.

    “Pemenuhan HAM harus terlihat pada bagaimana negara melayani rakyatnya. Itu yang menjadi ukuran paling nyata,” katanya.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • PDI Perjuangan undang masyarakat ikut Soekarno Runniversary 2026

    PDI Perjuangan undang masyarakat ikut Soekarno Runniversary 2026

    Jakarta (ANTARA) – Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga, My Esti Wijayanti, mengundang seluruh masyarakat untuk ikut Soekarno Runniversary 2026, ajang lari yang diselenggarakan dalam rangka perayaan HUT ke-53 PDI Perjuangan.

    Lomba lari 10K dan 5K ini rencananya akan dihelat pada 15 Februari 2026 di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

    Menurut My Esti Wijayanti, antusiasme masyarakat akan kegiatan ini selalu tinggi dari tahun ke tahun. Karenanya, pihaknya yakin tahun ini antusiasme masyarakat akan semakin tinggi.

    “Kali ini, kami menargetkan 10 ribu peserta termasuk kalangan anak muda. Termasuk siswa SMP dan SMA, kami targetkan hadir 3 ribu yang hadir.” kata My Esti dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

    My Esti menjelaskan, target event ini difokuskan pada generasi muda, perempuan, kalangan berpendidikan, dan urban atau kosmopolitan, yang aspirasinya akan dimenangkan melalui pendekatan yang relevan dengan simbol sosial, emosional, dan wawasan yang mencerdaskan.

    Komitmen untuk mendukung bakat olahraga dan pendidikan diwujudkan melalui kategori khusus dengan hadiah yang menarik.

    “Soekarno Runniversary 2026 menghadirkan kategori khusus untuk pelajar – usia 13-18 tahun- untuk berlari di jarak 10K. Kami akan memberikan apresiasi beasiswa untuk yang berhasil mencapai podium,” kata My Esti.

    Sejalan dengan perayaan ulang tahun partai ke-53, panitia juga memperluas pemberian apresiasi.

    “Akan ada 53 hadiah sebagaimana menyambut Ultah partai ke-53. Soekarno Run akan memberikan apresiasi bukan hanya untuk 3 podium teratas untuk masing-masing jarak lari, tapi juga 53 finisher lain yang berhasil menjadi 53 pelari tercepat yang menyelesaikan lomba,” tutupnya.

    Pendaftaran akan dibuka dengan periode Flash Sale pada 7 Desember pukul 10.00 WIB, dilanjutkan dengan Early Bird pada 8 hingga 14 Desember pukul 12.00 WIB. Pengambilan racepack dijadwalkan pada 11-13 Februari 2026.

    “Jadi mulai besok, bagi yang ingin ikut berolahraga, dipersilahkan mendaftar,” kata My Esti sambil tersenyum.

    Di tempat yang sama, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan dirinya juga merencanakan untuk ikut meramaikan event tersebut.

    “Belakangan ini saya rajin olahraga lari. Selain simpel juga menyehatkan. Melihat pelaksanaan Soekarno Run selama ini selalu mendapat antusias dari berbagai kalangan termasuk anak muda. Spirit mens sana in corpore sano adalah spirit yang harus kita jaga,” kata Hasto.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • KRI Imam Bonjol gelar “open ship” di Natuna peringati Hari Armada TNI

    KRI Imam Bonjol gelar “open ship” di Natuna peringati Hari Armada TNI

    Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung kapal perang, memahami kondisi serta kehidupan di dalamnya, sekaligus mengetahui peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga perairan Natuna Utara

    Natuna (ANTARA) – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Imam Bonjol (383) menggelar kegiatan open ship atau membuka kapal untuk dikunjungi masyarakat di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, sebagai rangkaian peringatan Hari Armada TNI 2025.

    Komandan KRI Imam Bonjol, Letnan Kolonel Laut (P) Rayindra Asmara, di Natuna, Sabtu, mengatakan kegiatan open ship berlangsung selama dua hari, mulai 6 hingga 7 Desember 2025. Selama kegiatan itu, KRI Imam Bonjol bersandar di Fasilitas Labuh (Faslabuh) TNI AL Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga.

    “Rangkaian kegiatan open ship ini diselenggarakan bekerja sama dengan Lanal Ranai,” ucap Rayindra.

    Sedikitnya ada ratusan pengunjung pada kegiatan yang dimulai pada Sabtu pagi tersebut, pengunjung merupakan pelajar dari berbagai jenjang, guru, masyarakat umum, hingga anggota Jalasenastri Lanal Ranai.

    Pengunjung diberi kesempatan berkeliling kapal, melihat langsung berbagai ruangan, peralatan, dan fasilitas yang digunakan prajurit dalam menjalankan tugas pengamanan di laut.

    Para pelajar saat melihat personel KRI Imam Bonjol yang mendemonstrasikan salah satu peralatan saat KRI sandar di Selat Lampa, Natuna, Kepri pada Sabtu (6/12/2025). ANTARA/Muhamad Nurman

    Para pengunjung juga mendapatkan penjelasan mengenai fungsi setiap bagian kapal, mulai dari anjungan, ruang kendali senjata, hingga ruang mesin.

    Selain itu, prajurit turut memaparkan bagaimana kehidupan sehari-hari di kapal perang, termasuk pola tugas, kesiapsiagaan, dan operasi yang pernah dijalankan di wilayah perairan Natuna Utara.

    “Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung kapal perang, memahami kondisi serta kehidupan di dalamnya, sekaligus mengetahui peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga perairan Natuna Utara,” kata Rayindra.

    Ia menambahkan, open ship tidak hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai langkah TNI AL untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan menumbuhkan minat generasi muda di perbatasan untuk berkarier sebagai prajurit matra laut.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga serta mempererat kedekatan antara TNI dan masyarakat,” ujar dia.

    Pewarta: Muhamad Nurman
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sejumlah lokasi di Jakut masih terendam banjir rob pada Sabtu sore

    Sejumlah lokasi di Jakut masih terendam banjir rob pada Sabtu sore

    Jakarta (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sejumlah lokasi di Jakarta Utara (Jakut) masih terendam banjir rob atau banjir pesisir pada Sabtu sore.

    “Data genangan terkini hingga pukul 16.00 WIB, terdapat enam RT dan dua ruas jalan yang masih terendam banjir rob,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Sabtu.

    Ia mengatakan, ada enam RT yang masih terendam banjir rob hingga sore ini. Tiga RT di Kelurahan Pluit dengan ketinggian 25-60 sentimeter (cm) dan tiga RT di Kelurahan Marunda dengan ketinggian 20-35 cm.

    Sedangkan, untuk dua ruas jalan yang masih tergenang yaitu Jalan RE Martadinata, di depan Jakarta International Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, dan di Jalan Lodan Raya, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan dengan ketinggian air masing-masing 20-25 cm, dan saat ini dalam penanganan petugas.

    Sementara sejumlah lokasi yang terdampak banjir rob pada Sabtu pagi hingga siang sudah surut pada sore ini mulai dari di Kelurahan Jelambar Baru, sejumlah kelurahan di Kepulauan Seribu yakni, Pulau Panggang, Pulau Tidung, Pulau Harapan, Pulau Pari, Pulau Kelapa dengan jumlah total 18 RT.

    Begitu pula dengan ruas Jalan Pangeran Tubagus Angke, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, sudah mulai surut.

    Yohan mengatakan BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.

    Untuk memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.

    “Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.

    BPBD DKI Jakarta mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.

    “Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” ujarnya.

    Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau rob pada 1-10 Desember 2025 yang menyebabkan fenomena pasang maksimum air laut.

    Hal itu bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon) yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Satgas bandara IWIP Maluku Utara tangkap penyelundup nikel ilegal

    Satgas bandara IWIP Maluku Utara tangkap penyelundup nikel ilegal

    Jakarta (ANTARA) – Satgas Terpadu yang bertugas di Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Weda Bay, Maluku Utara, menggagalkan penyelundupan nikel ilegal pada Jumat (5/12).

    Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta dari Penerangan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Sabtu, dijelaskan bahwa satgas menangkap seorang WNA membawa lima pack serbuk nikel dan empat pack serbuk nikel murni.

    Dia ditangkap petugas saat melakoni penerbangan menggunakan Super Air Jet dengan rute Wade Bay (WDB) – Manado (MDC).

    Tidak dijelaskan lebih detail lebih detail kronologi penangkapan ataupun motif pelaku. Hingga saat ini, pelaku telah ditangkap dan diperiksa oleh petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

    Untuk diketahui, pengetatan pengawasan bandara IWIP dengan unsur pemerintah merupakan tindak lanjut dari langkah pemerintah pada 29 November 2025 lalu.

    Pengetatan itu dilakukan karena bandara IWIP yang sudah beroperasi sejak 2019 tidak dilengkapi dengan unsur pengamanan yang ketat dari pemerintah.

    Karenanya, pemerintah menempatkan Satgas Terpadu yang terdiri dari unsur Satgas PAM TNI yaitu Bea Cukai; Imigrasi; ⁠Polri; Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan; Karantina Kesehatan; BMKG; AirNav Indonesia; dan Avsec untuk memperketat wilayah bandara.

    Hal tersebut dilakukan agar bandara itu tidak menjadi pintu keluar ataupun masuk aktivitas ilegal terlebih yang berhubungan dengan penyalahgunaan sumber daya alam Indonesia.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Satpol PP Jepara gelar operasi rokok ilegal di Pulau Karimunjawa

    Satpol PP Jepara gelar operasi rokok ilegal di Pulau Karimunjawa

    “Operasi rokok ilegal memang perlu digiatkan sebagai salah satu upaya memutus mata rantai peredaran rokok tanpa cukai dari tingkat distributor,”

    Jepara (ANTARA) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali menggelar operasi pemberantasan rokok ilegal atau Barang Kena Cukai (BKC) dengan sasaran utama Pulau Karimunjawa, setelah sebelumnya menyasar sejumlah wilayah di beberapa kecamatan di Jepara.

    Kabid Penegakan Perundang-undangan, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Jepara Heri Prasetyo di Jepara, Sabtu, mengatakan operasi digelar bersama tim gabungan dari unsur Polri, TNI, serta pihak kecamatan yang berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 5–7 Desember 2025.

    “Operasi rokok ilegal memang perlu digiatkan sebagai salah satu upaya memutus mata rantai peredaran rokok tanpa cukai dari tingkat distributor,” ujarnya.

    Operasi gabungan di kawasan Karimunjawa dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menyisir 10 titik di Desa Karimunjawa, sementara tim kedua menargetkan lima titik di Desa Kemujan yang diduga menjadi lokasi peredaran rokok ilegal.

    Selain melakukan penindakan, petugas juga menyosialisasikan larangan peredaran rokok ilegal kepada pedagang dan warga setempat.

    Edukasi ini dinilai penting mengingat masih banyak pedagang kecil yang belum memahami risiko hukum serta dampak ekonomi dari penjualan produk tanpa pita cukai.

    “Kami mengimbau pedagang di kios-kios kecil untuk memastikan barang dagangannya legal. Jangan karena murah lalu mengambil risiko menjual barang yang melanggar aturan,” ujarnya.

    Menurut Heri langkah pengawasan yang selama ini dilakukan menunjukkan hasil positif. Penurunan jumlah temuan barang ilegal di lapangan menjadi indikator bahwa ruang gerak distributor dan penjual rokok tanpa cukai mulai menyempit.

    Ia menekankan pemberantasan rokok ilegal tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat dan stabilitas perekonomian negara melalui penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

    “Operasi ini merupakan bentuk komitmen kami menjaga kesehatan masyarakat dan mendukung perekonomian daerah. Cukai itu akan kembali ke masyarakat dalam bentuk berbagai program pembangunan,” ujarnya.

    Camat Karimunjawa Nuril Abdillah turut menyampaikan dukungan penuh terhadap operasi pemberantasan rokok ilegal tersebut.

    Ia berharap kegiatan rutin seperti ini dapat menekan peredaran rokok tanpa cukai hingga ke akar permasalahannya.

    Pewarta: Akhmad Nazaruddin
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.