Author: Antaranews.com

  • Satgas TNI AL kerahkan 85 prajurit dan dokter untuk beri layanan kesehatan di Aceh Utara

    Satgas TNI AL kerahkan 85 prajurit dan dokter untuk beri layanan kesehatan di Aceh Utara

    Senin, 8 Desember 2025 20:53 WIB

    Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit saat pelayanan kesehatan di Desa Kuala Cangkoy di Aceh Utara, Aceh, Senin (8/12/2025). Satgas TNI AL menurunkan 85 prajurit beserta dokter spesialis dan mendirikan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Aceh Utara. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU

    Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL memeriksa kesehatan warga di Desa Kuala Cangkoy, Aceh Utara, Aceh, Senin (8/12/2025). Satgas TNI AL menurunkan 85 prajurit beserta dokter spesialis dan mendirikan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Aceh Utara. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU

    Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL mendorong mobil ambulan yang terjebak jalan berlumpur saat menuju Desa Kuala Cangkoy di Aceh Utara, Aceh, Senin (8/12/2025). Satgas TNI AL menurunkan 85 prajurit beserta dokter spesialis dan mendirikan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Aceh Utara. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU

    Sejumlah warga antre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Desa Kuala Cangkoy, Aceh Utara, Aceh, Senin (8/12/2025). Satgas TNI AL menurunkan 85 prajurit beserta dokter spesialis dan mendirikan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak bencana alam di wilayah Aceh Utara. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Warga berlindung di bunker saat pertempuran Thailand-Kamboja pecah

    Warga berlindung di bunker saat pertempuran Thailand-Kamboja pecah

    ANTARA – Warga di sepanjang perbatasan Thailand dengan Kamboja di Provinsi Surin berlindung di bunker pada Senin (8/12) pagi di tengah bentrokan baru. Thailand mengatakan bahwa pihaknya melancarkan serangan udara ke Kamboja pada Senin ketika pertempuran pecah di beberapa area sepanjang perbatasan yang disengketakan, setelah kedua negara saling menuduh melanggar gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (REUTERS/Rijalul Vikry/Arif Prada/Gracia Simanjuntak)

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ponpes Cipasung terbitkan maklumat ajak NU tempuh jalan damai

    Ponpes Cipasung terbitkan maklumat ajak NU tempuh jalan damai

    Jakarta (ANTARA) – Pondok Pesantren Cipasung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengeluarkan maklumat yang menyerukan pentingnya menjaga ketertiban organisasi dan mengedepankan musyawarah dalam menyikapi dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU).

    Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, maklumat bernomor 239.MLK/SEKRE/PPC/XII/2025 itu menegaskan perlunya kembali kepada mekanisme musyawarah dan pelaksanaan AD/ART sebagai dasar penyelesaian perbedaan.

    Maklumat juga mengingatkan bahwa NU merupakan amanah para kiai, ulama, dan santri, sehingga seluruh unsur organisasi diminta menjaga ketenangan dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

    Maklumat menyoroti hubungan antara syuriah dan tanfiziah yang perannya saling melengkapi. Syuriah sebagai penentu arah dan penjaga nilai organisasi, sedangkan tanfiziah sebagai pelaksana keputusan secara bertanggung jawab.

    Pesantren juga mengingatkan pentingnya perbedaan pandangan agar tidak berkembang menjadi pertentangan yang dapat mengganggu konsolidasi organisasi.

    Pesantren tersebut juga mendorong semua pihak menempuh jalan islah guna meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas internal. Ajakan ini disampaikan tanpa menunjuk pihak tertentu, namun menekankan perlunya kehati-hatian agar dinamika yang terjadi tidak meluas ke tingkat akar rumput.

    Dalam maklumatnya, Cipasung mengingatkan bahwa NU memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat, termasuk dalam merespons bencana dan persoalan sosial yang terjadi di beberapa daerah. Oleh karena itu, energi organisasi diharapkan tetap diarahkan pada pelayanan umat.

    Pesantren Cipasung dikenal sebagai salah satu pesantren yang aktif memberikan pandangan moral terhadap dinamika NU. Pada berbagai periode, pesantren ini mendorong penyelesaian persoalan melalui mekanisme organisasi yang sesuai dengan peraturan jamiah.

    Pewarta: Anita Permata Dewi
    Editor: M. Hari Atmoko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Waka Komisi VIII apresiasi respons cepat pemerintah tangani bencana

    Waka Komisi VIII apresiasi respons cepat pemerintah tangani bencana

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani bencana di wilayah Sumatera.

    Singgih di Jakarta, Senin, menilai bahwa pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait seperti Kemensos, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta berbagai elemen masyarakat, telah menunjukkan kerja keras, dedikasi, dan komitmen nyata untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

    Menurutnya, koordinasi yang cepat dan tanggap ini menjadi cerminan semangat gotong royong dan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi tantangan bencana alam.

    “Data di lapangan menunjukkan respons yang solid dan terukur, seperti yang dilakukan mitra Komisi VIII, yaitu Kemensos yang telah membentuk 30 dapur umum dan mampu mendistribusikan 80.000 makanan siap santap setiap harinya kepada pengungsi. Upaya ini tidak hanya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, tetapi juga memberikan kehangatan dan kepastian di tengah kondisi darurat,” ucapnya.

    Singgih juga merespons positif langkah Kemensos, yaitu penyiapan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

    Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menangani masa tanggap darurat, tetapi juga fase pemulihan dan rehabilitasi.

    “Kami juga sangat menghargai semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh lebih dari ratusan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang turun langsung membantu proses evakuasi dan operasional dapur umum. Mereka adalah pahlawan di garis depan,” katanya.

    Sementara itu, BNPB sebagai leading sector, telah mengerahkan semua sumber daya secara terpadu.

    Ia menilai, kolaborasi yang solid antara tim Basarnas, TNI, Polri, dan pos logistik darurat telah mempercepat proses evakuasi dan perbaikan akses menuju lokasi terdampak.

    “Sinergisitas seperti inilah yang menjadi kunci efektivitas penanganan bencana. Kerja keras semua pihak patut kita dukung dan terus kita tingkatkan,” ujarnya.

    Legislator ini pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu bekerja sama dalam mengatasi bencana banjir.

    “Marilah kita terus bersatu dan bergerak bersama. Kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar, kami di DPR RI, khususnya Komisi VIII, akan terus melakukan pengawasan dan mendorong agar semua bantuan dan program pemulihan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Kepada seluruh tenaga kemanusiaan, relawan, dan aparat di lapangan, jaga selalu keselamatan dan semangat Anda. Kita pasti bisa melewati ini dengan lebih kuat,” katanya.

    Pewarta: Nadia Putri Rahmani
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo perintahkan HGU dicabut untuk relokasi penyintas Sumatera

    Prabowo perintahkan HGU dicabut untuk relokasi penyintas Sumatera

    “Kalau perlu, HGU-HGU, bisa dicabut sementara, dikurangi. Ini kepentingan rakyat yang lebih penting, lahan harus ada,”

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan pencabutan sementara atas Hak Guna Usaha (HGU) di sekitar area relokasi penyintas banjir di Sumatera, untuk memfasilitasi kebutuhan lahan pembangunan hunian sementara.

    “Kalau perlu, HGU-HGU, bisa dicabut sementara, dikurangi. Ini kepentingan rakyat yang lebih penting, lahan harus ada,” katanya saat rapat terbatas di Banda Aceh, Minggu (7/12) malam.

    Ia mengatakan, bahwa pemerintah harus segera menyediakan lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Instruksi itu muncul setelah Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa salah satu hambatan mendesak dalam percepatan pembangunan huntara di sekitar wilayah bencana yang telah pulih, adalah ketersediaan lahan dari pemerintah daerah.

    “Kepala daerah harus menyiapkan lahan. Pemerintah pusat yang membangun, Pak Presiden. Nah, lahannya ini kadang-kadang yang agak bermasalah lama,” ujar Suharyanto dalam laporannya ke Presiden.

    Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan bahwa negara wajib menemukan solusi cepat.

    “Saya kira lahannya harusnya ada. Nanti koordinasi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, semua K/L, terutama ATR, kehutanan, ATR-BPN dicek semua,” kata Presiden.

    Dalam penjelasannya, Kepala BNPB menyampaikan bahwa huntara dirancang untuk menjadi tempat tinggal yang jauh lebih layak dibanding tenda-tenda pengungsian. Setiap unit diperuntukkan bagi satu keluarga.

    “Luasnya tipe 36, Pak Presiden. Delapan kali lima. Daripada mereka tinggal di tenda, lebih representatif mereka tinggal di hunian sementara,” kata Suharyanto.

    Terkait detail spesifikasi dan biaya konstruksi, Kepala BNPB menyebut harga yang perlu ditanggung pemerintah berkisar Rp30 juta per unit hunian sementara.

    Ia mengatakan bangunan itu akan dilengkapi dengan WC dan kamar mandi, di dalam hunian.

    BNPB juga menjelaskan bahwa huntara dirancang digunakan maksimal satu tahun sebelum warga dipindahkan ke hunian tetap (huntap). Namun, proses pemindahan itu bisa lebih lama bila ketersediaan lahan terhambat.

    “Konsep kita hunian sementara tidak lebih dari satu tahun, kecuali beberapa kejadian karena pembagian tugasnya kepala daerah harus menyiapkan lahan,” katanya.

    BNPB menegaskan bahwa proses pembangunan huntara dapat dipercepat menggunakan Satgas TNI–Polri, sebagaimana pengalaman sebelumnya di Lewotobi.

    “Satgas Kodam IX/Udayana memindahkan 8.000 KK, semuanya masuk ke huntara, membangunnya enam bulan, Pak Presiden,” ujar Suharyanto.

    Prabowo langsung merespons dengan instruksi percepatan, setelah menilai kebutuhan anggaran huntara yang relatif efisien.

    “Kalau bisa lebih cepat ya? Kalau bisa lebih cepat dari 6 bulan ya?” ujar Presiden.

    Selain huntara tipe rumah keluarga, BNPB juga menyiapkan opsi model barak apabila lahan sangat terbatas. Namun apabila tanah cukup, satu keluarga dapat dialokasikan lahan 8×10 meter yang memudahkan integrasi antara huntara dan pembangunan huntap di fase berikutnya.

    Menutup pembahasan, Presiden Prabowo kembali menegaskan agar semua kementerian dan lembaga mempercepat penyediaan lahan tanpa terkendala.

    Ia juga membuka opsi pemanfaatan desain fabrikasi bertingkat untuk menghemat ruang, bila diperlukan.

    Pewarta: Andi Firdaus, Genta Tenri Mawangi
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • TNI AD buka jalur distribusi logistik ke beberapa desa di Tapteng

    TNI AD buka jalur distribusi logistik ke beberapa desa di Tapteng

    “Kegiatan ini bertujuan menilai kondisi wilayah pascabencana sekaligus membuka kembali akses distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak,”

    Jakarta (ANTARA) – Personel TNI AD berupaya membuka akses jalur bantuan ke wilayah terdampak banjir bandang di Dusun Lapan Lombu, Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

    Dalam siaran pers resmi TNI AD, kegiatan itu sudah dilakukan sejak Sabtu (6/12).

    Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi di Jakarta membenarkan adanya kegiatan tersebut.

    “Kegiatan ini bertujuan menilai kondisi wilayah pascabencana sekaligus membuka kembali akses distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak,” kata Donny di Jakarta.

    Donny menjelaskan, patroli dilakukan dengan berjalan kaki dari Desa Parsikaman melalui Aek Raisan dan Aek Mompang. Rute terbilang cukup rusak karena terdapat 20 titik lokasi tanah longsor yang membuat jalan terputus.

    Personel pun harus berjalan kaki sambil membawa peralatan medis dan genset untuk kebutuhan para korban banjir.

    Setibanya di Kelurahan Nauli, lanjut Donny, personel langsung melakukan pendataan situasi dan kebutuhan warga.

    “Dari hasil pengecekan, aliran listrik masih tersedia, namun masyarakat mengalami kesulitan air bersih akibat jaringan saluran air terputus di titik sekitar satu kilometer dari permukiman,” kata Donny.

    Personel juga sempat mencatat berapa warga desa yang menjadi korban jiwa dan dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.

    Setelah itu, TNI membuka landing zone (tempat mendarat) helikopter di lokasi tersebut agar ke depan helikopter bisa ke lokasi tersebut untuk mengantar logistik.

    Dengan adanya landing zone di lokasi tersebut, TNI AD dapat menyalurkan bantuan ke tiga desa terdekat yang juga terdampak, yakni Desa Naga Timbul, Kelurahan Nauli dan Desa Mardame.

    “Kebutuhan mendesak yang dihimpun mencakup beras, mi instan, minyak goreng, genset dan bahan bakar, perangkat Starlink, obat-obatan untuk gatal dan demam, serta pakaian layak pakai,” jelas Donny.

    Donny memastikan dalam waktu dekat personelnya akan kembali ke lokasi untuk mendistribusikan logistik dalam jumlah besar.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Anggota DPR nilai arahan Presiden kerahkan dokter tunjukkan kesigapan

    Anggota DPR nilai arahan Presiden kerahkan dokter tunjukkan kesigapan

    “Kami ingin respons kesehatan Indonesia semakin kokoh, responsif, dan terukur. Pemerintah perlu menuntaskan aspek-aspek yang belum direalisasikan agar masyarakat memperoleh perlindungan maksimal dalam setiap situasi bencana,”

    Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi IX DPR RI dr. Maharani menilai arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang memerintahkan Kemenkes menerjunkan dokter internship (magang) untuk menangani penyakit pascabanjir di Sumatera, menunjukkan kesigapan tangani masyarakat terdampak.

    Maharani di Jakarta, Senin, menilai pengerahan dokter internship merupakan langkah taktis saat fasilitas kesehatan kewalahan menangani lonjakan korban, terutama pada 24–48 jam pertama pascabencana.

    Ia pun mengapresiasi langkah Presiden tersebut. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa Presiden memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan darurat secara cepat.

    Kendati demikian, ia menyoroti belum adanya standar operasional nasional yang mengatur mekanisme mobilisasi tenaga kesehatan cadangan lintas wilayah.

    Hingga kini, kata dia, mobilisasi masih bergantung pada keputusan ad hoc sehingga kecepatan respons tidak seragam antar daerah.

    Ia juga menegaskan perlunya insentif khusus, jaminan keselamatan, dan fasilitas pendukung bagi dokter internship yang bertugas di area bencana karena mereka bekerja dalam kondisi berisiko tinggi.

    Selain itu, legislator dari komisi yang membidangi kesehatan itu menyoroti pemerintah yang belum menyelesaikan pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan berbasis risiko bencana, khususnya untuk daerah rawan seperti Aceh.

    Ia menekankan bahwa Kemenkes harus memperkuat sistem cadangan kesehatan regional, termasuk ambulans, logistik medis, dan tenaga kesehatan prioritas, agar proses penanganan tidak bergantung pada improvisasi lapangan.

    Ia juga menyoroti belum adanya skema pendanaan cepat untuk mobilisasi tenaga kesehatan, yang sering menghambat pengiriman dokter internship akibat proses administrasi.

    Ditambah lagi, sistem komunikasi antara Kemenkes, dinas kesehatan, dan fasilitas rujukan masih belum seragam sehingga sering terjadi miskomunikasi terkait jumlah korban, kebutuhan prioritas, dan penempatan tenaga medis tambahan.

    Maharani menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI akan terus mengawal langkah pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan darurat nasional.

    Ia menilai instruksi Presiden Prabowo adalah upaya cepat yang tepat. Namun, harus dilengkapi regulasi, protokol terpadu, dan dukungan anggaran agar kehadiran dokter internship benar-benar optimal dalam penyelamatan korban bencana.

    “Kami ingin respons kesehatan Indonesia semakin kokoh, responsif, dan terukur. Pemerintah perlu menuntaskan aspek-aspek yang belum direalisasikan agar masyarakat memperoleh perlindungan maksimal dalam setiap situasi bencana,” ucapnya.

    Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan Kemenkes untuk menerjunkan dokter internship untuk menangani penyakit pascabanjir di Sumatera, yakni diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan penyakit kulit.

    “Internship kita berapa yang sudah bisa? 74? Bisa juga kan? Saya kira bisa itu perguruan tinggi, bisa dikerahkan juga,” kata Kepala Negara saat berdialog dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat di Aceh, Minggu (7/12) malam.

    Perintah Presiden untuk mendatangkan dokter magang itu dilatarbelakangi atas kekurangan tenaga medis di Pulau Sumatera, sebab para dokter di wilayah setempat juga menjadi korban banjir.

    Merespons arahan tersebut, Menkes Budi meminta bantuan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, yang turut hadir di rapat itu, untuk membantu menerjunkan sekitar 300 dokter dari TNI dan Polri selama tiga bulan untuk mendampingi dokter magang.

    Pewarta: Nadia Putri Rahmani
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Lanud SMH kirimkan 14 ton bantuan untuk korban banjir Sumatera

    Lanud SMH kirimkan 14 ton bantuan untuk korban banjir Sumatera

    “Bantuan yang diangkut terdiri dari mie instan, air mineral, dan biskuit. Seluruh bantuan berasal dari donasi masyarakat Palembang serta sejumlah instansi,”

    Jakarta (ANTARA) – TNI AU melalui jajaran Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) mengirimkan 14 ton bantuan logistik untuk korban banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

    Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI AU terhadap korban banjir di Sumatera.

    I Nyoman melanjutkan, bantuan tersebut berasal dari jajaran Forkopimda Palembang, masyarakat, hingga beberapa instansi pemerintah.

    “Bantuan yang diangkut terdiri dari mie instan, air mineral, dan biskuit. Seluruh bantuan berasal dari donasi masyarakat Palembang serta sejumlah instansi,” kata I Nyoman.

    Bantuan tersebut, lanjut I Nyoman, diantar menggunakan pesawat angkut Hercules menuju posko penampungan logistik bencana yang ada di Sumatera.

    Dia melanjutkan pihaknya tidak menutup kemungkinan bantuan tersebut akan didistribusikan secara langsung menggunakan metode drop of di titik lokasi banjir.

    Dengan adanya upaya ini, diharapkan beban para korban bencana banjir di Sumatera bisa lebih ringan.

    I Nyoman juga memastikan pihaknya akan selalu menyiagakan pesawat angkut TNI AU untuk mengantar bantuan logistik ke Sumatera.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Komisi VII dukung penyaluran KUR pemulihan UMKM pascabanjir Sumatera

    Komisi VII dukung penyaluran KUR pemulihan UMKM pascabanjir Sumatera

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendukung langkah pemerintah untuk mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) guna mendorong pemulihan UMKM pascabanjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Dia mengatakan langkah itu menjadi krusial, terlebih jika melihat potensi kerugian yang dikhawatirkan menyebabkan gangguan riil terhadap produksi dan distribusi. Ia pun memandang bencana ini akan memberi tekanan pada kinerja ekonomi kuartal IV 2025.

    “Pascabencana dipastikan akan lahir pengangguran baru. Karenanya, kami mendukung percepatan penyaluran KUR bagi para pelaku UMKM dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi masyarakat,” ucapnya dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin.

    Pelaku UMKM dinilai memiliki peran vital dalam pemulihan ekonomi pascabencana dengan menciptakan lapangan kerja, menjadi tulang punggung produk domestik bruto (PDB), serta mempercepat perputaran uang.

    Ia menyebut resiliensi UMKM merupakan bagian penting dari ketangguhan masyarakat. Para pelaku UMKM di Indonesia diyakini mengemban peran krusial bagi perekonomian nasional, khususnya dalam penyediaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.

    Dia menjelaskan jumlah UMKM mencapai lebih dari 64 juta unit dengan kontribusi terhadap PDB sebesar lebih dari 61 persen. Data itu menunjukkan UMKM bukan sekadar usaha berskala kecil dan menengah, melainkan juga fondasi penting bagi ekonomi Indonesia.

    “Meski demikian, pembangunan resiliensi UMKM pascabencana membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak yang dapat menyentuh hingga lapisan ke bawah UMKM, penopang mata pencarian bagi masyarakat,” imbuhnya.

    Chusnunia lanjut mengatakan bahwa percepatan pemulihan ekonomi mesti berfokus pada strategi revitalisasi ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM dan masyarakat terdampak melalui pendampingan, modal usaha, pelatihan, pembentukan kelompok ekonomi, serta kolaborasi untuk menciptakan kemandirian.

    Sebelumnya, Kementerian UMKM menyatakan segera melakukan pembahasan bersama untuk pemulihan ekonomi khusus bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

    Salah satu pembahasan utama yang akan dilakukan ini adalah mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR kepada pelaku usaha guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang sempat terhambat.

    “Besok kita hari Senin (8/12), mulai maraton mengundang beberapa bank penyalur KUR, agar bisa segera menyalurkan pembiayaan (bagi UMKM terdampak bencana),” kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (7/8).

    Menteri Maman menjelaskan tahapan awal dalam melakukan pemulihan ekonomi ini antara lain dengan melakukan pemetaan kondisi para pelaku UMKM yang terdampak bencana.

    Langkah pemetaan itu disebut menjadi fondasi untuk mengetahui jumlah, tingkat dampak, serta kebutuhan penanganan yang tepat bagi para pelaku usaha di wilayah terdampak.

    Pewarta: Fath Putra Mulya
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Banjir Sumatera, anggota Komisi II DPR RI usulkan pengembalian TKD

    Banjir Sumatera, anggota Komisi II DPR RI usulkan pengembalian TKD

    Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengusulkan agar pemerintah pusat dapat mengeluarkan diskresi dengan mengembalikan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) khusus untuk daerah yang terdampak banjir bandang di wilayah utara Sumatera.

    Khozin, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan usulan tersebut disampaikan demi kepentingan pemulihan setelah banjir dan longsor melanda sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    “Kami mengusulkan agar pemotongan TKD di daerah-daerah yang terdampak banjir dan longsor di Sumbar, Sumut, dan Aceh serta kabupaten/kota di wilayah tersebut agar dikembalikan ke daerah untuk kepentingan pemulihan pascabencana melalui diskresi pemerintah,” katanya.

    Dia menjelaskan usulan itu juga didasari pada permintaan yang diajukan Gubernur Sumbar Mahyeldi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    “Permintaan resmi Gubernur Sumbar menggambarkan kondisi riil kapasitas fiskal pemda yang terdampak bencana banjir dan longsor,” kata legislator yang membidangi urusan dalam negeri itu.

    Khozin mengatakan keberadaan TKD bagi daerah berperan penting untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Dana TKD sejatinya berbeda dengan dana rekonstruksi dan rehabilitasi yang memang dialokasikan oleh pemerintah pusat.

    “Dana rekonstruksi dan rehabilitasi untuk daerah terdampak dialokasikan sebesar Rp51,81 triliun yang disiapkan oleh pemerintah pusat. Nah, TKD akan lebih fokus pada pelayanan publik di daerah pascabencana,” urainya.

    Selain itu, dia menambahkan perlu kebijakan skala prioritas untuk percepatan rekonstruksi, rehabilitasi, dan optimalisasi pelayanan publik di daerah terdampak.

    “Situasi darurat ini dibutuhkan kebijakan skala prioritas untuk kepentingan daerah dan masyarakat yang terdampak bencana,” tambah Khozin.

    Pewarta: Fath Putra Mulya
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.