Author: Antaranews.com

  • Rupiah ditutup melemah 38 poin ke Rp16.725 per dolar AS

    Rupiah ditutup melemah 38 poin ke Rp16.725 per dolar AS

    Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (2/1) sore ditutup melemah 38 poin atau 0,23 persen ke level Rp16.725 per dolar AS.

    Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan geopolitik yang masih sarat ketidakpastian.

    Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih mencermati risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember yang dirilis pekan ini. Risalah tersebut menunjukkan pandangan pejabat bank sentral AS alias Federal Reserve (The Fed) yang terbelah terkait arah suku bunga ke depan.

    Sebagian pejabat menilai suku bunga sebaiknya ditahan setelah tiga kali pemangkasan sepanjang tahun lalu, sementara lainnya membuka peluang penurunan lanjutan apabila inflasi terus melandai.

    “Namun, beberapa pembuat kebijakan menilai bahwa kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menurun dari waktu ke waktu,” kata dia.

    Tekanan eksternal juga datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik.

    Konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah kedua pihak saling menuduh melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru.

    Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomasi intensif yang dipimpin Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.

    Pewarta: Bayu Saputra
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Defisit berpotensi melebar, Purbaya pastikan gerak ekonomi tetap aman

    Defisit berpotensi melebar, Purbaya pastikan gerak ekonomi tetap aman

    Mungkin defisit akan bergerak sedikit ke atas. Tapi yang jelas, kami amankan tidak melanggar undang-undang,

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mengganggu pergerakan kinerja ekonomi.

    “Mungkin (defisit) akan bergerak sedikit ke atas. Tapi yang jelas, kami amankan tidak melanggar undang-undang,” kata Purbaya dalam wawancara cegat seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat.

    Purbaya menjelaskan defisit APBN 2025 diperkirakan naik dari batas proyeksi, yang ditetapkan pada laporan semester lalu sebesar 2,78 persen, akibat perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun kemarin.

    Namun, Menkeu menyebut telah menjalankan berbagai upaya untuk memulihkan kembali kinerja ekonomi.

    Seiring dengan membaiknya perekonomian, dia menjamin perkembangan defisit APBN ke depan akan makin terkendali.

    “Dan yang penting ekonomi makin bergerak, keuntungan perusahaan juga makin baik. Otomatis nanti akan diterjemahkan kepada harga saham yang lebih tinggi,” ujarnya.

    Sebagai catatan, defisit APBN 2025 dikoreksi dari target awal 2,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 2,78 persen PDB.

    Revisi itu mempertimbangkan penerimaan negara yang bergerak melambat dari target yang ditetapkan.

    Realisasi terakhir yang dilaporkan oleh Kementerian Keuangan, defisit APBN berada pada level 2,35 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 30 November 2025, dengan nilai sebesar Rp560,3 triliun.

    Pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.351,5 triliun atau setara dengan 82,1 persen dari proyeksi (outlook) APBN tahun ini sebesar Rp2.865,5 triliun.

    Sedangkan belanja negara terealisasi sebesar Rp2.911,8 triliun atau setara 82,5 persen dari proyeksi Rp3.527,5 triliun.

    Meski penerimaan negara diproyeksikan bakal berada di bawah target (shortfall), Menkeu Purbaya konsisten berjanji akan menjaga defisit APBN tetap di bawah ambang batas yang ditetapkan UU sebesar 3 persen.

    Pewarta: Imamatul Silfia
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bulog gandeng BRIN untuk cegah beras berkutu pakai teknologi baru

    Bulog gandeng BRIN untuk cegah beras berkutu pakai teknologi baru

    Kami sudah koordinasi dengan Kepala BRIN. BRIN akan suport kami untuk pemeliharaan beras ke depan itu ada teknologi baru

    Jakarta (ANTARA) – Perum Bulog menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menerapkan teknologi baru pemeliharaan stok beras guna mencegah kutu, menjaga mutu produk, serta memperkuat ketahanan pangan nasional berkelanjutan.

    “Kami sudah koordinasi dengan Kepala BRIN. BRIN akan suport kami untuk pemeliharaan beras ke depan itu ada teknologi baru,” kata Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat.

    Meski begitu, Rizal belum menyebutkan nama teknologi yang akan digunakan. Hanya saja pihaknya menegaskan langkah itu untuk melindungi stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola BUMN pangan itu.

    Apalagi stok CBP pada awal tahun ini mencapai 3,25 juta ton. Stok beras tersebut merupakan beras peralihan dari 2025 ke 2026.

    Adapun kerja sama dengan BRIN menghadirkan teknologi pemeliharaan beras inovatif karya anak bangsa yang dirancang meningkatkan daya tahan stok tanpa ketergantungan teknologi luar negeri dalam sistem logistik pangan nasional.

    Teknologi baru tersebut diklaim mampu menjaga beras lebih sehat dan stabil kualitasnya sehingga mendukung pengelolaan cadangan pangan pemerintah dalam jangka panjang.

    “Enggak usah pakai teknologi-teknologi dari luar. Teknologi orang Indonesia aja udah pintar-pintar. Nah ini syukur alhamdulillah dari Kepala BRIN kemarin menyampaikan ada teknologi baru untuk menjaga beras jadi lebih sehat, lebih kuat dan tahan lama,” beber Rizal.

    Bulog akan menindaklanjuti kerja sama itu melalui pembahasan teknis lanjutan bersama BRIN untuk memastikan teknologi dapat diterapkan efektif di seluruh fasilitas penyimpanan beras milik negara.

    “Nanti kami tindaklanjuti ini dan diskusikan dengan Kepala BRIN untuk diterapkan di Bulog,” jelasnya.

    Ia menegaskan komitmen perusahaan menjaga kualitas seluruh beras yang dikelola dari Sabang hingga Merauke melalui sistem pengawasan terpadu dan berlapis secara konsisten setiap waktu.

    Selama ini Bulog menerapkan pola pemeliharaan beras berjenjang meliputi pemeriksaan harian, mingguan, bulanan, triwulan, hingga per semester guna memastikan kondisi stok tetap aman dan layak konsumsi masyarakat luas.

    Dia menuturkan setiap indikasi kerusakan kualitas maupun gangguan hama pada beras langsung ditangani melalui langkah percepatan seperti fumigasi terukur agar tidak menyebar dan merugikan stok lainnya di gudang penyimpanan Bulog.

    “Sehingga indikasi-indikasi penyakit (beras berkutu) itu tidak menyebar ke yang lain,” ucap Rizal.

    Upaya pemeliharaan tersebut menjadi prioritas strategis perusahaan untuk menjamin beras tetap sehat, kuat, serta tahan lama selama masa penyimpanan dan distribusi ke seluruh wilayah seluruh Indonesia.

    “Bulog itu selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas dari masing-masing produk beras,” kata Rizal.

    Sebelumnya, temuan beras berkutu di Gudang Bulog menjadi sorotan dari Komisi IV DPR RI.

    Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto mengungkap temuan beras impor telah berkutu di Gudang Perum Bulog. Hal ini berdasarkan temuan saat melakukan kunjungan ke Yogyakarta.

    Kunjungan ini dilakukan saat masa reses DPR beberapa waktu lalu. Titiek menyebutkan beras itu merupakan stok impor yang dilakukan tahun lalu.

    “Pada reses lalu, pada kunjungan kerja yang lalu, saya memimpin tim ke Yogya, dan kami meninjau Gudang Bulog. Di situ kami menemukan masih banyak beras sisa impor yang lalu di dalam Gudang Bulog yang sudah banyak kutu,” kata Titiek Soeharto dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertanian, Selasa (11/3/2025).

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menkeu optimistis pertumbuhan ekonomi dongkrak level IHSG pada 2026

    Menkeu optimistis pertumbuhan ekonomi dongkrak level IHSG pada 2026

    ANTARA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa  menyampaikan optimisme terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dapat mencapai level 10.000 pada tahun 2026. Dijumpai usai membuka perdagangan saham tahun 2026 di Gedung BEI Jakarta, Jumat (2/1) Purbaya menyebut optimisme itu berlandaskan sentimen positif yang ada dari pelaku pasar.
    (Aria Cindyara/Irfansyah Naufal Nasution/Soni Namura/I Gusti Agung Ayu N)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 36.473 kendaraan kembali ke Jakarta via MBZ awal tahun 2026

    36.473 kendaraan kembali ke Jakarta via MBZ awal tahun 2026

    Bekasi (ANTARA) – PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) menyatakan sebanyak 36.473 kendaraan kembali ke Jakarta dari arah timur melalui Ruas Mohamed Bin Zayed (MBZ) pada awal tahun baru, Kamis 1 Januari 2026 berdasarkan data pantauan lalu lintas harian.

    “Terjadi peningkatan signifikan pada pergerakan kendaraan yang kembali ke arah Jakarta tepat tahun baru kemarin,” kata GM Operasi dan Pemeliharaan PT JJC Desti Anggraeni di Bekasi, Jumat.

    Dia mengatakan peningkatan volume kendaraan yang kembali ke Jakarta pada periode tersebut mencapai 65,24 persen dibandingkan lalu lintas normal yakni sebanyak 22.073 kendaraan, menunjukkan mulai meningkatnya arus balik masyarakat setelah merayakan libur tahun baru.

    Sementara itu volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat sebanyak 30.772 kendaraan atau meningkat 26,46 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 24.334 kendaraan.

    “Mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar Jakarta pada hari pertama tahun baru 2026 relatif lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan yang kembali ke Jakarta,” ujarnya.

    Pihaknya mencatat total volume kendaraan pada dua arah yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ pada 1 Januari 2026 sebanyak 67.245 kendaraan atau mengalami kenaikan sebesar 44,9 persen dari kondisi lalu lintas normal yakni 46.407 kendaraan.

    “Data tersebut menunjukkan bahwa arus kendaraan yang menuju Jakarta lebih dominan dibandingkan arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada hari pertama tahun baru 2026,” ucapnya.

    Sementara itu, VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo mengimbau pengendara yang melintasi Tol Trans Jawa termasuk Ruas Jalan Layang MBZ untuk selalu mengutamakan keselamatan guna mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan.

    Pengguna jalan diharapkan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga kecukupan daya listrik maupun bahan bakar minyak serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca, khususnya saat berkendara di tengah hujan.

    “Tetap waspada terlebih saat hujan karena dapat mempengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. Semoga perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga sampai ke tempat tujuan,” kata dia.

    Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kapal pesiar mewah membawa 4.684 wisman singgah di Lombok

    Kapal pesiar mewah membawa 4.684 wisman singgah di Lombok

    Kita ingin kapal-kapal pesiar ini bisa tinggal sampai dua malam di sini

    Lombok Barat, NTB (ANTARA) – Kapal pesiar mewah Ovation Of The Seas dengan membawa 4.684 wisatawan mancanegara singgah di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, di awal tahun 2026, Jumat.

    Kehadiran kapal pesiar berbendera Bahama yang dimiliki Royal Caribbean ini disambut musik tradisional Suku Sasak, Lombok, Gendang Beleq.

    Hadir menyambut kedatangan wisman itu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia dan General Manager Gili Mas, Kunto Wibisono.

    Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Ovation Of The Seas merupakan kapal pesiar pertama yang singgah di Gili Mas tahun 2026.

    Ia mengapresiasi kepercayaan dunia internasional terhadap Lombok sebagai destinasi wisata kapal pesiar.

    “Kapal ini tidak menginap, tidak tinggal semalam di sini. Datang pagi, sore/malam lanjut perjalanan lagi,” ujarnya.

    Iqbal mengakui pemerintah kesulitan menyediakan akomodasi untuk 4.684 wisatawan yang datang ke Lombok.

    Untuk itu, pihaknya ke depan harus memikirkan bagaimana menyediakan akomodasi untuk para tamu kapal pesiar yang singgah di Lombok agar dampak ekonominya lebih besar.

    “Kita ingin kapal-kapal pesiar ini bisa tinggal sampai dua malam di sini. Tapi ini masalah kelengkapannya fasilitas. Ini salah satu konektivitas yang sudah ada,” terang Iqbal.

    Menurut dia, kekurangan pariwisata NTB, belum bisa menyediakan masing-masing segmen untuk para wisatawan yang datang dari kapal berukuran besar. Karena, akomodasi di Lombok belum siap dibanding Bali bahkan Singapura dalam menyambut ribuan wisatawan kapal pesiar.

    “Kita juga belum memiliki atraksi yang lengkap. Akomodasi kita tidak tersedia untuk 4.000 lebih wisatawan bisa menginap,” ucapnya.

    Di sisi lain, Gubernur NTB mengakui kedatangan kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas cukup jauh dari beberapa destinasi di Lombok seperti Mandalika, Senggigi dan Gili Gili.

    “Sampai ke Senggigi saja itu bisa satu jam lebih. Ya, ke depan kita harapkan bisa lebih lama lagi dan harus ada hotel yang tersedia untuk menampung jumlah wisatawan dengan jumlah banyak,” katanya.

    Kendati demikian, ia berharap kehadiran ribuan wisatawan dari kapal pesiar ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku pariwisata, UMKM, transportasi, serta sektor jasa lainnya di NTB.

    General Manager Gili Mas, Kunto Wibisono mengatakan kedatangan kapal pesiar Ovation Of The Seas merupakan yang pertama di awal tahun 2026 dari 25 kapal yang direncanakan. Jumlah ini lebih banyak dari dua tahun terakhir.

    “Pada tahun 2024, kita ada 22 kapal pesiar dengan jumlah penumpang 70.000, tahun 2025 ada peningkatan jumlah kapal 24 dengan 85 ribu penumpang. Jadi, ada peningkatan 10 persen dari 2024. Tahun ini ada 25 kapal,” ujarnya.

    Menurut dia, Ovation Of The Seas adalah kapal pesiar yang terbesar di awal tahun ini bersandar Pelabuhan Gili Mas, dengan panjang 348 meter, jumlah penumpang 4.684 orang wisatawan mancanegara dan kru 1.200 orang.

    “Kita pelabuhan ketiga yang disinggahi setelah dari Celukan Bawang, Benoa, baru Gili Mas, setelah itu mereka lanjut ke Singapura,” terang Kunto.

    Ia menambahkan kapal pesiar Ovation Of The Seas bersandar di Pelabuhan Gili Mas pukul 07.00 Wita pagi sampai dengan pukul 23.00 Wita.

    Di bulan Januari ini terdapat 4 kapal yang sudah konfirmasi akan sandar di Pelabuhan Gili Mas.

    Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan ke depan Pemerintah Provinsi NTB menyediakan atraksi untuk menyambut wisatawan kapal pesiar yang bisa membuat para wisatawan tinggal lebih lama di Lombok.

    “Ya kita buat polanya. Nanti kita siapkan destinasi ya. Sekarang kita menyambut dengan baik terlebih dahulu. Mudahan ke depan kita targetkan bisa menginap di Lombok,” katanya.

    Pewarta: Nur Imansyah
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pengguna Kereta Panoramic tumbuh 38,6 persen

    Pengguna Kereta Panoramic tumbuh 38,6 persen

    Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sepanjang tahun 2025, jumlah pelanggan Kereta Panoramic yang dikelola KAI Wisata mencapai 150.176 pelanggan, tumbuh 38,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang melayani 108.337 pelanggan.

    “Pertumbuhan ini menunjukkan perjalanan kereta api kian dipilih sebagai bagian dari agenda wisata, terutama oleh masyarakat yang mengutamakan kenyamanan dan nilai pengalaman selama perjalanan,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

    Menurutnya, perjalanan kereta api semakin menjadi bagian dari pengalaman wisata masyarakat. Tidak lagi sekadar mengantar dari satu kota ke kota lain, perjalanan kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.

    “Tren tersebut tercermin dari meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan Kereta Panoramic yang menghadirkan pengalaman perjalanan berbeda sejak keberangkatan,” ujarnya.

    Kinerja positif Kereta Panoramic juga terlihat pada Desember 2025. Pada periode tersebut, sebanyak 16.632 pelanggan memilih layanan Kereta Panoramic, sekaligus menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun.

    Tingginya minat ini, kata Anne, sejalan dengan momentum libur akhir tahun, ketika perjalanan kereta api dimanfaatkan sebagai bagian dari aktivitas wisata keluarga dan rekreasi.

    Selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada periode 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, KAI Wisata mencatat 20.433 pelanggan menikmati berbagai layanan wisata kereta api, termasuk Panoramic, Priority, dan Imperial.

    Angka tersebut mencerminkan preferensi masyarakat terhadap layanan perjalanan yang menawarkan kenyamanan, keunikan, serta pengalaman yang berkesan. Tren itu menandai perubahan cara pandang masyarakat dalam bepergian.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dirut Bulog: Target penyaluran beras SPHP pada 2026 capai 1,5 juta ton

    Dirut Bulog: Target penyaluran beras SPHP pada 2026 capai 1,5 juta ton

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan target penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,5 juta ton sepanjang 2026 guna menjaga keterjangkauan harga nasional bagi masyarakat luas.

    Dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat, Rizal mengatakan penyaluran SPHP tahun 2026 direncanakan berlangsung sepanjang tahun penuh, berbeda dengan 2025 yang berjalan terputus selama delapan bulan akibat penyesuaian kebijakan.

    “(Target) SPHP (di 2026) 1,5 juta ton dan direncanakan ini sepanjang tahun 2026, enggak kayak kemarin. Kalau kemarin kan terputus-putus, cuma delapan bulan kemarin. Nah ini harapannya untuk SPHP tahun 2026 itu sepanjang tahun,” kata Rizal.

    Bulog akan menyesuaikan volume penyaluran SPHP pada puncak musim panen, terutama Maret, April, dan Agustus, agar tidak menekan harga gabah petani di sentra produksi padi.

    Di wilayah sentra produksi seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), kata Rizal, volume SPHP akan dikurangi, sementara daerah nonproduksi tetap dilayani normal demi stabilitas pasokan harga beras nasional.

    Kebijakan diferensiasi wilayah tersebut bertujuan mencegah kelebihan pasokan di pasar lokal, menjaga keseimbangan suplai, serta melindungi pendapatan petani saat panen raya agar ekonomi perdesaan tetap tumbuh stabil dan berdaya.

    Adapun sepanjang 2025, Bulog mencatat penyaluran beras SPHP mencapai 802.939 ton. Penyaluran beras SPHP dilakukan Bulog melalui berbagai gerai resmi meliputi pengecer di pasar rakyat; Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; pemerintah daerah melalui gerai pangan binaan dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pupuk Indonesia berhasil salurkan pupuk subsidi di Jatim per 1 Januari

    Pupuk Indonesia berhasil salurkan pupuk subsidi di Jatim per 1 Januari

    penebusan pupuk bersubsidi bisa dilakukan beberapa menit setelah pergantian tahun atau per 1 Januari 2026

    Madiun (ANTARA) – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menyalurkan pupuk bersubsidi untuk petani di wilayah Jawa Timur mulai 1 Januari 2026, sebagai wujud pemerintah memberikan kepastian ketersediaan sarana produksi pertanian tepat waktu.

    General Manager (GM) 3 PT Pupuk Indonesia (Persero) Taufiek dalam keterangannya di Madiun, Jumat, mengatakan dengan persiapan yang matang, sistem penebusan pupuk subsidi beroperasi mulai pukul 00.00 WIB tanggal 1 Januari 2026.

    Kondisi ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya yang terkadang terkendala proses administratif di akhir tahun.

    “Penebusan dilakukan oleh petani dari beberapa daerah di Jawa Timur. Alhamdulillah prosesnya lancar tidak ada kendala. Petani bisa langsung melakukan pemupukan siang harinya,” ujar Taufiek.

    Menurut dia, sejumlah petani di Jawa Timur telah melakukan penebusan di awal tahun, menyusul telah mendapat informasi dari pemerintah yang berkomitmen menyediakan pupuk bersubsidi sejak awal tahun dengan penebusan yang lebih mudah.

    Sesuai data, petani yang tercatat berhasil melakukan penebusan pupuk pada 1 Januari 2026, terpantau dari Bangkalan, Bondowoso dan Jember.

    “Ini menjadi bukti kesiapan Pupuk Indonesia dalam melayani petani memenuhi kebutuhan pupuknya. Yakni penebusan pupuk bersubsidi bisa dilakukan beberapa menit setelah pergantian tahun atau per 1 Januari 2026,” katanya.

    Ia menjelaskan penebusan pupuk yang dilakukan petani prosesnya cukup mudah. Petani terdaftar cukup datang ke kios resmi dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    Petani sudah bisa melakukan penebusan sesuai dengan alokasi dan HET terbaru yang diturunkan 20 persen.

    Taufiek menambahkan, tahun 2026, pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian dan perikanan.

    Adapun alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian mencapai 9,55 juta ton, atau sama dengan tahun 2025. Sementara alokasi pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan sebanyak 295.676 ton.

    Pupuk subsidi sektor pertanian hanya bisa ditebus oleh petani yang terdaftar di Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) Kementerian Pertanian.

    Untuk pembudidaya ikan harus terdaftar di Elektronik Rencana Penyediaan dan Penyaluran Subsidi Pupuk (e-RPSP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    “Kami menyambut baik kegiatan penebusan di awal tahun 2026, karena kegiatan ini dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” kata Taufiek.

    Sesuai data, keberhasilan menebus pupuk subsidi pada awal tahun ini terpantau dilakukan oleh Ahmad Bakar petani dari Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso. Ahmad Bakar berhasil menebus pupuk Urea bersubsidi pada tanggal 1 Januari 2026 pukul 00.01 WIB di Kios Putra Tunggal.

    Petani Jawa Timur lainnya yang berhasil melakukan penebusan pupuk beberapa menit setelah pergantian tahun 2026 adalah Suhaeri asal Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

    Ia menebus pupuk Urea dan NPK Phonska di Kios UD. Aneka pada pukul 00.01 WIB. Para petani menegaskan proses penebusan pupuk dapat dilakukan dengan mudah dan lancar.

    Sejumlah petani dari Kabupaten Bangkalan juga terpantau melakukan penebusan pupuk subsidi pada kisaran pukul 00.10 WIB hingga 00.16 WIB.

    Para petani tersebut menebus Urea 50 kilogram dengan harga Rp90.000 kemudian pupuk NPK Phonska dengan harga Rp92.000.

    Taufiek memastikan komitmen Pupuk Indonesia dalam penyaluran per awal tahun ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

    Pewarta: Louis Rika Stevani
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • PAD Kota Jayapura 2025 tembus 102 persen target

    PAD Kota Jayapura 2025 tembus 102 persen target

    ANTARA – Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Jayapura sepanjang 2025 melampaui target yang ditetapkan. Bapenda mencatat PAD mencapai 298 miliar rupiah atau 102 persen dari target 290 miliar rupiah. Capaian ini dinilai sebagai hasil sinergi pemerintah daerah, mitra usaha, dan kepatuhan wajib pajak.
    (Laksa Mahendra/Soni Namura/I Gusti Agung Ayu N)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.