Author: Antaranews.com

  • Anggota DPR: Izin pemberian bantuan tak boleh hambat solidaritas warga

    Anggota DPR: Izin pemberian bantuan tak boleh hambat solidaritas warga

    Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi VIII DPR, Dini Rahmania, mengatakan, persyaratan izin penggalangan dana untuk memberi bantuan bagi korban bencana jangan sampai justru menghambat solidaritas warga.

    Ia mengatakan, di fase tanggap darurat atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini prinsip kemanusiaan menuntut kecepatan. Ia menyampaikan hal itu guna pernyataan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, tentang kewajiban izin untuk penggalangan dana.

    “Dalam keadaan darurat, yang utama adalah menyelamatkan nyawa. Maka, mekanisme izin harus disesuaikan, dipermudah, dan jangan menghambat penyaluran bantuan,” kata dia, di Jakarta, Kamis.

    Ia mengungkapkan, kewajiban izin tersebut diatur dalam UU Nomor 9/1961 tentang Pengumpulan Uang dan Barang, dan aturan turunannya tercantum dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 8/2021.

    Namun, dia mengungkapkan bahwa berbagai analisis dan kebijakan dari sektor filantropi menilai bahwa mekanisme perizinan saat ini dirasa sering kurang responsif terhadap situasi bencana, termasuk lamanya proses perizinan, juga risiko kriminalisasi relawan.

    Dia menyebut UU Nomor 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, dan Peraturan Presiden Nomor 75/2021 tentang Dana Bersama Penanggulangan Bencana, menekankan bahwa pendanaan bencana harus tersedia tepat waktu dan tepat guna.

    Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan skema pengecualian prosedur izin atau mekanisme notifikasi cepat bagi penggalangan dana darurat, dengan kewajiban pelaporan setelahnya. Untuk itu, menurut dia, relawan, komunitas, dan organisasi filantropi dapat bergerak cepat risiko kriminalisasi.

    Di samping itu, dia mengingatkan kepada sejumlah pemerintah daerah yang terdampak bencana untuk mengelola alokasi Rp4 miliar dari Presiden secara cepat, terukur, dan transparan, mengacu pada mekanisme penanggulangan bencana nasional.

    “Pemda wajib memastikan dana ini benar-benar untuk kebutuhan darurat masyarakat: logistik, naungan, layanan kesehatan, dan akses dasar. Pengelolaan harus cepat, namun tetap akuntabel,” ungkapnya.

    Dalam kerangka hukum penanggulangan bencana (UU 24/2007) dan operasional pendanaan (Perpres 75/2021), menurut dia, BNPB memiliki peran koordinasi dan dapat membantu verifikasi kebutuhan, prioritas lokasi, serta prosedur teknis penyaluran dana bersama agar sesuai standar penanggulangan bencana nasional.

    “Kita semua satu tujuan; menyelamatkan nyawa, meringankan penderitaan warga, dan memulihkan kehidupan. Pemerintah harus memastikan pengaturan hukum tidak menghalangi kedermawanan rakyat-tapi pada saat yang sama menjamin akuntabilitas,” kata dia.

    Sebelumnya, Yusuf pada Selasa (9/12) menjelaskan, pada dasarnya siapapun boleh mengumpulkan donasi, baik perorangan maupun lembaga, tetapi sebaiknya mengikuti ketentuan dengan mengajukan izin terlebih dahulu.

    “Izinnya bisa dari kabupaten, kota, atau dari Kemensos kalau tingkat nasional, ya. Sangat mudah izinnya, enggak perlu rumit, yang paling penting nanti kalau sudah mendapatkan sumbangan itu dilaporkan. Kalau misalnya Rp500 juta ke bawah itu cukup audit internal, tetapi laporannya harus diserahkan ke Kemensos,” kata dia.

    Ia melanjutkan, untuk donasi di atas Rp500 juta, harus menggunakan auditor yang memiliki sertifikat resmi sehingga penyaluran donasi dapat tepat sasaran.

    “Harus bekerja sama dengan auditor yang bersertifikat untuk bisa melaporkan, dapatnya dari mana saja, dan untuk apa saja,” ucapnya.

    Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
    Editor: Ade P Marboen
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • TNI evakuasi korban bencana pengidap stroke di Aceh dengan helikopter

    TNI evakuasi korban bencana pengidap stroke di Aceh dengan helikopter

    Jakarta (ANTARA) – TNI AL mengevakuasi korban banjir pengidap stroke di Aceh Tamiang dengan helikopter untuk dibawa ke kapal rumah sakit KRI dr Soeharso-990 agar mendapatkan penangan medis lebih layak, Kamis.

    Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.

    Warga penderita stroke itu bernama Kartini (63) yang tinggal di desa Marlempang, Kecamatan Bedahara, Kabupaten Aceh Tamiang.

    “Wilayah desa tempat tinggalnya saat ini berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan darat akibat jalur terputus,” kata Tunggul.

    Karena sulit mendapatkan akses fasilitas kesehatan, TNI AL mengerahkan Helikopter HS-1302 untuk mengangkut Kartini ke KRI dr Soeharso-990.

    Hingga saat ini, Kartini masih menjalani perawatan medis oleh personel kesehatan KRI dr Soeharso-990.

    “Kondisi sudah semakin membaik,” jelas Tunggul.

    Tunggul menegaskan tindakan ini menjadi bukti kuatnya dukungan TNI AL dalam proses pemulihan pasca bencana di Sumatera.

    Tunggul memastikan seluruh personel dan alutsista yang dikerahkan tidak akan mengendurkan semangat dalam memberi layanan kepada para korban banjir di Sumatera.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Ade P Marboen
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Komisi XIII DPR harap pengelola MBG kedepankan sisi kemanusiaan

    Komisi XIII DPR harap pengelola MBG kedepankan sisi kemanusiaan

    Wamena (ANTARA) – Anggota Komisi XIII DPR, Yan P Mandenas, mengharapkan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG di wilayah Papua Pegunungan kedepankan sisi kemanusiaan.

    “Kami berharap pengelola dapur MBG di seluruh wilayah Indonesia khususnya Papua Pegunungan untuk mengedepankan sisi kemanusiaan dibandingkan bisnis, sehingga penerima manfaat benar-benar memperoleh asupan gizi yang sesuai,” katanya dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis.

    Menurut dia, ketika pengelola dapur MBG mengedepankan kemanusiaan dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto maka sasaran yang akan dicapai dapat terwujud.

    “Kami menyarankan siapa pun yang akan mengelola dapur MBG supaya mengedepankan kemanusiaan, sehingga dalam tata kelola bisnis diperoleh tetapi tidak mengambil lebih dan sasaran penerima manfaat memperoleh asupan gizi yang baik dapat terwujud,” ujarnya.

    Dia mengingatkan pengelola dapur di Papua Pegunungan khususnya di Kabupaten Jayawijaya supaya lebih baik dan optimal sehingga pelajar mulai PAUD, TK hingga SMA/SMK di daerah ini kecukupan gizinya terwujud.

    “MBG merupakan program unggulan bapak presiden untuk memberikan asupan gizi yang optimal bagi generasi muda Indonesia untuk mewujudkan visi misi besar Indonesia Emas di tahun 2045,” katanya.

    Dia menambahkan tahun depan seluruh wilayah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T di seluruh wilayah Indonesia khususnya Papua Pegunungan sudah harus ada pengelola dapur MBG.

    “Tahun depan kami akan mendorong percepatan program MBG di seluruh wilayah Papua khususnya wilayah 3T sudah harus tercover. Kami akan berkoordinasi dengan kepala BGN untuk mengundang kepala-kepala daerah di Papua atau mengirimkan tim untuk mendorong percepatan program MBG di enam provinsi tanah Papua,” ujarnya.

    Pewarta: Yudhi Efendi
    Editor: Ade P Marboen
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • TNI AD percepat pembangunan jembatan darurat di Aceh

    TNI AD percepat pembangunan jembatan darurat di Aceh

    Upaya percepatan ini dilakukan untuk membuka isolasi wilayah, memulihkan mobilitas warga, serta memastikan distribusi bantuan dapat kembali berjalan lancar

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan pihaknya berupaya mempercepat pembangunan jembatan darurat atau jembatan bailey di wilayah Aceh.

    Pembangunan itu dilakukan untuk menyambungkan jalur darat yang sebelumnya terputus karena bencana banjir.

    “Upaya percepatan ini dilakukan untuk membuka isolasi wilayah, memulihkan mobilitas warga, serta memastikan distribusi bantuan dapat kembali berjalan lancar,” kata Donny saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.

    Donny pun menjelaskan progres pembangunan jembatan bailey di beberapa titik di wilayah Aceh.

    Progres signifikan terlihat pada pembangunan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen. Jembatan dengan bentang 25 meter dan kapasitas 40 ton tersebut kini telah mencapai 75 persen dan ditargetkan tuntas pada 11 Desember 2025.

    Progres pengerjaan yang sama juga terlihat dalam pembangunan Jembatan Teupin Reudep, jalur alternatif penghubung Bireuen – Lhokseumawe – Bener Meriah.

    Jembatan berukuran 36 meter dengan kapasitas 20 ton ini ditargetkan selesai pada 13 Desember 2025.

    Di titik lainnya, lanjut Donny, personel TNI AD baru memulai tahapan awal pembangunan Jembatan Kuta blang sepanjang 80 meter yang menjadi penghubung utama Bireuen–Lhokseumawe juga terus berjalan.

    Pembangunan Jembatan Jeurata di Aceh Tengah yang menghubungkan Kabupaten Pidie dan Aceh Tengah juga mulai dikebut dan saat ini memasuki tahap persiapan lokasi, penyusunan alat, serta penataan material sebagai langkah percepatan pengerjaan.

    Pembangunan jembatan lainnya yakni yang di wilayah Bireuen seperti Ulee Jalan, Matang Bagka, dan Alue Limeng masih dalam tahap menunggu kedatangan material.

    “Ketiga jembatan dengan bentang 15–21 meter tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2025, bergantung pada ketersediaan material dari luar daerah,” jelas Donny.

    Donny melanjutkan, personel dari Kodam Iskandar Muda akan terus berupa mempercepat pembangunan jembatan-jembatan tersebut agar bisa selesai akhir Desember 2025.

    Dengan terbangunnya jembatan bailey, Donny yakin pengiriman logistik korban banjir lewat jalur darat akan lebih maksimal.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Komisi Percepatan Reformasi Polri serap aspirasi masyarakat di Sumut 

    Komisi Percepatan Reformasi Polri serap aspirasi masyarakat di Sumut 

    Dengan turun langsung ke daerah, tim dapat menangkap aspirasi masyarakat yang selama ini tidak tersampaikan di pusat

    Medan (ANTARA) – Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyerap aspirasi masyarakat di Sumatera Utara guna meningkatkan pelayanan institusi yang lebih baik lagi.

    Dalam kunjungan ke Kantor LKBN ANTARA Biro Sumut di Medan, Kamis, Kepala Sekretariat Komisi Percepatan Reformasi Polri Eddy Cahyono Sugiarto​​​​​​​mengatakan kedatangan tim ke Sumut merupakan bagian dari pelaksanaan program Presiden Prabowo Subianto terkait reformasi birokrasi Polri.

    “Program tersebut merupakan bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem kenegaraan,” ujar Eddy.

    Ia melanjutkan reformasi tidak hanya dilakukan di tubuh Polri, tetapi juga akan berlanjut pada peradilan, kejaksaan, birokrasi, dan layanan publik agar semakin baik.

    Untuk itu, pihaknya akan menyerap sebanyak mungkin aspirasi masyarakat Sumut melalui kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna, Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada Jumat.

    “Kegiatan ini dilakukan secara terbuka dan dihadiri di antaranya forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan praktisi hukum,” ucapnya.

    Ia mengatakan kegiatan tersebut juga dihadiri anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri yakni Mahfud MD dan Komjen (Purn) Ahmad Dofiri untuk menyerap aspirasi masyarakat Sumut.

    “Tahap jemput aspirasi ini penting untuk menggambarkan kondisi lapangan secara lebih nyata. Dengan turun langsung ke daerah, tim dapat menangkap aspirasi masyarakat yang selama ini tidak tersampaikan di pusat,” ujarnya.

    Eddy, yang juga menjabat Kepala Biro Humas Kemensetneg menegaskan tidak ada aspirasi yang akan diabaikan karena setiap masukan akan dianalisis dan menjadi bagian dari laporan resmi kepada Presiden.

    Selain kegiatan secara luring, pihaknya juga menyediakan layanan daring bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan WhatsApp 08131797771 atau email SETKOMISIREFORMASIPOLRI@SETNEG.GO.ID.

    Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat untuk menjaring berbagai masukan dan aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat guna merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mempercepat reformasi Polri.

    Hingga 10 Desember 2025, Komisi Percepatan Reformasi Polri telah melakukan sebanyak 16 kali audiensi yang dihadiri oleh sebanyak 78 kelompok masyarakat.

    Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie sebelumnya mengatakan masukan yang diberikan oleh kelompok masyarakat tersebut akan menjadi bahan Komisi Percepatan Reformasi Polri untuk merumuskan berbagai alternatif kebijakan baru dalam rangka reformasi kepolisian, baik secara struktural, kultural, maupun instrumental.

    “Jadi kami mulai pelan-pelan. Kalau kemarin belum punya sikap, belum punya keputusan tapi satu bulan ke depan mulai kami intensifkan rapat-rapat untuk menyepakati kebijakan reformasi yang dimaksud,” ujar Jimly.

    Dalam arahannya kepada anggota komisi, Presiden Prabowo Subianto meminta agar para melakukan kajian menyeluruh dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara terhadap institusi Polri, termasuk menilai kekuatan dan kelemahan yang ada. Presiden juga meminta agar Komisi bekerja secara terbuka dan mendengarkan aspirasi dari berbagai kalangan.

    “Komisi ini tugas utama adalah mempelajari dan nanti memberi rekomendasi kepada saya sebagai kepala negara dan kepala pemerintah untuk mengambil tindakan-tindakan reformasi yang diperlukan, bila mana diperlukan. Dan ini juga mungkin untuk kita kaji institusi-institusi lain yang mungkin memerlukan suatu perbaikan,” kata Presiden Prabowo.

    Pewarta: M. Sahbainy Nasution
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Komisi Percepatan Reformasi Polri jaring masukan di Aceh

    Komisi Percepatan Reformasi Polri jaring masukan di Aceh

    Dalam pertemuan tersebut, banyak kritik dari masyarakat Aceh yang disampaikan. Kami mencermati setiap masukan dan ini akan menjadi bahan bagi kami dalam reformasi kepolisian

    Banda Aceh (ANTARA) – Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar dengar pendapat dalam rangka menjaring masukan dan saran komponen masyarakat terkait reformasi kepolisian dari Provinsi Aceh.

    Rapat penjaringan masukan reformasi kepolisian dari Provinsi Aceh tersebut berlangsung tertutup untuk media massa digelar di ruang rapat senat Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, Kamis.

    Rapat diikuti sejumlah guru besar dari berbagai perguruan tinggi, praktisi hukum, lembaga bantuan hukum, organisasi kemasyarakatan, dan komponen masyarakat lainnya.

    Rapat turut dihadiri Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Yusril Ihza Mahendra yang juga Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan serta Idham Azis yang menjabat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) 2019-2021.

    Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Yusril Ihza Mahendra mengatakan pihaknya banyak menerima masukan di antara terkait struktur, kultur, layanan kepolisian, dan lainnya.

    “Dalam pertemuan tersebut, banyak kritik dari masyarakat Aceh yang disampaikan. Kami mencermati setiap masukan dan ini akan menjadi bahan bagi kami dalam reformasi kepolisian,” katanya.

    Menyangkut struktur, kata dia, berkembang wacana kepolisian berada di bawah kementerian. Ada juga tetap di bawah Presiden. Namun soal struktur, kepolisian tetap berada di bawah Presiden.

    Kemudian, pelayanan penegakan hukum banyak masukan. Begitu jug dengan pendidikan kepolisian, disarankan tidak menonjolkan militer karena polisi adalah sipil, kata dia.

    “Yang banyak menjadi sorotan adalah proses penyelidikan dan penyidikan. Apa yang disampaikan di Aceh ini kami catat dan menjadi masukan untuk selanjutnya menjadi rekomendasi komisi kepada Presiden,” kata Yusril Ihza Mahendra.

    Dalam kesempatan itu, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan duka atas bencana yang dialami masyarakat Aceh. Serta menyampaikan terima kasih atas dukungan Universitas Syiah Kuala memfasilitasi pertemuan tersebut

    “Pertemuan serupa juga dilaksanakan di berbagai provinsi di Aceh Indonesia. Dari semua pertemuan tersebut, Komisi Percepatan Reformasi Polri merekomendasikan apa saja poin untuk kepolisian yang lebih baik lagi,” kata Yusril Ihza Mahendra.

    Pewarta: M.Haris Setiady Agus
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mendagri: OTT Lampung Tengah harus jadi peringatan bagi kepala daerah

    Mendagri: OTT Lampung Tengah harus jadi peringatan bagi kepala daerah

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan penangkapan terhadap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menjadi peringatan bagi kepala daerah lain untuk terus menjunjung tinggi integritas.

    “Saya kira OTT ini juga menjadi warning lagi, bagi teman-teman kepala daerah,” kata Tito kepada wartawan di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis.

    Tito juga menyayangkan masih adanya kepala daerah yang ditangkap oleh aparat penegak hukum karena kasus korupsi, meski sudah mendapatkan pembekalan pada retret kepala daerah.

    “Saya perhatikan baru satu tahun, sudah berapa yang kena OTT? termasuk ada yang gubernur. Padahal sudah pernah retret, kita ditanamkan wawasan kebangsaan,” ujarnya.

    Mendagri juga menyebut penangkapan terhadap Ardito Wijaya akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam sistem rekrutmen kepala daerah.

    Saat ditanya soal pemilihan kepala daerah secara langsung maupun tidak langsung, Mendagri mengatakan keduanya bisa dilakukan asalkan tetap dilaksanakan secara demokratis.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya (AW) dan adiknya, Ranu Hari Prasetyo (RNP) bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka.

    Adapun, kasus yang menjerat kelimanya terkait dugaan penerimaan hadiah dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2025.

    Pelaksana Harian (Plh.) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Mungki Hadipratikto mengungkapkan lembaga antirasuah menetapkan kelimanya sebagai tersangka setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 9-10 Desember 2025.

    “Setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, termasuk AW selaku Bupati Lampung Tengah periode 2025-2030, dan RNP selaku adik Bupati Lampung Tengah,” ujar Mungki di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis.

    Sementara itu, Mungki mengatakan tiga orang tersangka lainnya, yaitu anggota DPRD Lampung Tengah Riki Hendra Saputra (RHS), Plt. Kepala Bapenda Lampung Tengah Anton Wibowo (ANW), serta Direktur PT Elkaka Putra Mandiri Mohamad Lukman Sjamsuri (MLS).

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mendagri: Pilkada langsung tak otomatis kepala daerahnya baik

    Mendagri: Pilkada langsung tak otomatis kepala daerahnya baik

    Ternyata kan Pilkada langsung enggak harus membuat otomatis kepala daerahnya baik

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung tidak otomatis menghasilkan kepala daerah yang baik sesuai dengan yang diharapkan publik.

    “Ternyata kan Pilkada langsung enggak harus membuat otomatis kepala daerahnya baik,” kata Tito kepada wartawan di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis.

    Hal itu disampaikan Mendagri saat menanggapi pertanyaan soal kajian terhadap sistem pemilihan kepala daerah usai penangkapan terhadap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Tito mengatakan penangkapan tersebut juga akan menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap sistem Pilkada yang saat ini berjalan.

    “Jadi bahan evaluasi kita ini kira-kira, termasuk evaluasi mengenai mekanisme rekrutmen kepala daerah,” ujarnya.

    Sebelumnya, wacana soal kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mencuat setelah diusulkan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

    “Khusus menyangkut Pilkada, setahun lalu kami menyampaikan, kalau bisa Pilkada dipilih lewat DPRD saja. Banyak pro kontra, tapi setelah kami mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPR Kabupaten/Kota biar tidak lagi pusing-pusing,” kata Bahlil di Istora Senayan, Jakarta.

    Usulan itu disampaikan Bahlil dalam acara doa bersama Perayaan Puncak HUT ke-61 Golkar bertajuk Merajut Kebersamaan Membangun Indonesia Maju di Istora Senayan, Jakarta.

    Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Presiden Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta sejumlah pejabat negara dan pimpinan partai politik.

    Bahlil mengatakan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) tersebut akan dimulai tahun depan dengan melibatkan semua pihak sehingga mengakomodir aspirasi dari semua pihak.

    “Ini agar pembahasannya bisa komprehensif, hati-hati dan cemat, dengan melibatkan masukan yang luas. RUU Ini harus melalui kajian yang mendalam,” ujarnya.

    Bahlil menegaskan pembahasan tentang UU Politik harus menyertakan aspirasi dari semua pihak, sehingga tidak ada pihak yang merasa aspirasinya tidak didengar dan berujung dengan gugatan ke MK.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • TNI AU kerahkan dua Hercules antar logistik ke Sumatera

    TNI AU kerahkan dua Hercules antar logistik ke Sumatera

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pihaknya kembali mengerahkan dua pesawat angkut Hercules untuk mengantar logistik ke wilayah bencana di Sumatera, Rabu.

    “Kita kerahkan dua pesawat angkut, C-130J Super Hercules A-1339 dan C-130 Hercules A-1326, untuk menyalurkan 18.949 kilogram bantuan kemanusiaan,” kata I Nyoman saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.

    I Nyoman mengatakan pengerahan pesawat Hercules itu dalam rangka mendukung upaya pemerintah memastikan logistik sampai di tangan korban bencana dengan selamat.

    Dia melanjutkan, pesawat C-130J Super Hercules A-1339 lebih dulu diberangkatkan menuju Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) dengan membawa 5.214 kilogram bantuan yang terdiri dari pakaian, sembako, serta filter air.

    “Pesawat C-130 Hercules A-1326 diterbangkan menuju Lanud Soewondo (SWO) dengan mengangkut 13.735 kg bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan perlengkapan mandi,” tambah I Nyoman.

    Setelah sampai di posko logistik di lanud, TNI AU, AD dan AL akan mengerahkan helikopternya untuk mendistribusikan bantuan ke lokasi bencana yang masih terisolir.

    I Nyoman memastikan, seluruh pesawat angkut TNI AU masih terus beroperasi mengantar logistik ke wilayah bencana.

    Dengan adanya bantuan tersebut, dia berharap proses pemulihan pascabencana bisa berjalan dengan maksimal.

    Pewarta: Walda Marison
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kapolri serahkan enam truk bantuan bagi korban bencana di Aceh Tamiang

    Kapolri serahkan enam truk bantuan bagi korban bencana di Aceh Tamiang

    Tidak hanya fasilitas, Polri juga menurunkan tim trauma healing (pemulihan trauma) dengan melibatkan 12 orang anggota

    Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerahkan enam truk bantuan bagi korban terdampak bencana di Aceh Tamiang, Aceh.

    Bantuan itu diserahkan saat Kapolri bersama jajaran meninjau posko pengungsian di Jembatan Kuala Simpang yang ditempati sebanyak 240 orang.

    Dari keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, dilaporkan truk 1 berisi bantuan gergaji listrik sebanyak 20 set, jet pump sebanyak 30 unit, genset bensin sebanyak 15 set, pompa robin 3 inci sebanyak 30 unit, selang buang sebanyak 4 rol, selang isap sebanyak 6 rol, genset sebanyak 5 unit, kain kafan sebanyak 5 rol, dan mainan anak-anak sebanyak 156 buah.

    Truk 2 berisi tandon air ukuran 1.100 liter sebanyak 8 buah. Selanjutnya, truk 3 berisi tandon ukuran 1.100 liter sebanyak 12 buah, solar sebanyak 23 jerigen (1 jerigen = 20 liter), bensin sebanyak 13 jerigen (1 jerigen = 20 liter), oli campur genset sebanyak 4 botol, dan pompa minyak dari jerigen sebanyak 2 buah.

    Setelah itu, truk 4 berisi 200 paket sembako yang masing-masing berisi 5 kilogram beras; 1 liter minyak goreng; 1 kilogram gula; 8 buah mie instan; 2 buah biskuit; 1 kotak teh; pakaian dinas lapangan (PDL) sebanyak 600 setel, WiFi sebanyak 3 unit, baju penanggulangan bencana sebanyak 300 buah, topi rimba sebanyak 10 buah, PDL tactical sebanyak 20 setel, kaos kaki dislap sebanyak 10 pasang, dan baju kaos sebanyak 20 buah.

    Berikutnya, truk 5 berisi bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo yang terdiri dari masker sebanyak 300 kotak, kasa sebanyak 5 koli, obat-obatan sebanyak 1.745 kotak, nasi instan sebanyak 10 dus, bumbu dapur sebanyak 23 dus, camilan bayi sebanyak 2 dus, makanan camilan sebanyak 9 dus, rokok sebanyak 1.300 bungkus, mukena sebanyak 200 buah, selimut sebanyak 300 buah, tas selempang sebanyak 50 buah, dan seragam sekolah sebanyak 591 buah.

    Terakhir, truk 6 berisi Seragam sekolah SD, SMP, SMA sebanyak 1.184 setel hingga selimut sebanyak 300 buah.

    Adapun dalam posko pengungsian tersebut, Polri telah menyediakan berbagai layanan, di antaranya dapur lapangan dengan kapasitas 450 porsi untuk satu kali masak, posko layanan kesehatan yang melibatkan 31 tenaga kesehatan, serta alat water treatment yang dapat menghasilkan 16.000 liter air bersih per hari.

    Tidak hanya fasilitas, Polri juga menurunkan tim trauma healing (pemulihan trauma) dengan melibatkan 12 orang anggota.

    Pewarta: Nadia Putri Rahmani
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.