Author: Antaranews.com

  • AMPG bagikan lampu darurat ke warga Aceh Tamiang

    AMPG bagikan lampu darurat ke warga Aceh Tamiang

    Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran Golkar di tengah masyarakat, sekaligus memastikan warga tidak menjalani malam tanpa penerangan selama masa pemulihan pasca-banjir

    Jakarta (ANTARA) – Sayap pemuda Partai Golkar, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menyalurkan bantuan lampu darurat kepada warga Aceh Tamiang yang hingga kini masih terputus dari pasokan listrik lantaran banyak tiang listrik yang tumbang akibat diterjang banjir besar.

    Bantuan tersebut merupakan arahan langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

    “Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran Golkar di tengah masyarakat, sekaligus memastikan warga tidak menjalani malam tanpa penerangan selama masa pemulihan pasca-banjir,” kata Ketua Pengurus Pusat AMPG Said Aldi Al Idrus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    Penyaluran bantuan dipimpin oleh Said Aldi Al Idrus, bersama ketua DPD Golkar Aceh Tamiang H.Adriadi dan unsur pengurus pusat dan daerah.

    Relawan AMPG turun langsung ke sejumlah titik pengungsian dan daerah pedalaman yang mengalami kerusakan jaringan listrik, termasuk wilayah Dusun Tualang, Kampung Sungai Liput di Kecamatan Kejuruan Muda.

    Lampu darurat berbasis air garam ini mampu menyala hingga sepuluh jam dan menjadi solusi penerangan sementara bagi warga yang masih berada dalam kondisi gelap gulita.

    Selain ditempatkan di posko, lampu darurat tersebut juga dibagikan langsung ke rumah-rumah warga yang membutuhkan, terutama keluarga dengan anak-anak yang kesulitan beraktivitas saat malam hari.

    Seorang warga Aceh Tamiang, Tarmidi, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan tersebut. Menurutnya, lampu darurat tersebut sangat membantu keluarga mereka selama aliran listrik belum kembali pulih.

    Penyaluran ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi warga di daerah yang terdampak bencana banjir.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo shalat Jumat bersama penyintas, simak khutbah bertema musibah

    Prabowo shalat Jumat bersama penyintas, simak khutbah bertema musibah

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan shalat Jumat bersama para penyintas banjir di Aceh Tengah, Provinsi Aceh, sambil menyimak khutbah bertema “Bersahabat dengan Musibah”.

    Sekretariat Presiden di Jakarta, Jumat, menginformasikan aktivitas itu dijalani Kepala Negara beserta rombongan di Masjid Besar Al-Abrar, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.

    “Kehadiran Presiden disambut para jamaah serta jajaran pemerintah daerah setempat,” demikian petikan keterangan Sekretariat Presiden.

    Shalat Jumat dipimpin Imam Tengku Mino, sementara khutbah disampaikan Tengku Muslim yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Syariat Islam.

    Dalam khutbah bertema “Bersahabat dengan Musibah”, Tengku Muslim mengajak jamaah untuk memaknai setiap ujian sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT yang menuntut kesabaran, ketabahan, serta solidaritas sosial dalam membantu sesama yang terdampak.

    Pelaksanaan shalat Jumat ini dilakukan Presiden Prabowo setelah meninjau penanganan bencana di Kabupaten Aceh Tamiang pada pagi hari, termasuk memantau distribusi bantuan darurat.

    Usai menunaikan shalat, Presiden Prabowo melanjutkan agenda meninjau posko pengungsi, kegiatan trauma healing, dapur umum, serta posko kesehatan yang disiapkan untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya.

    Pewarta: Andi Firdaus
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Farhan minta warga tak terpancing provokasi unggahan YouTuber Resbob

    Farhan minta warga tak terpancing provokasi unggahan YouTuber Resbob

    Kota Bandung (ANTARA) – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta masyarakat agar tidak terpancing oleh unggahan YouTuber Resbob atau Adimas Firdaus yang diduga mengandung ujaran kebencian terhadap suku Sunda dan suporter Persib Bandung.

    Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung mendukung penuh proses penegakan hukum dan menyerahkan seluruh tahapan penyelidikan kepada aparat terkait.

    “Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Masyarakat tidak perlu mengambil tindakan sendiri,” kata Farhan di Bandung, Jumat.

    Ia mengimbau warga agar tidak membalas dengan komentar negatif ataupun tindakan lain yang dapat memperkeruh suasana. Menurut dia, menjaga martabat justru harus dilakukan dengan kedewasaan.

    “Orang Sunda punya karakter sopan dan berbudaya. Jangan sampai kita ikut melakukan penghinaan. Tetap tenang, jangan terprovokasi,” ujarnya.

    Farhan juga berharap masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya maupun konten yang berpotensi memicu kebencian di ruang digital.

    “Biarkan aparat penegak hukum bekerja. Jangan ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas atau memicu kebencian,” katanya.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan bahwa penyidik telah melakukan penyelidikan awal terhadap akun yang digunakan oleh Adimas Firdaus.

    “Kami sudah melakukan profiling akun pelaku hate speech terhadap Viking dan warga Jabar serta sudah memulai penyelidikan,” kata Hendra.

    Hendra menjelaskan kasus ini mencuat setelah dalam salah satu siaran di Youtube, Resbob melontarkan ucapan bernada penghinaan terhadap pendukung Persib dan masyarakat Sunda. Tayangan tersebut kemudian viral dan memicu kemarahan publik.

    “Penerimaan laporan polisi diperlukan untuk melengkapi proses hukum dan menguatkan keterangan saksi korban,” kata dia.

    Pewarta: Rubby Jovan Primananda
    Editor: Imam Budilaksono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • MenPANRB: Reformasi Indonesia fokus perkuat layanan publik

    MenPANRB: Reformasi Indonesia fokus perkuat layanan publik

    Visi untuk tahun 2045 adalah membangun birokrasi yang mampu memberikan layanan publik yang berorientasi pada ‘kehidupan manusia’ atau layanan yang menyelesaikan masalah masyarakat di setiap tahap kehidupan

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan reformasi birokrasi menjadi jalan untuk meningkatkan kepercayaan, daya saing, dan penyampaian layanan pemerintah yang efektif.

    “Agenda reformasi Indonesia berlandaskan pada kerangka kerja yang jelas dan selaras dengan prinsip-prinsip OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) yaitu berfokus pada layanan yang berpusat pada manusia, integritas publik, dan pemerintahan digital,” kata Rini dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    Rini mengatakan setelah lebih dari satu dekade, hasil reformasi yang diupayakan oleh Pemerintah Indonesia telah membuahkan hasil yang positif.

    Lebih dari 55.000 posisi administratif berubah menjadi fungsional dan peringkat E-Government Indonesia melonjak dari peringkat 167 hingga 64. Dari sisi fiskal, reformasi akuntabilitas membantu mencegah potensi inefisiensi yang berjumlah lebih dari Rp128 triliun.

    Inovasi layanan terpadu kepada masyarakat melalui 296 Mal Pelayanan Publik (MPP) dan layanan digital melalui portal terpadu MPP Digital yang diadopsi 199 daerah telah tersebar di seluruh negeri.

    Perkembangan tersebut mengurangi kerumitan administrasi, mempersingkat waktu tunggu, dan menjadikan pemerintah hadir dan dapat diandalkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan agenda jangka panjang untuk arah birokrasi mendatang.

    “Visi untuk tahun 2045 adalah membangun birokrasi yang mampu memberikan layanan publik yang berorientasi pada ‘kehidupan manusia’ atau layanan yang menyelesaikan masalah masyarakat di setiap tahap kehidupan,” ujarnya.

    Semua inisiatif tersebut juga terefleksikan di capaian Indonesia di laporan Government at a Glance Southeast Asia 2025. Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan baik di bidang pemerintah digital, integritas publik, maupun data, bahkan menjadi salah satu yang terdepan di ASEAN.

    Meski begitu, Rini kemudian menyampaikan bahwa Indonesia tidak boleh cepat puas karena masih banyak hal yang bisa ditingkatkan. Laporan ini bukan hanya sekedar sebagai sebagai sumber perspektif yang berkelanjutan, melainkan menjadi panduan untuk belajar, menyesuaikan diri, dan terus bergerak maju untuk membangun pemerintahan yang lebih transparan, lebih responsif, dan benar-benar berpusat pada masyarakat.

    OECD Deputy Secretary-General František Ružička menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang untuk memperdalam pengetahuan, perbandingan atar negara dan saling belajar sektor pemerintahan di Asia- Pasifik agar dapat mengetahui posisi masing-masing dan mencari peluang perubahan.

    “OECD mendukung kebijakan berdasarkan bukti, mendukung potensi dan masa depan yang berkelanjutan, memperkuat kerja sama, dan berbagi pengalaman yang kita lakukan,” jelasnya.

    Ružička menjelaskan bahwa laporan Government at a Glance Southeast Asia 2025 memperkuat global expertise OECD dalam standar pengelolaan publik dan memperkuat tata kelola agar dapat memproduksi analisis dan dukungan, khususnya untuk negara-negara Asia yang kini dalam proses aksesi OECD seperti Indonesia.

    Selain itu, laporan yang merupakan hasil kerja sama OECD dengan Asian Development Bank (ADB) ini juga menjadi katalis pembelajaran dialog antarnegara dan peluang kerja sama baru.

    Sebagai informasi, ADB merupakan bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Asia dan Pasifik.

    Bekerja sama dengan para anggota dan mitranya untuk mengatasi tantangan yang kompleks secara bersama-sama, ADB memanfaatkan perangkat keuangan yang inovatif dan kemitraan strategis untuk mengubah kehidupan, membangun infrastruktur yang berkualitas, dan melindungi bumi kita. Didirikan pada 1966, ADB beranggotakan 69 negara-50 di antaranya berasal dari kawasan Asia dan Pasifik.

    Disampaikan bahwa hasil analisis menunjukkan bahwa saat ini Asia Tenggara berada dalam jalur yang benar, meskipun ada tantangan fiskal dan demografi, namun komitmen tata kelola yang kuat bisa menanggulangi hal tersebut.

    “OECD mendorong transparansi dan pengawasan dalam tata kelola untuk memastikan sumber daya publik digunakan dengan efisien dan bertanggung jawab,” tuturnya.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo kembali ke Aceh, harapan penyintas untuk pulih kian menguat

    Prabowo kembali ke Aceh, harapan penyintas untuk pulih kian menguat

    Kalau bisa kami secepatnya mendapatkan bantuan rumah. Tenda ini terlalu panas siang hari, banyak debu. Kalau hujan, air dari jembatan mengalir ke bawah

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah penyintas banjir bandang di Provinsi Aceh menyatakan bahwa harapan mereka untuk segera kembali pulih pasca-banjir bandang semakin menguat, setelah Presiden RI Prabowo Subianto kembali turun langsung meninjau lokasi bencana untuk kali ketiganya, Jumat.

    Tim Media Presiden di Jakarta, menyebut pernyataan itu disampaikan para penyintas banjir di tenda-tenda darurat usai berdialog dengan Presiden untuk menyampaikan harapan, keluhan, sekaligus rasa terima kasih atas bantuan yang mulai lancar tersalurkan.

    “Roti, beras, obat-obatan sudah datang. Mobil bantuan kesehatan saya lihat banyak lewat. Tapi rumah-rumah kami rusak, berlumpur, dan kurang alat untuk membersihkannya,” ujar penyintas di Desa Sukarahmat, Kecamatan Rantau, Wita.

    Ia tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kondisi rumahnya yang rusak parah dan masih tertutup lumpur tebal.

    Ia mengakui bahwa bantuan makanan, obat-obatan, hingga layanan kesehatan kini sudah relatif mencukupi kebutuhan warga.

    Ia berharap pemerintah dapat segera mengirimkan material bangunan agar warga bisa memperbaiki tempat tinggal mereka. Wita mengaku masih tinggal di rumah kerabat setelah rumahnya hancur tertimpa pohon saat banjir besar menerjang.

    “Saya berharap kota kami kembali normal. Anak-anak bisa sekolah lagi, bisa kembali ke pesantren. Itu saja harapan kami,” ujarnya kepada Presiden.

    Distribusi bantuan yang sebelumnya tersendat akibat akses jalan terputus kini mulai kembali lancar. Wita menilai kondisi pangan warga, baik di desa maupun kota, sudah lebih baik.

    “Alhamdulillah sudah banyak bantuan datang. Kalau soal makan, insyaallah sudah cukup,” ujarnya.

    Meski kebutuhan dasar mulai terpenuhi, kebutuhan paling mendesak bagi warga Aceh Tamiang tetaplah hunian layak.

    Di posko pengungsian bawah Jembatan Kuala Simpang, Kepala Dusun Sukajadi, Desi, juga menyampaikan harapan serupa.

    Ia menilai kehadiran Presiden memberi optimisme pemulihan situasi pasca-banjir, bagi warga yang sejak berminggu-minggu bertahan di tenda yang panas dan rawan terdampak aliran air saat hujan.

    “Kalau bisa kami secepatnya mendapatkan bantuan rumah. Tenda ini terlalu panas siang hari, banyak debu. Kalau hujan, air dari jembatan mengalir ke bawah,” kata Desi sambil memohon percepatan rehabilitasi.

    Meski begitu, Desi mengakui kebutuhan pangan dan pakaian warga telah tercukupi berkat dukungan pemerintah, BPBD, Polri, puskesmas, dan berbagai lembaga kemanusiaan.

    “Alhamdulillah makanan dan pakaian aman untuk beberapa minggu ke depan. Pelayanan kesehatan juga berjalan,” ujarnya.

    Harapan serupa disampaikan oleh Sofia Laura dari Desa Sukajadi. Ia terharu ketika Presiden menyapa langsung warga di bawah tenda pengungsian.

    Dari bulan Ramadhan yang tinggal hitungan bulan lagi, Sofia berharap bantuan hunian layak segera terealisasi.

    “Mudah-mudahan kami bisa menempati rumah layak pakai secepatnya. Tidak harus mewah, tapi aman dan ada air bersih,” ucapnya.

    Ia mengatakan sejumlah warga mulai mengalami gatal-gatal akibat keterbatasan air bersih.

    Dalam dialog dengan para pengungsi, Presiden Prabowo berkomitmen bahwa pemerintah terus bekerja keras mempercepat pemulihan pascabencana.

    Kepala Negara juga meminta maaf jika masih ada warga yang belum menerima bantuan secara optimal.

    “Insyaallah pemerintah akan turun membantu semuanya. Saya minta maaf kalau masih ada yang belum. Kita sedang bekerja keras,” kata Presiden.

    Kunjungan Prabowo di posko pengungsian Jembatan Aceh Tamiang pada Jumat (12/12) dalam rangka memimpin langsung proses pemulihan pasca-banjir adalah kali ketiga sejak awal Desember 2025.

    Kunjungan pertama berlangsung pada 1 Desember 2025, disusul kunjungan kedua pada 7 Desember 2025 di Bireuen, dan kunjungan ketiga hari ini, 12 Desember 2025, di Aceh Tamiang.

    Dalam setiap kunjungannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dari seluruh jajaran pemerintah daerah dan pusat untuk memulihkan kondisi di lokasi terdampak.

    Pewarta: Andi Firdaus
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pimpinan MPR dorong kemudahan akses kerja bagi penyandang disabilitas

    Pimpinan MPR dorong kemudahan akses kerja bagi penyandang disabilitas

    Tantangan besar yang dihadapi penyandang disabilitas saat ini, selain sulitnya mengakses layanan dasar, juga sulit mengakses lapangan kerja

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong semua pihak untuk meningkatkan pemenuhan kewajiban mempekerjakan penyandang disabilitas, dalam upaya merealisasikan amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

    “Tantangan besar yang dihadapi penyandang disabilitas saat ini, selain sulitnya mengakses layanan dasar, juga sulit mengakses lapangan kerja,” kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat terdapat sekitar 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia dengan 17 juta berada pada usia produktif.

    Dari penyandang disabilitas usia produktif itu hanya 45 persen yang bekerja dan mayoritas (83 persen) terserap di sektor non-formal.

    Padahal, melalui Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 /2016 tentang Penyandang Disabilitas (UU PD), pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diwajibkan mempekerjakan penyandang disabilitas minimal 2 persen dari total pekerja.

    Sedangkan, pada ayat (2) undang-undang yang sama mengatur kewajiban perusahaan swasta untuk menyerap minimal 1 persen tenaga kerja penyandang disabilitas.

    Menurut Lestari, dengan beragam keterbatasan yang dimiliki, penyandang disabilitas selayaknya mendapatkan perhatian yang lebih sebagai warga negara, agar mampu menjalani keseharian sebagaimana anak bangsa lainnya.

    Dengan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan lapangan kerja, kata Rerie, sapaan akrab Lestari, penyandang disabilitas di Indonesia hidup dalam kondisi rentan dalam keseharian mereka.

    Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat, stigma, penolakan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi dalam masyarakat menyebabkan penyandang disabilitas akan terus hidup dalam kemiskinan.

    Karena itu, Rerie mendorong, berbagai upaya untuk mempermudah akses layanan kesehatan dan pekerjaan bagi penyandang disabilitas harus segera direalisasikan.

    Selain itu, data kependudukan terpilah yang lebih rinci harus segera diwujudkan, agar setiap kebijakan yang ditujukan bagi penyandang disabilitas bisa tepat sasaran.

    Rerie sangat berharap, semua pihak terkait mampu membangun kolaborasi yang kuat dalam membangun akses layanan kesehatan dan lapangan kerja bagi setiap warga negara, termasuk para penyandang disabilitas di tanah air.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Anggota DPR minta kampus dan BRIN perkuat mitigasi bencana lewat riset

    Anggota DPR minta kampus dan BRIN perkuat mitigasi bencana lewat riset

    Mestinya kan terdeteksi dari awal, sehingga banjir yang menyebabkan korban jiwa yang sangat besar ini kita bisa hindari

    Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta perguruan tinggi untuk memperkuat upaya mitigasi bencana dengan berbasis riset.

    Dia mengatakan bahwa perlunya pergeseran pendekatan penanganan bencana dari yang bersifat reaktif menjadi lebih preventif dan berbasis mitigasi jangka panjang melalui peran strategis BRIN dan dunia pendidikan.

    “Peran BRIN sebagai koordinator riset nasional sangat krusial,” kata Bonnie di Jakarta, Jumat.

    Dia pun merekomendasikan agar BRIN segera memimpin penyusunan peta risiko bencana dinamis yang mengintegrasikan data satelit, sejarah bencana, dan proyeksi iklim. Peta ini harus dapat diakses oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

    Di sisi pendidikan, ia mendorong Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama BRIN menciptakan skema pendanaan khusus bagi riset kolaboratif dosen, peneliti BRIN, dan mahasiswa yang fokus pada dokumentasi local wisdom dan pemetaan kerentanan berbasis komunitas.

    “Riset tidak boleh berhenti di jurnal. Harus ada mekanisme yang menjembatani temuan peneliti BRIN dan kampus menjadi bahan ajar praktis di sekolah dan materi sosialisasi untuk masyarakat,’ kata dia.

    Dia pun mencontohkan bahwa negara-negara lain memanfaatkan arsip visual dan data historis untuk memetakan risiko bencana. Menurut dia, pendekatan itu relevan untuk diterapkan BRIN dan peneliti di Indonesia.

    Di samping itu, dia menilai pemanfaatan teknologi seperti citra satelit dan drone, mestinya mampu mengidentifikasi kerusakan lingkungan sejak dini. Dengan sistem pengawasan yang optimal dari hasil riset dan inovasi, dia yakin potensi bencana besar dapat dihindari.

    “Mestinya kan terdeteksi dari awal, sehingga banjir yang menyebabkan korban jiwa yang sangat besar ini kita bisa hindari,” kata dia.

    Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo: Meski tak punya tongkat Nabi Musa, tapi kami bekerja keras

    Prabowo: Meski tak punya tongkat Nabi Musa, tapi kami bekerja keras

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah bekerja keras menangani dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, meski tidak memiliki kesaktian seperti tongkat Nabi Musa AS untuk mengatasi bencana,.

    “Saya minta maaf karena Presiden RI tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi kita akan bekerja keras untuk bantu saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo saat meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Bener Meriah, Aceh, Jumat.

    Dalam kunjungannya, Prabowo datang langsung ke posko pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang. Kepala Negara berinteraksi langsung dengan warga di Posko Pengungsian SMP 2 Wih Pesam, Bener Meriah.

    Prabowo menjelaskan saat ini pemerintah telah mengerahkan puluhan helikopter dan pesawat untuk mempercepat penanganan bencana.

    Presiden juga menyatakan pemerintah segera menyiapkan rumah pengganti untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor

    “Kita sudah kerahkan puluhan helikopter, puluhan pesawat. Kita sudah siapkan juga rencana untuk mengganti semua rumah,” ucapnya.

    Meski begitu, Prabowo meminta masyarakat bersabar karena proses pemulihan membutuhkan waktu. Prabowo memastikan semua pihak bekerja keras memulihkan kondisi pascabencana.

    “Tentunya kita butuh kesabaran dari bapak-bapak, ibu-Ibu sekalian. Karena tidak bisa kita seketika selesaikan semua itu ya,” katanya.

    Kunjungan Prabowo ke Aceh ini jadi yang ketiga sejak bencana terjadi pada akhir November lalu. Di sela-sela meninjau langsung dampak bencana, Prabowo sempat melakukan lawatan ke Pakistan dan Rusia.

    Usai lawatan, Prabowo kembali bertolak ke Aceh sebagai wujud komitmennya memantau penuh proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

    Pewarta: Fathur Rochman
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Cek pengungsi di Bener Meriah Aceh, Prabowo: Bapak Ibu tidak sendiri

    Cek pengungsi di Bener Meriah Aceh, Prabowo: Bapak Ibu tidak sendiri

    Kami ingin hanya datang untuk melihat keadaan sebenarnya, melihat keadaan ibu-ibu, bapak-bapak sekalian dan melihat apa yang kami bisa lebih cepat lagi mengirim bantuan

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian peninjauan di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, termasuk mengecek kondisi para pengungsi di posko SMPN 2 Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Jumat.

    Dalam pesannya kepada para pengungsi, Presiden Prabowo meminta para korban untuk tidak khawatir, karena mereka tidak sendiri menghadapi bencana ini.

    Sejak awal tiba, kedatangan Presiden disambut meriah oleh warga terdampak di posko pengungsian.

    “Kami ingin hanya datang untuk melihat keadaan sebenarnya, melihat keadaan ibu-ibu, bapak-bapak sekalian dan melihat apa yang kami bisa lebih cepat lagi mengirim bantuan,” kata Prabowo, seperti disaksikan dalam tayangan langsung akun YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Jumat.

    Para warga tampak menyambut Presiden dengan penuh haru, seraya mengucapkan, “Terima kasih Bapak”. Hal ini merupakan ungkapan rasa syukur atas kehadiran Kepala Negara di posko yang menampung 1.161 pengungsi itu.

    Di SMPN 2 Wih Pesam, Presiden Prabowo menyapa satu per satu para warga terdampak banjir bandang yang tengah berlindung di posko pengungsian.

    Anak-anak tampak bersemangat dan langsung mengerubungi Presiden, tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bertemu dan berjabat tangan dengan Presiden.

    Dalam sambutannya, Presiden kembali menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Presiden pun menyampaikan bahwa seluruh rencana penanganan telah disiapkan secara menyeluruh.

    “Kami sudah siapkan rencana, semua jembatan akan kita perbaiki, jalan-jalan longsor akan kita tembus, listrik akan kita hidupkan semuanya. Dan kalau masih ada kekurangan kita akan segera atasi bersama. Kita sudah kerahkan puluhan helikopter, puluhan pesawat, ya kita akan atasi ini bersama,” kata Presiden.

    Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan permohonan maaf terkait keterbatasan pemerintah dalam menyelesaikan seluruh penanganan secara instan.

    Namun demikian, Kepala Negara menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah dan aparat di lapangan terus bekerja keras untuk penanganan bencana di Sumatra.

    “Kami mohon kesabaran, saya tidak bisa mengerjakan begitu cepat. Kita sudah bekerja sebaik-baiknya. Saya kira itu, saya minta ketabahan dan kesabaran semuanya. Pasti kita akan bantu,” kata Prabowo.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Presiden: Puluhan helikopter dan pesawat dikerahkan tangani bencana

    Presiden: Puluhan helikopter dan pesawat dikerahkan tangani bencana

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan saat ini pemerintah telah mengerahkan puluhan helikopter dan pesawat dari berbagai instansi untuk mengevakuasi warga dan mengirimkan bantuan logistik bagi korban terdampak banjir di Aceh dan Sumatera.

    Saat menemui langsung warga terdampak bencana di Posko Pengungsian SMP Negeri 2 Wih, Pesam, Bener Meriah, Aceh Tengah, Jumat, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memulihkan kehidupan masyarakat.

    “Segera kita akan atasi kesulitan ini bersama. Kita sudah kerahkan puluhan helikopter, puluhan pesawat,” kata Prabowo sebagaimana keterangan Sekretariat Presiden yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.

    Prabowo berjanji akan membangun kembali rumah-rumah warga yang hancur akibat banjir dan longsor.

    Namun, Presiden memohon kesabaran masyarakat karena semua upaya pemulihan membutuhkan proses yang tidak sebentar.

    “Kita sudah siapkan juga rencana untuk mengganti semua rumah. Tapi, tentunya kita butuh kesabaran dari bapak-bapak, ibu-ibu sekalian, karena tidak bisa kita seketika selesaikan semua itu,” ujarnya.

    Prabowo menyatakan pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi kesulitan.

    Kepala Negara memantau langsung proses pemulihan pascabencana agar semuanya berjalan lancar. “Terus saya monitor dan akan saya perhatikan semuanya,” ucap Prabowo.

    Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, dan semua pihak yang berkolaborasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

    “Kita akan bersama dengan bapak-bapak, ibu-ibu semua. Tidak sendiri, kita akan bersama,” kata Prabowo.

    Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.