Author: Antaranews.com

  • JDDC: Perlu SOP ketat MBG agar insiden di SDN Kalibaru 01 tak terulang

    JDDC: Perlu SOP ketat MBG agar insiden di SDN Kalibaru 01 tak terulang

    Maka seharusnya ada SOP yang mencakupi kualifikasi kendaraan, kualifikasi pengemudi, dan standar dalam memasuki area-area tersebut, sehingga kecelakaan ini dapat dicegah

    Jakarta (ANTARA) – Training Director Jakarta Defensive Driving (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan perlu adanya regulasi Standard Operation Procedur (SOP) yang ketat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar kejadian yang menimpa siswa-siswi SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, tidak terulang.

    “Seharusnya kecelakaan ini dapat dihindari bila mana stakeholder dalam hal ini perusahaan ataupun sekolah memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berada di dalam manajemen keselamatan kerja dari organisasi,” kata Jusri Pulubuh dalam video singkat yang ia bagikan pada Jumat (12/12).

    Menurut dia, SOP ini penting untuk dilaksanakan karena segala aspek operasional terkait dengan aktivitas yang melibatkan operasional unit kendaraan bermotor ini rentan dengan yang namanya kecelakaan.

    Oleh karena itu, lanjutnya, penting untuk melalukan uji layak dari segi kendaraan operasional yang digunakan hingga mereka yang berada di balik kemudi kendaraan itu sendiri.

    “Maka seharusnya ada SOP yang mencakupi kualifikasi kendaraan, kualifikasi pengemudi, dan standar dalam memasuki area-area tersebut, sehingga kecelakaan ini dapat dicegah,” ucapnya.

    Sebelumnya beredar sebuah video viral di Instagram yang diunggah oleh akun @sekitaran_jakut dimana dalam video tersebut terlihat mobil berwarna putih menabrak kerumunan siswa SD.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, mobil tersebut diduga adalah mobil yang membawa MBG .

    “Mobil MBG tabrak siswa SD yang sedang belajar di lapangan upacara di SDN 01 Kali Baru,” tulis akun tersebut.

    Akun tersebut juga menuliskan pengemudi diduga ingin menginjak rem, namun yang diinjak pedal gas, sehingga mobil menerobos masuk ke lapangan upacara di mana banyak siswa siswi dan guru yang sedang melakukan proses belajar.

    Pewarta: Chairul Rohman
    Editor: Risbiani Fardaniah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sabtu, sebagian Jakarta diperkirakan hujan pada siang dan sore hari

    Sabtu, sebagian Jakarta diperkirakan hujan pada siang dan sore hari

    Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca pada hari Sabtu di sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi hujan ringan pada siang hingga sore hari.

    Pada Sabtu pagi seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan dengan suhu rata-rata 28 – 31 derajat Celcius dengan kelembapan udara rata-rata 60 – 79 persen. Sedangkan kecepatan angin pada pagi hari rata-rata 4,5 – 22,8 km/jam.

    Memasuki siang hari sebagian besar Jakarta akan hujan ringan kecuali Kepulauan Seribu yang akan berawan dengan suhu rata-rata 28 – 31 derajat Celcius dengan kelembapan udara rata-rata 66 – 81 persen, sedangkan kecepatan angin rata-rata angin 9,9 – 22,5 km/jam.

    Selanjutnya pada sore hari Jakarta masih akan turun hujan, bahkan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan hujan disertai petir, sementara Kepulauan Seribu akan berawan dengan suhu berkisar 29 derajat Celcius dan kelembapan udara berkisar 72 – 75 persen, sedangkan kecepatan angin pada sore hari berkisar pada 10 – 27,1 km/jam.

    Kemudian untuk malam hari seluruh Jakarta akan berawan, kecuali Jakarta Timur dan Jakarta Utara akan cerah berawan.

    Sementara Kepulauan Seribu akan cerah dengan suhu rata-rata diperkirakan 26 – 28 derajat Celcius dengan kelembapan udara berkisar 78 – 82 persen dan kecepatan angin pada malam hari berkisar pada 7,9 – 28,3 km/jam.

    Kemudian pada Minggu (14/12) dini hari seluruh Jakarta akan berawan dengan suhu rata-rata 25 – 27 derajat Celcius dengan kelembapan udara 84 – 89 persen. Sedangkan kecepatan angin berkisar pada 9,1 – 25,8 km/jam.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Risbiani Fardaniah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pengamat: Penunjukan Kapolri libatkan DPR bagian “checks and balances”

    Pengamat: Penunjukan Kapolri libatkan DPR bagian “checks and balances”

    Jakarta (ANTARA) – Pengamat politik Boni Hargens menilai mekanisme penunjukan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) saat ini yang melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan bagian dari sistem checks and balances atau pengawasan dan keseimbangan dalam demokrasi Indonesia.

    Menurut dia, proses tersebut dirancang untuk memastikan akuntabilitas dan representasi kepentingan rakyat dalam penentuan pimpinan lembaga penegak hukum yang strategis.

    “Demokrasi selalu meletakkan suara rakyat sebagai kunci dalam pertimbangan dan pembuatan kebijakan publik. Dalam konteks ini, DPR adalah perwakilan rakyat yang tak bisa dilangkahi dalam penentuan Kapolri,” kata Boni dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

    Dirinya mengingatkan penunjukan langsung oleh eksekutif tanpa melibatkan legislatif berpotensi menciptakan konsentrasi kekuasaan yang berbahaya dan mengurangi mekanisme pengawasan demokratis.

    Boni pun membeberkan empat kelemahan fundamental usulan penunjukan langsung Kapolri. Pertama, melanggar prinsip checks and balances karena penunjukan langsung Kapolri oleh Presiden menghilangkan peran pengawasan legislatif, sehingga menciptakan potensi penyalahgunaan kekuasaan eksekutif tanpa kontrol yang memadai dari cabang kekuasaan lain.

    Kedua, lanjut dia, usulan tersebut mengabaikan representasi rakyat di mana DPR merupakan lembaga yang dipilih langsung oleh rakyat untuk mewakili kepentingan mereka.

    Dengan demikian, dia menyebutkan peniadaan peran DPR berarti mengabaikan hak rakyat dalam menentukan pimpinan institusi publik yang akan melayani mereka.

    Kelemahan ketiga, yakni membuka cela potensi politisasi lebih besar. Menurutnya, penunjukan langsung justru dapat menciptakan ketergantungan Kapolri yang lebih besar kepada Presiden, sehingga berpotensi menjadikan kepolisian sebagai alat politik eksekutif tanpa mekanisme pengawasan eksternal.

    Ia menambahkan, keempat, usulan tersebut mengurangi transparansi dan akuntabilitas. Proses uji kelayakan dan kepatutan alias fit and proper test di DPR memberikan ruang publik untuk menilai kualifikasi, integritas, dan visi calon Kapolri.

    “Penunjukan langsung menghilangkan transparansi ini dan mengurangi akuntabilitas publik,” ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut.

    Dengan demikian, dirinya berpendapat mekanisme penunjukan Kapolri merupakan masalah teknis-prosedural yang sudah diatur dalam kerangka konstitusional, sehingga mengubahnya memerlukan perdebatan konstitusional yang lebih luas.

    Usulan kontroversial itu, sambung Boni, justru mengalihkan perhatian dari agenda reformasi substantif yang lebih mendesak, seperti penguatan integritas, profesionalisme, pemberantasan korupsi internal, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

    Selain menyimpang dari mandat reformasi, kata dia, usulan penunjukan langsung Kapolri justru memunculkan pertanyaan publik soal waktu dan pihak yang diuntungkan dengan usulan tersebut.

    Karena itu, dia mendorong agar Komisi Percepatan Reformasi Polri fokus pada agenda reformasi Polri meliputi transformasi budaya organisasi, penguatan integritas dan antikorupsi, peningkatan profesionalisme, perbaikan hubungan dengan masyarakat, reformasi sistem hukum internal, serta sistem evaluasi kinerja yang objektif.

    Adapun belakangan, usulan calon Kapolri tidak perlu diseleksi oleh DPR sempat mengemuka. Salah satunya datang dari Kapolri periode 2001-2005 Jenderal Pol (Purn) Da’i Bachtiar menyampaikan mekanisme pemilihan Kapolri perlu dikaji kembali, khususnya terkait keterlibatan DPR dalam proses persetujuan.

    Ia menyebut saat ini presiden memiliki hak prerogatif dalam mengajukan calon Kapolri, yang kemudian dibawa ke DPR. Namun menurutnya, hal tersebut perlu dipertimbangkan kembali agar tidak perlu lagi dibawa ke forum politik.

    “Presiden harus mengirimkan ke DPR untuk minta persetujuan. Nah, ini juga jadi pertanyaan. Apakah masih perlu aturan itu? Tidakkah sepenuhnya kewenangan prerogatif dari seorang presiden memilih calon Kapolri dari persyaratan yang dipenuhi dari Polri itu sendiri? Tidak perlu membawa kepada forum politik gitu, melalui DPR,” ujar Da’i Bachtiar usai melakukan pertemuan dengan Komisi Percepatan Reformasi Polri di Gedung Kemensetneg, Jakarta, Rabu (10/12).

    Da’i Bachtiar menjelaskan keterlibatan DPR dinilai akan menimbulkan beban bagi Kapolri terpilih, salah satunya adalah potensi berbagai balas jasa politik. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengganggu independensi kepolisian.

    Ia juga menekankan bahwa pandangan ini bukan satu-satunya masukan yang akan dipertimbangkan. Menurutnya, keputusan untuk evaluasi pemilihan Kapolri, tetap berada di bawah komisi terkait.

    Pewarta: Agatha Olivia Victoria
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Di Aceh, Presiden ungkap simpati & komitmen percepat pemulihan bencana

    Di Aceh, Presiden ungkap simpati & komitmen percepat pemulihan bencana

    Kami semua bertekad untuk bekerja keras membantu meringankan kesulitan bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau korban bencana banjir di Takengon, Aceh, Jumat, menyampaikan empati sekaligus komitmen pemerintah untuk hadir sepenuhnya membantu percepatan pemulihan.

    “Anak-anakku, ibu-ibu, semuanya, saya datang ke sini hari ini untuk bertemu, melihat keadaan, dan mengecek langsung dari Pak Bupati, wakil bupati, serta tokoh masyarakat tentang bagaimana kita bisa mempercepat pemulihan keadaan,” kata Presiden Prabowo melalui Tim Media Presiden, di Jakarta.

    Kepala Negara menyatakan komitmen untuk mempercepat pemulihan situasi pasca-banjir dan kebutuhan warga dapat segera terpenuhi.

    Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda pemerintah untuk mengevaluasi situasi di sejumlah wilayah yang baru saja dilanda bencana alam.

    Presiden Prabowo mengatakan bahwa kondisi di lapangan memang tidak mudah, namun pemerintah tidak akan tinggal diam.

    “Memang keadaannya cukup sulit dan memprihatinkan, tapi percaya lah bahwa saudara-saudara tidak sendiri. Kami semua bertekad untuk bekerja keras membantu meringankan kesulitan bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya,” kata Presiden Prabowo.

    Sebelum melanjutkan perjalanannya, Presiden Prabowo menutup kunjungan dengan doa bagi keselamatan warga. Ia menjanjikan pemerintah akan terus mengirimkan bantuan.

    Presiden Prabowo juga mengajak masyarakat untuk tetap tabah menghadapi situasi pasca-bencana.

    “Saya minta semuanya bersabar. Insya Allah kita bisa cepat mengembalikan keadaan supaya hidup bisa lebih baik,” ucap Presiden Prabowo Subianto.

    Dengan peninjauan langsung ini, pemerintah berharap proses pemulihan di Takengon, Aceh, berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

    Pewarta: Andi Firdaus
    Editor: Risbiani Fardaniah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi tetapkan enam tersangka pengeroyokan di Kalibata

    Polisi tetapkan enam tersangka pengeroyokan di Kalibata

    Penyidik telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga terlibat dalam rangkaian tindak pidana tersebut

    Jakarta (ANTARA) – Pihak kepolisian menetapkan enam tersangka pengeroyokan yang terjadi di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12), hingga menyebabkan dua orang berinisial MET dan NAT meninggal dunia.

    “Penyidik telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga terlibat dalam rangkaian tindak pidana tersebut,” kata kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat.

    Trunoyudo menjelaskan keenamnya tercatat merupakan anggota Pelayanan Masyarakat (Yanma) Mabes Polri.

    “Enam orang anggota Polri, di sini adalah anggota pada satuan pelayanan markas di Mabes Polri, sebagai terduga pelanggar berinisial Brigadir IAM, Bribda JLA, Bribda RGW, Bribda IAB, Bribda BN, dan Bribda AM,” katanya.

    Ia menambahkan keenam anggota tersebut dijerat dengan Pasal 170 ayat (3) KUHP tentang tindak kekerasan bersama di muka umum (pengeroyokan) yang mengakibatkan kematian.

    “Polri menegaskan bahwa proses penyidikan ini masih berjalan, kami berkomitmen untuk serius mengungkap kasus kriminal kepada siapapun dan tidak pandang bulu,” kata Trunoyudo.

    Trunoyudo juga menjamin Polri akan menjalankan proses penegakan hukum secara transparan, profesional, dan proporsional, serta memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat bertanggungjawab atas perbuatan mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Polda Metro Jaya membenarkan informasi mengenai dua orang yang meninggal dunia akibat pengeroyokan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/12) malam.

    “Benar bahwa korban yang kedua meninggal dunia semalam di RS Bhudi Asih,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Jumat.

    Meski demikian dia mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui jika kedua orang yang meninggal itu merupakan penagih hutang atau mata elang (matel).

    “Ini masih didalami karena saksi masih terbatas, info awalnya seperti itu,” ujar Budi.

    Terkait penangkapan pelaku pengeroyokan, dia juga menyebutkan penyelidikan masih dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan.

    “Masih dilidik oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan. Kami mohon waktu,” tutur Budi.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Risbiani Fardaniah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menteri Arifah jenguk korban insiden mobil MBG di RSUD Koja

    Menteri Arifah jenguk korban insiden mobil MBG di RSUD Koja

    Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang menimpa siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri 01 Kalibaru. Hari ini saya hadir dan menyapa para korban

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengunjungi korban insiden mobil layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara.

    “Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang menimpa siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri 01 Kalibaru. Hari ini saya hadir dan menyapa para korban. Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik dan stabil, serta sebagian besar sudah berada di ruang rawat inap,” ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Jumat.

    Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses penanganan medis serta pendampingan psikologis bagi para korban berlangsung optimal dan berkesinambungan.

    Arifah Fauzi mengecek kondisi tujuh anak dan seorang guru yang tengah menjalani perawatan di ruang rawat inap.

    Ia juga menerima laporan bahwa satu anak lainnya masih menjalani tindakan operasi.

    Pada kesempatan itu Menteri PPPA berbincang dengan para korban dan orang tua mereka untuk melihat secara langsung kebutuhan dan kondisi psikologis mereka.

    “Tadi saya mengobrol dengan orang tua dan juga anak-anak, ternyata mereka semangatnya luar biasa. Ada yang minta kepada orang tuanya untuk bermain sepak bola nanti sore, padahal dia harus istirahat,” tutur Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

    Kementerian PPPA akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses pemulihan fisik maupun mental bagi seluruh korban dapat berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.

    “Kami akan melakukan kolaborasi terkait pemulihannya. Ini kan bukan hanya anak-anak saja, tapi juga orang tua. Kalau saya lihat, para orang tua seperti harap-harap cemas dalam menghadapi kondisi ini. Kami sudah berkolaborasi untuk memberikan konselor yang bisa menenangkan, bukan hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang tua,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.

    Pewarta: Anita Permata Dewi
    Editor: Risbiani Fardaniah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sejumlah pohon tumbang di Jakut saat hujan diserta angin kencang

    Sejumlah pohon tumbang di Jakut saat hujan diserta angin kencang

    Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada info korban jiwa dan semuanya tertangani

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah pohon tumbang dan sempal saat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Jakarta Utara pada Jumat.

    “Akibat diguyur hujan deras dan angin kencang, beberapa pohon yang ada di wilayah Jakarta Utara dilaporkan mengalami tumbang dan sempal,” kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan kota Jakarta Utara, Rena Camelia di Jakarta.

    Ia mengatakan meski cukup banyak pohon yang tumbang namun tidak ada menimbulkan kerusakan dan memakan korban jiwa. “Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada info korban jiwa dan semuanya tertangani” kata dia.

    Beberapa pohon yang tumbang di antaranya satu pohon cemara berdiameter 30 centimeter (cm) di Jalan Jembatan 3, Kecamatan Penjaringan. Lalu pohon mahoni dengan diameter 30 cm di Jalan Ancol Barat, Kecamatan Pademangan.

    Ada juga satu pohon jenis pete cina berdiameter 20 cm di Jalan Pluit, Kecamatan Penjaringan serta satu pohon karet dengan diameter 35 cm di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan.

    Sementara untuk pohon yang sempal, yaitu jenis angsana ada dua pohon. Sebatang pohon berdiameter 20 cm di Jalan Tanah pasir, Kecamatan Penjaringan, dan yang berdiameter 35 cm di Jalan Lodan Raya, Kecamatan Pademangan.

    Selain itu, ada juga satu jenis cemara dengan diameter 10 cm di Kecamatan Pademangan. “Semua pohon sudah dalam penanganan petugas,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jakbar raup Rp30,2 juta dari pelanggar aturan pengelolaan sampah

    Jakbar raup Rp30,2 juta dari pelanggar aturan pengelolaan sampah

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat meraup sebesar Rp30,2 juta lebih yang merupakan denda dari penindakan terhadap pelanggar aturan pengelolaan sampah selama 2025.

    Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat, Achmad Hariadi mengatakan, denda itu didasarkan pada Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

    “Tahun ini kita gencar lakukan pengawasan dan penindakan bagi pelanggar kebersihan. Ada 41 pelanggar dengan sanksi denda Rp30.200.000,” kata Hariadi di Jakarta, Jumat.

    Hariadi mengatakan, jumlah denda itu merupakan yang terbanyak di antara lima wilayah kota administrasi di Provinsi DKI Jakarta.

    “Dari antara kota-kota administrasi di Jakarta, kita yang tertinggi. Dan akan terus kita lakukan pengawasan pelanggar sampah ini,” tutur Hariadi.

    Hariadi mengimbau warga untuk tidak membuang atau membakar sampah sembarangan. “Selain untuk kebersihan lingkungan, itu juga dalam rangka penegakan peraturan daerah,” ujar Hariadi.

    Suku Dinas (Sudin) LH Jakarta Barat telah menutup sebanyak 10 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal selama tahun 2025.

    “Secara formal, kita sudah tutup 10 TPS ilegal di wilayah Jakarta Barat. Tujuannya untuk menjaga rantai pengolahan sampah,” katanya.

    Selain untuk menjaga rantai pengolahan sampah, penutupan TPS ilegal itu juga ditujukan untuk melindungi lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di Jakarta Barat.

    “Menjaga aset lahan fasos-fasum (fasilitas sosial-fasilitas umum), juga pengawasan rantai pengolahan sampah. TPS-TPS itu tidak masuk daftar,” katanya.

    Ke-10 TPS itu di antaranya TPS PLN, TPS Bohlam, TPS TPU Gadog di wilayah Kelurahan Kedoya Utara, TPS Pasar Patra di Kelurahan Duri Kepa dan TPS RW 03 di Kelurahan Rawa Buaya.

    Kemudian TPS RW 05 di Kelurahan Cengkareng Barat, TPS Presidi dan IPEKA di Kelurahan Meruya Utara serta TPS Mercu Buana di Kelurahan Meruya Selatan.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Tidak ada korelasi kebakaran Terra Drone dengan bencana Sumatera

    Tidak ada korelasi kebakaran Terra Drone dengan bencana Sumatera

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada korelasi antara kebakaran Ruko Terra Drone dengan penghilangan data terkait bencana alam di Sumatera.

    “Sampai dengan saat ini tidak ada korelasi atau indikasinya (kebakaran Ruko Terra Drone) terkait sabotase,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

    Hal itu disampaikannya di Jakarta, Jumat, ketika dimintai tanggapan terkait informasi dan narasi yang beredar di dunia maya bahwa kebakaran Ruko Terra Drone merupakan bentuk kesengajaan atau sabotase.

    Roby mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. Yaitu adanya korban jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut.

    Ia mengaku mendengar informasi adanya hubungan kebakaran Ruko dan bencana alam yang berdasarkan spekulasi di dunia maya.

    “Tapi di sini saya tegaskan bahwa kami melakukan pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan itu berdasarkan fakta,” ujarnya.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, hingga saat ini penyidik yang sedang menyelidiki kasus bencana alam di Sumatera belum berkomunikasi terkait isu yang beredar.

    “Kalau memang ada, pasti penyidik yang sedang melakukan kegiatan penyidikan bencana alam di Sumatera akan berkomunikasi dengan kami. Namun sejauh ini tidak ada permintaan dan sebagainya dari tim penyidik bencana alam di Sumatera,” katanya.

    Sebelumnya, Susatyo mengatakan, penyebab kebakaran Rumah Toko (Ruko) Terra Drone di Jakarta Pusat yang menewaskan 22 orang pada Selasa (9/12) diduga akibat adanya baterai drone yang jatuh dan menimbulkan percikan api.

    “Kami memeriksa dua saksi kunci yang melihat langsung bagaimana proses terjadinya kebakaran,” katanya.

    Menurut dia, dari keterangan saksi kunci tersebut didapati bahwa kebakaran yang menyebabkan 22 orang meninggal dunia itu disebabkan adanya baterai drone yang terjatuh.

    Baterai pesawat nirawak (drone) yang jatuh itu berukuran 30.000 mAh dan ditumpuk dalam empat susun. Setelah terjatuh kemudian baterai tersebut mengeluarkan percikan api.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polres Pelabuhan Tanjung Priok tangkap pengedar narkoba

    Polres Pelabuhan Tanjung Priok tangkap pengedar narkoba

    Jakarta (ANTARA) – Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menangkap pengedar sabu berinisial ADR di tempat kost di Grogol, Jakarta Barat, dan memburu pelaku yang memasok narkoba jenis sabu-sabu tersebut.

    “Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi mengenai peredaran sabu yang dikendalikan oleh seseorang bernama R dan B,” kata Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Trendy Habibi Aryanto di Jakarta, Jumat.

    Menurut dia, setelah dilakukan survei dan penyelidikan, petugas memastikan bahwa target berada di sebuah kamar kost di kawasan Kalianyar, Grogol, Jakarta Barat.

    “Tim langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka ADR, laki-laki kelahiran yang diduga berperan sebagai pengedar sabu,” kata dia.

    Saat melakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa lima paket plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat total 38,58 gram bruto dan satu unit telepon genggam yang digunakan sebagai sarana komunikasi.

    “Hasil interogasi mengungkap bahwa tersangka memperoleh sabu tersebut dari seseorang bernama RH (DPO) dengan total 100 gram untuk diedarkan,” kata dia.

    Selain itu, tersangka juga mengaku telah mengedarkan sabu sesuai arahan DPO tersebut dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan serta dapat mengonsumsi sabu secara gratis.

    Tersangka dan barang bukti saat ini berada di Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk pemeriksaan lebih lanjut dan melakukan proses penyidikan.

    “Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan terus memburu jaringan pengedar lain yang terlibat dalam kasus ini,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.