Author: Antaranews.com

  • ASDP: Arus balik Nataru terkendali, logistik nasional tetap bergerak

    ASDP: Arus balik Nataru terkendali, logistik nasional tetap bergerak

    Jakarta (ANTARA) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terkendali, layanan penyeberangan antarpulau berjalan lancar, dengan pergerakan didominasi truk logistik dan bus sehingga distribusi tetap terjaga.

    “Arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terpantau lancar terkendali. Kami mencatat layanan penyeberangan antarpulau berlangsung relatif landai, dengan pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Dia menyampaikan kondisi itu menegaskan distribusi barang nasional tetap berjalan stabil, seiring berlalunya fase puncak libur.

    Pada Jumat (2/1) atau H+8 Natal dan tahun baru, lanjut Heru, tercatat 2.463 unit truk logistik dan 288 unit bus menyeberang dari Sumatera menuju Jawa.

    Angka tersebut mencerminkan aktivitas distribusi yang tetap aktif hingga akhir masa liburan, sekaligus menunjukkan arus balik masyarakat berlangsung bertahap dan terukur, tanpa lonjakan signifikan yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

    Heru menilai tren tersebut sebagai indikasi manajemen arus balik yang berjalan efektif. Menurutnya, peningkatan pada segmen kendaraan tertentu tidak mengganggu stabilitas layanan secara keseluruha

    “Pergerakan arus balik kami pantau cukup landai, dengan tren peningkatan pada kendaraan logistik dan bus. Ini menunjukkan distribusi barang tetap berjalan aktif, sementara mobilitas masyarakat banyak menggunakan angkutan umum,” ujarnya.

    Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik yang menyeberang pada H+8 meningkat 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus sebesar 6,7 persen.

    Namun secara agregat, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 7.420 unit atau turun 5,7 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Jumlah penumpang mencapai 30.617 orang, turun tipis 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan pada lintasan sebaliknya, yakni Jawa menuju Sumatera, tren pergerakan juga mulai melandai seiring berakhirnya fase puncak mobilitas libur.

    Jumlah truk logistik tercatat 955 unit atau turun 46,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4 persen.

    Total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 30.302 orang atau turun 10,3 persen, dengan total kendaraan 5.791 unit atau menurun 21,3 persen.

    Menurut Windy, penurunan tersebut mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi yang lebih normal pasca libur panjang.

    Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP terus mengoptimalkan kesiapan operasional. Sebanyak 786 petugas disiagakan, dengan pengoperasian 28 kapal pada kondisi normal serta penambahan hingga 33 kapal saat kondisi sangat padat.

    Penerapan delaying system dilakukan guna mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan.

    Koordinasi lintas pemangku kepentingan juga diperkuat, termasuk dengan BMKG, KSOP, dan BPTD, guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan optimal, terutama di tengah dinamika cuaca dan pergerakan kendaraan yang masih fluktuatif.

    Terkait akses menuju Pelabuhan Ciwandan yang sempat tergenang sejak Jumat malam (2/1) akibat curah hujan tinggi, ASDP menyampaikan kondisi saat ini telah berangsur pulih dan kembali terkendali.

    Pelayanan penyeberangan tetap berjalan melalui Pelabuhan Merak untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VII. Sementara kendaraan logistik besar golongan VIII dan IX masih dialihkan melalui Pelabuhan BBJ sebagai bagian dari pengaturan operasional.

    Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H+8 tercatat 688.455 orang atau naik 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total kendaraan 150.736 unit atau turun 6,4 persen.

    Sementara arus dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 penumpang atau naik 0,4 persen, dengan total kendaraan 151.367 unit atau meningkat 3,4 persen.

    ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan yang aman, lancar, dan terkendali, guna memastikan stabilitas logistik nasional serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi pasca libur panjang.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Junaydi Suswanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • InJourney pastikan kesiapan 37 Bandara hadapi arus balin Nataru

    InJourney pastikan kesiapan 37 Bandara hadapi arus balin Nataru

    Jakarta (ANTARA) – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan kesiapan operasional 37 bandara yang dikelola dalam menghadapi arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 selama periode 1 hingga 5 Januari 2026.

    “Setelah arus keberangkatan berjalan lancar dan sukses di 37 bandara, kami memastikan kesiapan dalam mengantisipasi arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di 37 bandara yang dikelola, pada 1 – 5 Januari 2026,” kata Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Menurutnya puncak arus balik di seluruh bandara diperkirakan dalam dua hari, yakni 3 Januari 2026 dengan jumlah pergerakan penumpang pesawat sekitar 550 ribu penumpang dan 4 Januari 2026 sekitar 520 ribu penumpang.

    Pahlevi mengatakan persiapan sudah dilakukan oleh seluruh bandara untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan, serta mematuhi regulasi yang berlaku.

    “Keempat aspek tersebut yakni 3S+1C menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh proses di bandara pada arus balik ini, baik pada area keberangkatan maupun area kedatangan penumpang pesawat,” ujar Pahlevi.

    Pada area keberangkatan, titik penting antara lain kelancaran akses kendaraan menuju terminal keberangkatan dan kelancaran proses check in dan pemeriksaan keamanan penumpang pesawat.

    Sementara pada area kedatangan penumpang, titik penting mencakup penempatan parkir pesawat, penentuan gate kedatangan, penanganan bagasi oleh operator ground handling hingga ketersediaan armada transportasi publik.

    “Kami ingin memastikan penumpang pesawat setelah tiba di bandara dapat memproses kedatangan dengan lancar mulai dari gate kedatangan, pengambilan bagasi, hingga mendapatkan layanan transportasi publik dari operator transportasi publik,” jelas Pahlevi.

    Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menambahkan puluhan ribu personel telah disiapkan di 37 bandara untuk memastikan operasional bandara berjalan optimal.

    InJourney Airports menyiagakan puluhan ribu personel tersebut juga mencakup personel di seluruh titik layanan, termasuk customer service mobile di bandara-bandara tersibuk selama libur Natal dan tahun baru ini. Merek proaktif membantu kebutuhan penumpang.

    “Kami ingin memastikan setiap touch point berjalan efisien di bandara,” jelas Syahir.

    Bandara tersibuk pada libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 adalah Soekarno-Hatta Tangerang, I Gusti Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar dan Kualanamu Deli Serdang.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Junaydi Suswanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menteri Riefky Harsya sebut ekonomi kreatif di Solo luar biasa

    Menteri Riefky Harsya sebut ekonomi kreatif di Solo luar biasa

    ANTARA – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi pagelaran seni kreatif yang sudah berjalan selama tiga tahun di Kota Solo ini. Saat mengunjungi ruang kreativitas di kawasan Gatot Subroto (Gatsu) Solo pada Sabtu (3/1). Riefky Harsya menyebut ekraf Solo luar biasa. (Denik Apriyani/Chairul Fajri/Rinto A Navis)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • H+1 Tahun Baru, lalin di lima ruas tol Regional Nusantara meningkat

    H+1 Tahun Baru, lalin di lima ruas tol Regional Nusantara meningkat

    Jakarta (ANTARA) – Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) mencatat peningkatan volume lalu lintas (lalin) masih dialami oleh lima ruas tol Regional Nusantara sejak H-7 Natal 2025 hingga H+1 Tahun Baru 2026, atau pada 18 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026.

    “Secara keseluruhan, total volume lalin yang tercatat mencapai 3.258.141 kendaraan, meningkat sebesar 8,2 persen dibanding kondisi lalin normal yang berjumlah 3.011.404 kendaraan,” ujar Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division Tyas Pramoda Wardhani dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

    Ruas-ruas tol di Regional Nusantara yang mengalami peningkatan lalin selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) yaitu Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Ruas Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali Mandara), Ruas Tol Manado-Bitung (Mabit), serta Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan.

    Ruas Tol MKTT mencatat total volume lalin sejumlah 273.809 kendaraan melintas. Angka tersebut meningkat 15,1 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 237.976 kendaraan.

    Berdasarkan data operasi, 87.918 kendaraan tercatat masuk dari GT Kualanamu yang berasal dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu. Angka tersebut lebih tinggi 23,9 persen dibanding total volume lalin normal yang melintas di GT Kualanamu yaitu 70.960 kendaraan.

    Sementara, 94.363 kendaraan terdata menuju Bandar Udara Internasional Kualanamu melalui GT Kualanamu, meningkat 18,23 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 79.812 kendaraan.

    Ruas Tol Balsam tercatat total volume lalin sejumlah 273.710 kendaraan atau meningkat 56,3 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 175.139 kendaraan.

    Sedangkan di Ruas Tol Bali Mandara tercatat total volume lalin sejumlah 989.655 kendaraan atau meningkat 0,03 persen dibanding total volume lalin sejumlah 989.360 kendaraan.

    Ruas Tol Mabit tercatat total volume lalin sebanyak 132.481 kendaraan atau meningkat 28,6 persen dibanding dengan total volume lalin normal yaitu 102.979 kendaraan.

    Adapun Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan tercatat total volume lalin sejumlah 356.542 kendaraan atau meningkat 69,8 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 210.036 kendaraan.

    Berdasarkan data operasi, terdapat 207.215 kendaraan terdata menuju Yogyakarta melalui GT Prambanan, meningkat 94,82 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 106.361 kendaraan.

    Kemudian, tercatat sebanyak 206.003 kendaraan meninggalkan Yogyakarta melalui GT Prambanan, meningkat 91,06 persen dibanding total volume lalin normal yaitu 107.822 kendaraan.

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Junaydi Suswanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • H+1 Tahun Baru, sebanyak 324.208 kendaraan kembali ke Jabotabek

    H+1 Tahun Baru, sebanyak 324.208 kendaraan kembali ke Jabotabek

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan sebanyak 324.208 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada Hari H hingga H+1 periode Libur Tahun Baru 2026 atau pada Kamis 1 Januari 2026 pukul 06.00 WIB sampai dengan Sabtu 3 Januari 2026 pukul 06.00 WIB.

    “Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (dari arah Merak), GT Ciawi (dari arah Puncak), GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (dari arah Bandung). Total volume lalin ini naik 16,24 persen jika dibandingkan lalin normal (278.918 kendaraan),” ujar Rivan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

    Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu mayoritas sebanyak 147.817 kendaraan (45,59 persen) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 90.590 kendaraan (27,94 persen) dari arah Barat (Merak) dan 85.801 kendaraan (26,46 persen) dari arah Selatan (Puncak).

    Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 71.614 kendaraan, meningkat sebesar 29,60 persen dari lalin normal.

    Untuk lalin kembali ke Jabotabek dari arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 76.203 kendaraan, meningkat sebesar 32,17 persen dari lalin normal.

    Total lalin kembali ke Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 147.817 kendaraan, meningkat sebesar 30,91 persen dari lalin normal.

    Lalin kembali ke Jabotabek dari arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 90.590 kendaraan, lebih rendah 8,28 persen dari lalin normal.

    Sementara itu, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 85.801 kendaraan, meningkat sebesar 27,62 persen dari lalin normal.

    Jasa Marga juga mencatat 2.638.186 kendaraan meninggalkan Jabotabek pada 16 hari periode libur Nataru 2025/2026 yaitu mulai Kamis 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB sampai dengan Sabtu 3 Januari 2026 pukul 06.00 WIB di empat Gerbang Tol (GT) Utama meningkat 11,49 persen dari lalin normal (2.366.223 kendaraan) atau 90,5 persen telah melintas dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan.

    Pada periode yang sama, untuk kendaraan kembali menuju wilayah Jabotabek tercatat 2.472.184 kendaraan atau naik sebesar 8,01 persen dari lalin normal (2.288.928 kendaraan) atau 86 persen telah melintas dari proyeksi 2,8 juta kendaraan.

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Junaydi Suswanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • PLN pastikan penyediaan listrik 15 ribu unit huntara di lokasi bencana

    PLN pastikan penyediaan listrik 15 ribu unit huntara di lokasi bencana

    Makassar (ANTARA) – PT PLN (Persero) memastikan siap mendukung penuh pembangunan hunian sementara (huntara) sebanyak 15 ribu unit bagi masyarakat terdampak bencana longsor dan banjir Sumatera melalui penyediaan listrik yang aman dan andal untuk seluruh unit hunian.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangannya di Makassar, Sabtu menegaskan kesiapan PLN dalam melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan huntara.

    “Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.

    Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, tidak hanya fokus terhadap konstruksi bangunan saja, melainkan juga kebutuhan dasar seperti listrik.

    Ketersediaan listrik juga menjadi prioritas Pemerintah melalui Danantara Indonesia dalam membangun huntara, selain akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi.

    Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, seperti pembangunan trafo, jaringan listrik, dan kWh meter seluruh hunian yang telah terbangun. Bahkan jaringan listrik telah tersambung sepenuhnya dan cukup untuk melayani kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum.

    Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.

    Rencananya, sebanyak 600 unit huntara akan diserahkan kepada Pemda setempat pada 8 Januari 2026, untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana.

    Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria didampingi Darmawan turun langsung mengawal proges pembangunan Huntara Aceh Tamiang dan infrastruktur kelistrikannya.

    Darmawan menegaskan, kehadiran listrik yang andal di huntara merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

    “Kami memahami bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, namun juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN berupaya menghadirkan listrik yang prima di kawasan huntara,” urainya.

    Pewarta: Nur Suhra Wardyah
    Editor: Evi Ratnawati
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pelni perkuat konektivitas 3TP lewat angkutan penumpang PSO Rp2,78 T

    Pelni perkuat konektivitas 3TP lewat angkutan penumpang PSO Rp2,78 T

    Jakarta (ANTARA) – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) memperkuat konektivitas daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) melalui angkutan kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) senilai Rp2,78 triliun pada 2026.

    “Penugasan dari Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan ini menjadi fondasi penting bagi Pelni untuk terus menghadirkan layanan angkutan laut kelas ekonomi yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya di daerah 3TP,” kata Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Pada tahun 2026, Pelni mendapat penugasan dari Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan 25 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 8 trayek tol laut dan 1 trayek khusus kapal ternak.

    Sebelumnya Pelni telah melakukan Penandatanganan Terpadu Kerja Sama Pelayaran Perintis serta Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) Bidang Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi Tahun Anggaran (TA) 2026 bersama Kementerian Perhubungan.

    Penandatanganan PSO Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi TA 2026 dilakukan oleh Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy bersama Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Budi Mantoro yang disaksikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Lollan Panjaitan.

    Sementara itu, penyelenggaraan kegiatan pelayanan publik kapal (PPK) perintis mekanisme penugasan TA 2026 ditandatangani PPK Perintis Pangkalan Teluk Bayur dan Kepala Cabang Pelni Jakarta Dicky Dermawandi dan diikuti serentak secara daring oleh 15 Kantor Cabang Pelni yang ditunjuk sebagai homebase kapal perintis.

    Dalam kesempatan yang sama, juga ditandatangani beberapa perjanjian penting lainnya, yaitu pengoperasian kapal milik negara (kapal rede) untuk angkutan perairan pelabuhan, subsidi operasi kapal khusus ternak dan layanan angkutan barang di laut dengan tarif terjangkau yang ditugaskan kepada Pelni.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bapanas perkuat UMKM singkong di Bogor lewat bantuan alat produksi

    Bapanas perkuat UMKM singkong di Bogor lewat bantuan alat produksi

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) singkong di Bogor, Jawa Barat melalui bantuan alat produksi, guna mendukung peningkatan kapasitas olahan, efisiensi usaha, kualitas produk, sehingga berdaya saing.

    Andi, pelaku UMKM pengolahan singkong di Kabupaten Bogor, sebagaimana keterangan Bapanas di Jakarta, Sabtu mengungkapkan sebelum menerima alat produksi dari Bapanas, proses produksi masih dilakukan secara tradisional dengan keterbatasan kualitas dan risiko kontaminasi.

    “Dulu pengolahan masih manual dan sangat bergantung pada cara tradisional. Sekarang, dengan alat ini (bantuan dari Bapanas), prosesnya lebih higienis dan kualitas produk lebih stabil,” kata Andi saat menerima kunjungan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto di Bogor.

    Menurut Andi, bantuan alat tersebut membuka peluang baru bagi usahanya sehingga dapat dikembangkan dengan berbagai variasi produk turunan singkong. Selain tepung tapioka, singkong dapat diolah menjadi produk lain seperti mocaf yang memiliki pasar lebih luas.

    Bantuan alat yang diberikan antara lain, mesin parut, drum peniris/pengering dengan konveyer, drum pencuci, goblek ayakan, alat pengering (heat exchanger), serta bak penampung.

    “Ke depan, produk berbasis singkong ini bisa masuk ke pasar yang lebih besar, termasuk kita juga usahakan dorong untuk kebutuhan program MBG (Makan Bergizi Gratis),” ucap Andi.

    Andi meyakini bantuan alat dari Bapanas itu tidak hanya sebagai alat produksi, namun menjadi spirit untuk mengembangkan potensi pangan lokal.

    “Kami optimistis, dengan dukungan ini, produksi bisa segera berjalan dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Andi.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bapanas perkuat teknologi pengembangan sorgum di Karawang dan Bandung

    Bapanas perkuat teknologi pengembangan sorgum di Karawang dan Bandung

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengembangan sorgum di Kabupaten Karawang dan Kota Bandung, sebagai salah satu contoh penguatan pangan lokal yang dibangun secara terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi pengolahan.

    “Di wilayah ini, sorgum dikembangkan sebagai komoditas adaptif yang mampu diolah menjadi beragam produk pangan dengan nilai ekonomi lebih tinggi,” kata Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Ia menegaskan Bapanas terus memperkuat penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi pengolahan. Langkah itu untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pangan lokal, sekaligus memperkuat mata rantai pangan dari hulu hingga hilir agar berdampak langsung bagi petani dan pelaku usaha.

    Andriko menyampaikan penguatan pangan lokal perlu ditopang oleh teknologi agar komoditas tidak berhenti sebagai bahan baku.

    “Kita baru saja mengunjungi dua tempat pengolahan sorgum di Karawang dan Bandung, pengembangan sorgum ini akan kita bangun dari hulu sampai hilir. Petani memproduksi, hasilnya diserap oleh UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), lalu diolah menjadi produk pangan siap konsumsi yang bernilai tambah,” ujar Andriko.

    Sebagai bentuk dukungan konkret, Bapanas memfasilitasi pengolahan pascapanen melalui penyediaan alat perontok, penyosoh, penepung, pengering, hingga peralatan pendukung lainnya.

    Menurut dia, penguatan itu mendorong UMKM sorgum di Karawang mampu memproduksi berbagai olahan seperti bubur, kerupuk, tepung sorgum, hingga cookies berbahan sorgum.

    Salah satu produk tersebut telah terserap ke dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Karawang, yakni cookies sorgum yang disuplai melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Membangun kapasitas ruang fiskal yang berkesinambungan

    Membangun kapasitas ruang fiskal yang berkesinambungan

    Target pertumbuhan 8 persen lebih realistis dipahami sebagai sasaran jangka menengah yang memerlukan konsistensi kebijakan lintas tahun, reformasi struktural, peningkatan investasi swasta, serta penguatan produktivitas tenaga kerja.

    Jakarta (ANTARA) – Dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026, ruang fiskal Indonesia berada dalam tekanan yang semakin kuat ketika pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang ambisius hingga 8 persen.

    Dengan belanja negara sekitar Rp3.842 triliun dan pendapatan negara sekitar Rp3.153 triliun, defisit anggaran dijaga pada kisaran 2,6–2,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    Secara nominal, angka ini masih memberi sinyal kebijakan fiskal yang ekspansif, tapi secara struktural ruang fiskal yang benar-benar fleksibel relatif terbatas karena sebagian besar belanja sudah terikat pada kewajiban rutin seperti bunga utang, belanja pegawai, subsidi, dan transfer ke daerah.

    Tentunya hal tersebut membuat kapasitas APBN untuk menjadi motor utama akselerasi pertumbuhan ekonomi menghadapi keterbatasan yang tidak kecil. Target pertumbuhan 8 persen mensyaratkan dorongan investasi, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja dalam skala yang jauh lebih besar dibandingkan tren pertumbuhan Indonesia dalam satu dekade terakhir yang berada di kisaran 5 persen.

    Selanjutnya ruang fiskal yang tersisa akan diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Pada tahun 2026, tekanan terhadap ruang fiskal meningkat karena hadirnya program berskala besar seperti Makanan Bergizi Gratis, yang menyerap ratusan triliun rupiah, disamping amanat belanja pendidikan minimal 20 persen APBN dan belanja kesehatan yang juga terus meningkat.

    Program-program ini berpotensi memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan daya beli masyarakat, namun efeknya terhadap pertumbuhan ekonomi bersifat bertahap dan jangka menengah, bukan lonjakan cepat. Implikasinya, ruang fiskal 2026 lebih tepat dipahami bukan dari besaran nominal tertentu, melainkan dari tingkat keleluasaan pemerintah dalam mengatur ulang prioritas belanja.

    Oleh karena itu dengan ruang fiskal yang semakin “terkunci”, kemampuan APBN untuk langsung mengungkit investasi produktif, khususnya infrastruktur bernilai tambah tinggi dan industrialisasi, menjadi relatif terbatas jika tidak diimbangi dengan pembiayaan kreatif dan peran swasta yang lebih besar. Implikasinya, ruang fiskal 2026 lebih tepat dipahami bukan dari besaran nominal tertentu, melainkan dari tingkat keleluasaan pemerintah dalam mengatur ulang prioritas belanja.

    Secara faktual mengejar target pertumbuhan 8 persen semata-mata melalui APBN 2026 akan sangat berat, bahkan cenderung tidak realistis jika mengandalkan ruang fiskal yang ada saat ini. APBN tetap penting sebagai jangkar stabilitas dan katalis awal, tetapi pencapaian target tersebut lebih bergantung pada reformasi struktural, peningkatan iklim investasi, efektivitas belanja negara, serta penguatan penerimaan pajak agar ruang fiskal ke depan dapat diperluas.

    Untuk itu tanpa perbaikan kualitas belanja dan perluasan basis penerimaan, maka ruang fiskal 2026 lebih berfungsi menjaga momentum pertumbuhan agar tidak melambat ketimbang mendorong lompatan besar menuju pertumbuhan 8 persen yang menjadi target Pemerintahan Presiden Prabowo saat ini.

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.