Arah Politik Sulsel 2026: NasDem Melempem, PDIP Tertekan, Golkar dan Gerindra Paling Diuntungkan

Arah Politik Sulsel 2026: NasDem Melempem, PDIP Tertekan, Golkar dan Gerindra Paling Diuntungkan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dinamika politik Sulawesi Selatan memasuki 2026 menunjukkan kecenderungan menguatnya poros kekuasaan lokal yang selaras dengan pemerintahan daerah. Di sisi lain, sejumlah partai politik menghadapi fase tekanan, penurunan, hingga stagnasi, seiring perubahan perilaku pemilih yang semakin rasional dan pragmatis.

Pengamat politik dari Parameter Publik Indonesia, Ras MD, menilai arah politik Sulsel ke depan akan sangat ditentukan oleh kinerja pemerintahan daerah, kekuatan struktur partai, serta kemampuan partai membaca ekspektasi publik yang kini lebih menuntut hasil nyata dibanding sekadar janji politik.

“Memasuki 2026, politik Sulsel bergerak ke arah stabilisasi. Partai yang dekat dengan pusat dan daerah kekuasaan cenderung menguat, sementara partai yang gagal beradaptasi mulai tertinggal,” ujarnya.

Dalam peta politik terkini, Partai Golkar dan Gerindra dinilai sebagai dua partai yang paling diuntungkan. Golkar memiliki keunggulan struktur yang mapan hingga tingkat bawah, serta ditopang figur-figur lokal yang kuat dan berpengalaman.

Sementara itu, Gerindra menikmati efek kekuasaan pasca kemenangan politik nasional dan daerah, yang memberi daya dorong signifikan dalam proses konsolidasi politik di Sulsel.

“Kombinasi struktur, figur, dan akses kekuasaan membuat Golkar dan Gerindra berada pada posisi paling stabil dan prospektif saat ini,” kata Ras MD.

Sebaliknya, NasDem dinilai mengalami tren penurunan. Melemahnya pengaruh politik nasional, ditambah isu bermigrasinya sejumlah aktor utama NasDem di Sulsel, membuat partai ini tidak lagi menikmati fase kejayaannya. Kondisi tersebut turut memicu pergeseran opini publik terhadap NasDem yang sebelumnya dikenal kuat di wilayah ini.