Sebanyak 2.749 personil gabungan dari TNI, Polri, SatPol PP, Dinas Perhubungan, Kesehatan dan pihak terkait lainnya dikerahkan untuk berjaga saat pertandingan BRI Super League Persib Bandung menjamu Persija Jakarta pada Minggu (11/1/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Menurut Kepala Polisi Jawa Barat, Rudi Setiawan, seluruh aspek pengamanan yang mendukung kelancaran pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta langsung ditangani oleh otoritasnya guna memudahkan koordinasi dan pengamanan prima.
“Kami hadir untuk melayani kenyamanan bobotoh supaya selama di GBLA menyaksikan pertandingan dan kembali ke rumah dengan selamat dan keadaan nyaman. Pemeriksaan kami akan lakukan dari beberapa titik dan kami mengimbau teman-teman suporter tidak membawa barang-barang yang dilarang atau membahayakan secara umum,” ujar Rudi saat konferensi pers di Markas Polrestabes Bandung, Bandung, Kamis (8/1/2026).
Rudi merinci benda berbahaya itu berupa flare, senjata tajam, alkohol, dan hal serupa. Petugas pengamanan akan melakukan penggeledahan barang bawaan suporter dengan beberapa tahapan.
Sehingga ungpa Rudi, seluruh penonton yang masuk ke Stadion GBLA sudah terbebas dari barang berbahaya yang telah ditetapkan oleh petugas pengamanan.
“Nanti tiga kali kami akan melakukan pemeriksaan sehingga begitu sampai di GBLA, itu semua sudah dalam keadaan bersih. Tidak hanya body checking yang kami lakukan, tapi kami sudah sepakat melakukan sterilisasi di jalan menuju stadion,” sebut Rudi.
Rudi menyebutkan sterilisasi ini diberlakukan sesuai dengan aturan PSSI soal tidak diperbolehkan suporter Persija Jakarta menyaksikan langsung pertandingan di Stadion GBLA Kota Bandung, Jawa Barat.
Untuk mencegah kehadiran suporter tim tamu, Rudi mengatakan penjagaan ketat juga akan dilakukan di pintu-pintu masuk ke Kota Bandung, baik yang melalui jalur kereta api maupun jalur darat lainnya.
“Termasuk pintu-pintu masuk ke ke Bandung baik dari kereta api, darat dan sebagainya kita akan monitoring dan penjagaan supaya bisa mengantisipasi jangan sampai ada suporter tim tamu yang memaksa hadir ke sini karena aturan PSSI dalam pertandingan ini tidak diperbolehkan suporter tim lawan hadir,” ungkap Rudi.
Pengamanan kali ini, Polisi Jawa Barat bisa berkoordinasi langsung dengan dengan Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya.
Pihaknya akan memonitor di sejumlah titik, termasuk pada ruang digital yang biasanya banyak ajakan atau hasutan di media sosial dari oknum untuk memperkeruh suasana.
“Semua ruang kita akan monitoring termasuk ruang cyber yang biasanya kerap ada hasutan supaya bisa kita antisipasi,” ujar Rudi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)