Mengutip AP News, Jumat (28/3/2025), mitra di firma hukum Pryor Cashman Josh Weigensberg mengungkapkan, salah satu pertanyaan yang muncul dari seni hasil buatan AI bergaya Ghibli adalah, ‘apakah model AI tersebut dilatih pada karya Mizayaki atau Studio Ghibli.’
Hal tersebut pun menimbulkan pertanyaan lanjutan. “Apakah mereka memiliki lisensi atau izin untuk melakukan pelatihan itu atau tidak?” katanya.
OpenAI sendiri tak menanggapi pernyataan terkait kepemilikan lisensi. Ia menambahkan, jika sebuah karya dilisensikan untuk melatih AI, masih masuk akal bagi perusahaan untuk mengizinkan jenis penggunaan pembuatan animasi ala Studio Ghibli.
Namun, jika jenis penggunaan ini terjadi tanpa izin dan kompensasi, hal tersebut tentu bisa jadi masalah.
OpenAI Lakukan Eksploitasi dengan Animasi ala Studio Ghibli
Sementara itu, seniman Karla Ortiz menyakini, OpenAI tak peduli dengan karya seniman serta profesi seniman.
“Mereka melanggar merek dagang Ghibli, nama Ghibli, karya dan reputasi Ghibli untuk mempromosikan produk OpenAI. Itu eksploitasi,” tuturnya.