Anak Telantar di Pasar Kebayoran Sempat Didatangi Ibu, tapi Tak Bisa Dibawa Megapolitan 6 Januari 2026

Anak Telantar di Pasar Kebayoran Sempat Didatangi Ibu, tapi Tak Bisa Dibawa
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Januari 2026

Anak Telantar di Pasar Kebayoran Sempat Didatangi Ibu, tapi Tak Bisa Dibawa
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com 
– N (6), anak yang ditinggalkan ayahnya di Pasar Kebayoran Lama, Jumat (2/1/2026), sempat didatangi ibunya di Panti Sosial Kedoya.
Kasatgas Pol PP Muhidin Khodijah mengatakan, pihaknya sudah dua kali mengantarkan ibu korban ke sana, pada Sabtu (3/1/2026) dan Senin (5/1/2026).
Namun, pihak panti belum bisa menyerahkan N kepada ibunya lantaran data yang diterima tidak sesuai. DIketahui, kedua orangtua N menikah secara siri dan sudah berpisah.
Hak asuh atas N jatuh ke tangan ayahnya, namanya pun hanya tercatat di Kartu Keluarga sang ayah.
“Sampai sana cuma bisa ketemu doang, belum bisa dibawa anaknya,” kata Muhidin saat dihubungi, Selas (6/1/2026).
Saat ini, tanggung jawab terhadap N berada di tangan KPAI. Sehingga, ibu korban harus melanjutkan proses administrasi melalui KPAI.
“Anaknya sudah masuk di KPAI, jadi menunggu informasi dari KPAI dulu,” kata dia.
Saat akhirnya keduanya bertemu, sang ibu menangis, sementara anaknya tak terlihat memberikan respons.
Muhidin menduga sang anak bersikap seperti itu karena sudah sering ditinggal saat bersama neneknya di Cianjur.
Ibu korban baru mengetahui keberadaan anaknya yang ditelantarkan melalui pemberitaan media massa dan media sosial.
Ia sudah berusaha menghubungi mantan suaminya, tapi tak ada jawaban.
Sang ibu disebut sudah sebulan tak bertemu anaknya lantaran bekerja di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
“Sebulan dia enggak ketemu. Kan dia bekerja di Jakarta, akhirnya ditaruh di rumah neneknya di Bogor sama bapaknya itu,” kata Muhidin.
Sebelumnya, N ditemukan sendirian di area Pasar Kebayoran Lama ketika Muhidin tengah melakukan patroli rutin.
Informasi awal diperoleh dari tukang ojek di sekitar pasar yang menyebutkan bahwa bocah tersebut telah ditinggalkan sejak malam sebelumnya.
“Saat saya lagi patroli, ada anak kecil di situ. Terus tukang ojek bilang sama saya,
‘Pak, ini anak ditinggalin bapaknya dari semalam’
,” tutur Muhidin, Jumat (2/1/2026).
Kepada petugas, N mengaku dibawa ayahnya dari Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat.
Ia juga mengaku kerap mengalami tindakan kekerasan dari sang ayah, meskipun saat itu petugas belum menemukan bekas luka di tubuhnya.
“Kalau pengakuan dia, ayahnya katanya galak. Kalau ibunya enggak, ibunya kerja. Saya bilang kalau galak emang suka diapain sama ayah? Katanya suka digantung, suka di-
alungkeun
,” jelas Muhidin.
Berdasarkan keterangan korban, ayahnya sempat berpamitan dengan alasan hendak membeli rokok.
Namun, hingga keesokan pagi, sang ayah tidak kembali dan meninggalkan N sendirian di area pasar.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani Dinas Sosial untuk penanganan dan perlindungan lebih lanjut terhadap korban.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.