Liputan6.com, Jakarta – Seorang remaja berusia 16 tahun berinisial AMS, yang kini duduk di bangku SMA, mencari keadilan atas tragedi masa lalunya. Siswi asal Cianjur, Jawa Barat ini melaporkan kasus perundungan atau bullying yang dialaminya saat masih SMP. Hingga kini, dia menderita trauma psikis yang tak kunjung sembuh.
Penderitaan AMS bermula saat ia menginjak kelas 8 di sebuah SMP swasta di Kabupaten Cianjur. Aksi perundungan tersebut tidak berhenti dan terus berlanjut hingga dia naik ke kelas 9. Akibat fitnah dan hasutan yang disebarkan, AMS dikucilkan oleh teman-teman sekelasnya hingga mengalami tekanan mental.
FN, orang tua AMS, baru menyadari kondisi anaknya setelah AMS secara mengejutkan meminta bantuan medis.
“Awalnya saya bingung kenapa anak semata wayang saya ini tiba-tiba minta ke psikiater. Ternyata dia bercerita kepada ibunya kalau selama SMP dirundung dan difitnah, hingga dijauhi teman-temannya,” ungkap FN pada Jumat (17/1/2025).
Dampak traumatis ini ternyata sangat membekas. FN menyebutkan bahwa anaknya sampai tidak sudi lagi bersekolah di wilayah Cianjur setelah lulus SMP.
“Anak saya tidak mau sekolah di Cianjur. Ternyata penyebabnya ini. Traumanya berkepanjangan sampai sekarang dia SMA,” tambahnya.
Kini, kasus tersebut telah resmi dilaporkan ke Polres Cianjur dengan harapan ada langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Menanggapi laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima aduan dari keluarga korban.
“Iya, kemarin baru masuk laporannya, baru pemeriksaan awal aja. Nanti kita penyelidikan dulu untuk mendalami perkaranya,” jelas AKP Fajri.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)