Sementara dari sisi CPU, spesifikasinya tidak banyak perubahan. Ryzen AI Max+ 392 tetap mengandalkan konfigurasi 12 core dan 24 thread dengan kecepatan boost mencapai 5GHz.
Adapun Ryzen AI Max+ 388 hadir dengan desain 8 core dan 16 thread. Unit NPU juga masih mengusung spesifikasi serupa, dengan fokus tetap pada kebutuhan inferensi AI dan pemrosesan model secara lokal.
AMD turut memanfaatkan CES 2026 untuk memamerkan klaim performa Strix Halo. Berdasarkan pengujian internal, sistem berbasis Strix Halo disebut mampu mengungguli Nvidia DGX Spark dalam pengujian AI berbasis rasio token per detik per dolar.
Selain itu, AMD juga mengklaim keunggulan dibanding MacBook Pro terbaru yang menggunakan chip Apple M5, khususnya dalam skenario AI, multitasking, dan gaming tertentu.
Meski demikian, AMD menekankan bahwa klaim tersebut masih menunggu pembuktian melalui pengujian independen dari pihak ketiga.
Dengan dukungan sejumlah mitra OEM seperti Acer, Asus, HP, Lenovo, Framework, serta berbagai produsen mini PC, AMD tampak berambisi membawa Strix Halo ke pasar yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada segmen khusus, tetapi juga menyasar kalangan profesional dan penggemar teknologi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418311/original/060089900_1763614718-WhatsApp_Image_2025-11-20_at_10.57.25_588da3a2.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)