Akhir Penantian 20 Tahun, Tiang Monorel Pertama Dibongkar dalam 30 Menit Megapolitan 14 Januari 2026

Akhir Penantian 20 Tahun, Tiang Monorel Pertama Dibongkar dalam 30 Menit
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2026

Akhir Penantian 20 Tahun, Tiang Monorel Pertama Dibongkar dalam 30 Menit
Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com –
 Usai mangkrak selama dua dekade, tiang monorel di ruas Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, akhirnya mulai dibongkar pada Rabu (14/1/2026) malam.
Pembongkaran tiang pertama tercatat rampung hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Pekerjaan pembongkaran dimulai pukul 22.30 WIB oleh personel Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, jalur lambat Jalan HR Rasuna Said telah ditutup sejak pukul 22.00 WIB untuk mendukung kelancaran proses pengerjaan.
Tahap awal pembongkaran diawali dengan penandaan tiang menggunakan cat berwarna kuning dan putih.
Petugas kemudian memasang papan peringatan di jalur cepat sebagai penanda area proyek.
Setelah itu, peralatan las disambungkan ke gas menggunakan kabel merah dan biru. Api las kemudian dinyalakan dan diarahkan ke bagian ujung tiang yang tertanam di dalam blok beton.
Proses pemotongan tersebut memicu percikan api yang menyebar ke berbagai arah. Meski demikian, petugas tetap bekerja dengan tenang.
Setelah bagian tiang terbakar dan terlepas, petugas lain mencabut besi tiang dan meletakkannya di badan jalan dalam posisi terbaring.
Pada malam pertama pembongkaran, pengerjaan dilakukan oleh dua orang petugas secara bersamaan.
Sedikitnya terdapat sekitar 100 batang besi dari dua blok
tiang monorel
yang berhasil dibongkar. Besi terakhir dilepaskan dari blok beton pada pukul 23.03 WIB.
Selama proses berlangsung, petugas Dinas Perhubungan terlihat mengatur arus lalu lintas di ujung jalur lambat dengan mengarahkan pengendara ke sisi kanan jalan karena jalur masih ditutup. Sementara itu, petugas Satpol PP berjaga di sekitar lokasi.
Setelah seluruh besi dicabut, petugas membersihkan sisa blok beton menggunakan sapu. Blok tersebut kemudian kembali dililit dengan garis peringatan berwarna kuning dan hitam.
Besi-besi hasil pembongkaran selanjutnya diangkut ke mobil bak yang membawa peralatan pembongkaran milik Dinas Bina Marga.
Pada pukul 23.35 WIB, seluruh rangkaian pekerjaan malam pertama dinyatakan selesai.
Generator dimatikan dan seluruh peralatan diangkut ke dalam kendaraan. Jalur lambat Jalan HR Rasuna Said baru kembali dibuka setelah dua mobil bak Dinas Bina Marga meninggalkan lokasi pembongkaran.
Total terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Pembongkaran tersebut menjadi bagian dari upaya penataan ulang kawasan yang telah lama terbengkalai akibat mangkraknya proyek monorel.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said, semuanya akan ditata rapi dan saya meyakini ini akan membuat jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, saat peninjauan lokasi
pembongkaran tiang monorel
mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026) pagi. 
Selain pembongkaran tiang monorel, Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan penataan menyeluruh di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Penataan tersebut mencakup perbaikan badan jalan, saluran air, jalur pedestrian, penerangan jalan umum (PJU), hingga pembangunan taman.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.