Wali Kota Hasto Wardoyo Ingin Jadikan Yogyakarta "Little Singapore" Yogyakarta 19 Januari 2026

Wali Kota Hasto Wardoyo Ingin Jadikan Yogyakarta "Little Singapore"
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        19 Januari 2026

Wali Kota Hasto Wardoyo Ingin Jadikan Yogyakarta “Little Singapore”
Tim Redaksi
YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, berencana menjadikan Kota Yogyakarta sebagai “little Singapore” dengan fokus pada kebersihan dan kerapian.
Langkah awal yang diambil Hasto adalah membersihkan rumput liar, sampah, serta membongkar bangunan liar di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Suryowijayan pada Senin (19/1/2026).
Hasto menyatakan cita-citanya menjadikan Kota Yogyakarta sebagai kota yang bersih dan tertata rapi seperti Singapura.
“Saya ini menjadikan Kota Yogya seperti Singapura. Saya bercita-cita Kota Yogyakarta menjadi
the little
Singapore,” ujar Hasto, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, ke depan tidak boleh ada lagi rumput liar yang tumbuh di trotoar maupun ruas jalan di Kota Yogyakarta.
Hasto mengaku malu apabila Kota Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota budaya dan wisata, menampilkan wajah kota yang kurang terawat.
“Saya merasa malu kalau Jogja didatangi wisatawan, tapi di kanan kiri jalan masih banyak rumput liar,” ujar mantan Bupati Kulon Progo itu.
“Trotoar harus bersih, rapi, dan nyaman untuk pejalan kaki,” imbuh dia.
Sebagai bentuk keseriusan, kegiatan bersih-bersih ini akan dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali, sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Yogyakarta tahun 2026, yaitu “Jogja Tanpa Rumput”.
“Di tahun 2026 ini kami punya
program Jogja Tanpa Rumput
. Jadi dua minggu sekali saya akan turun langsung menyisir seluruh jalan yang ada di Kota Yogyakarta,” katanya.
Program “Jogja Tanpa Rumput” akan menyasar seluruh wilayah Kota Yogyakarta, mulai dari jalan utama, lingkungan permukiman, hingga kawasan wisata, dengan fokus membersihkan rumput liar, sampah, serta menata fasilitas umum agar lebih ramah bagi masyarakat.
Selain membersihkan rumput dan sampah, Wali Kota Yogyakarta juga memerintahkan pembongkaran bangunan liar yang berdiri di sepanjang ruas jalan karena dinilai mengganggu estetika kota dan fungsi ruang publik.
Hasto menjelaskan, area bekas bangunan liar tersebut nantinya akan ditata ulang dan diubah menjadi taman kota.
“Bangunan liar kita bongkar, nanti kita ubah menjadi taman supaya lebih indah dan bisa dinikmati warga,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.