Tim SAR Cari Pesawat ATR 42-500 Hilang di Maros, 11 Orang Dilaporkan Ada di Dalam
Tim Redaksi
MAKASSAR, KOMPAS.com
– Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dipastikan membawa 11 orang. Jumlah tersebut terdiri dari delapan orang kru dan tiga orang penumpang.
Kepala Seksi Operasi
Basarnas Makassar
, Andi Sultan, menjelaskan bahwa pesawat tersebut sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Namun, hingga saat ini keberadaan fisik pesawat maupun para awak di dalamnya belum berhasil ditemukan.
“Iya, Jogja menuju ke Makassar dengan membawa kru-nya itu 8 orang dan penumpang 3 orang,” ujar Andi Sultan kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi kendala cuaca yang cukup ekstrem di sekitar lokasi kejadian. Penggunaan teknologi
drone
untuk menyisir area dari udara belum bisa dilakukan secara maksimal karena terhalang kabut tebal dan intensitas hujan yang tinggi.
Pihak Basarnas juga telah berkoordinasi dengan Basarnas Command Center (BCC) untuk mempersempit area pencarian. Berdasarkan data terakhir, titik duga keberadaan pesawat berada di radius belasan kilometer dari koordinat awal.
“Iya, kendala yang kami alami saat ini memang pada waktu kami menerbangkan drone untuk melakukan searching, kabut. Dan di lokasi hujan, ini baru-baru sudah reda. Perkiraan sekitar 16 kilometer dari titik koordinat itu biddling-nya,” kata Sultan.
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengungkapkan adanya laporan dari masyarakat mengenai suara ledakan dan titik api di daerah Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Cenrana, Kabupaten
Maros
. Menanggapi laporan itu,
TNI AD
telah mengerahkan Helikopter Caracal untuk melakukan observasi udara.
Kondisi medan yang merupakan pegunungan karst dengan hutan lebat serta tebing terjal menjadi tantangan utama bagi tim evakuasi di lapangan. Selain itu, kondisi sinyal telekomunikasi yang buruk di lokasi membuat petugas harus mengerahkan perangkat satelit.
“Ini kalau kita
cross-check
dengan apa yang dilaporkan oleh masyarakat bahwa masyarakat juga melihat di situ suara ledakan dan bisa juga masyarakat yang merekam juga ada titik api,” ungkap Bangun.
Guna mendukung kelancaran operasi, TNI juga telah menggerakkan unit ambulans ke wilayah Cenrana serta tim komunikasi khusus untuk menembus kebuntuan akses informasi di area pegunungan.
“Kemudian yang berikutnya, kita juga sudah menggerakkan ambulans ini sementara ke Cenrana dulu di Kabupaten Maros. Kemudian yang kedua, kita juga menggerakkan tim komunikasi. Sekarang tim yang membawa alat komunikasi, mohon maaf ini saya sebutkan merek di sini Starlink, karena di sana komunikasinya cukup sulit,” pungkas Bangun.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tim SAR Cari Pesawat ATR 42-500 Hilang di Maros, 11 Orang Dilaporkan Ada di Dalam Makassar 17 Januari 2026
/data/photo/2026/01/17/696b6576c2461.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)