Menanti Titah Bahlil, Golkar se-Sulsel Ingin Appi Jadi Ketua, Bukan Figur Lain

Menanti Titah Bahlil, Golkar se-Sulsel Ingin Appi Jadi Ketua, Bukan Figur Lain

“Dukungan ini, sekaligus menandakan bahwa tidak ada figur lain yang dianggap cukup kuat selain Munafri. Aspirasi kader jelas, tujuannya untuk menjaga soliditas partai, dan itu hanya bisa dilakukan oleh figur yang diterima secara luas,” jelasnya.

Akademisi Unhas itu menambahkan, jika dalam Musda nanti terdapat kandidat lain, maka hal tersebut dinilai tidak merepresentasikan kehendak mayoritas kader. Sebab, suara dominan DPD II telah mengerucut pada satu nama yakni Munafri.

“Kalaupun ada figur lain, itu tidak terlalu diperhitungkan. Suara mayoritas sudah menginginkan Munafri,” tuturnya.

“Baik melalui mekanisme voting maupun musyawarah mufakat hingga aklamasi, semua peluang itu sangat terbuka untuk Appi sebagai Ketua Golkar Sulsel,” lanjutanya.

Ia juga menilai, figur-figur yang sempat mencuat belakangan lebih bersifat simbolik tidak menunjukkan keseriusan yang nyata untuk bertarung dalam Musda.

Karena itu, lanjut dia, penilaian DPD II hanya Appi yang benar-benar siap dan serius, sehingga dukungan diberikan kepadanya.

Dari sisi modal politik dan rekam jejak, Munafri dinilai memiliki keunggulan signifikan. Selain menjabat sebagai Wali Kota Makassar, Appi juga dianggap tidak memiliki catatan negatif yang dapat merusak citra partai.

Track record Appi relatif bersih, tidak ada hal yang merusak citra. Ia juga punya kemampuan merangkul dan menyatukan kader.

“Ini penting di tengah dinamika politik, apalagi saat Golkar berada dalam momentum kebangkitan dan menghadapi persaingan antarpartai,” jelasnya.