242 Bangkai Gerbong KRL Disimpan di Depo Depok Sebelum Dikirim ke Tempat Konservasi Megapolitan 15 Januari 2026

242 Bangkai Gerbong KRL Disimpan di Depo Depok Sebelum Dikirim ke Tempat Konservasi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        15 Januari 2026

242 Bangkai Gerbong KRL Disimpan di Depo Depok Sebelum Dikirim ke Tempat Konservasi
Tim Redaksi
DEPOK, KOMPAS.com –
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat terdapat 242 unit atau gerbong kereta yang sudah tidak terpakai dan ditumpuk di Depo Depok, Jalan Kampung Rawageni, Cipayung, Kota Depok.
“Berdasarkan data terakhir tahun 2025, terdapat sekitar 25 rangkaian atau 242 unit kereta yang sudah tidak terpakai,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda kepada
Kompas.com
, Kamis (15/1/2026).
Karina menyampaikan, ratusan gerbong ini tidak lagi masuk kualifikasi untuk dapat dioperasikan karena telah mengalami kerusakan berat dan memasuki masa konservasi (afkir).
Gerbong-gerbong itu juga sudah tidak dapat dilakukan perawatan atau perbaikan lagi sehingga menurut analisis teknis dan kondisi, mereka tidak akan digunakan kembali.
KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Tumpukan gerbong kereta yang sudah tidak terpakai lagi untuk operasional di Dipo Depok, Kota Depok, Kamis (15/1/2026).

Nantinya, unit kereta yang sudah tidak terpakai akan melalui perucutan sarana KRL. Sementara waktu, ditempatkan di Dipo Depok sebelum dikirim ke tempat konservasi di Stasiun Pasirbungur, Subang, Jawa Barat.
“Karena proses penghapusbukuan dan perucutan sarana KRL akan membutuhkan waktu, maka rangkaian tersebut sementara ditempatkan di Dipo Depok,” ujarnya.
Di samping itu, Depo KRL Depok disebut sebagai pusat perbaikan sarana KRL dengan fasilitas lengkap dengan luas area 2,6 hektar.
Depo Depok
terdiri atas 14 jalur stabling, 2 jalur
passing
, dan 11 jalur inspeksi yang mampu menampung sekitar 466 unit kereta.
Tak hanya itu, Depo Depok juga menjadi area “tidur” rangkaian KRL perjalanan
Commuter Line
Bogor/Depok – Jakarta Kota sebelum nantinya dioperasikan mengangkut penumpang.
“Depo KRL Depok juga difungsikan sebagai tempat pemeriksaan harian KRL sebelum berdinas dengan rata-rata 26 rangkaian setiap harinya,” terang Karina.
Berdasarkan Pantauan
Kompas.com
di lokasi, Kamis (15/1/2026), terlihat tumpukan
gerbong KRL
Commuter Line yang tampak disusun rapi di salah satu sudut area Depo Depok, Jalan Kampung Rawageni, Cipayung, Kota Depok.
Tumpukan ini bisa dilihat dari jembatan Jalan Terusan Dipo.
Gerbong-gerbong itu disusun berjejer dalam beberapa baris dan ditumpuk hingga dua tingkat.
Pada setiap unit, terdapat nomor seri yang ditulis menggunakan cat semprot (
pilok
) berwarna merah.
Di salah satu sisi gerbong, terlihat nomor empat digit, di antaranya 6931, 6233, 6124, 6231, dan 6532.
Tumpukan gerbong kereta tersebut diletakkan di atas tanah yang baru saja diuruk dan masih tampak basah.
Hal itu terlihat dari jejak lumpur serta genangan air di sekitar area penyimpanan.
Di sisi tumpukan gerbong, terlihat dua unit alat berat, salah satunya berupa
crane
. Sejumlah petugas berseragam biru tampak memeriksa bagian bawah salah satu gerbong.
Pintu-pintu gerbong yang kini tak lagi beroperasi dibiarkan terbuka, memperlihatkan area tempat duduk para penumpang saat kereta masih digunakan.
Selain itu, deretan “bangkai” kereta lainnya juga terlihat sekitar 7-10 meter dari barisan gerbong yang berada dekat jembatan.
Tak jauh dari lokasi tersebut, sejumlah komponen kereta tampak disusun rapi, seolah baru saja melalui proses penataan atau pengelompokan.
Gerbong-gerbong yang selama bertahun-tahun menemani perjalanan para komuter itu kini telah dimakan usia dan saat ini memasuki masa konservasi.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.