Satpol PP dan Alat Berat Merapat Jelang Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Megapolitan 14 Januari 2026

Satpol PP dan Alat Berat Merapat Jelang Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        14 Januari 2026

Satpol PP dan Alat Berat Merapat Jelang Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com – 
Menjelang pembongkaran tiang monorel pertama di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, mobil Satpol PP mulai merapat ke sisi jalur lambat pada Rabu (14/1/2026) malam.
Mobil patroli tiba sekitar pukul 20.50 WIB dengan dua anggota. Mereka duduk di bangku Halte Non-BRT Transjakarta Kuningan Madya.
Arus lalu lintas saat itu masih lancar dan belum ada penutupan jalan. Mobil patroli kemudian meninggalkan lokasi pukul 21.02 WIB.
Sekitar pukul 21.20 WIB, 10 anggota Satpol PP kembali ke lokasi, berdiri di trotoar yang menghadap tiang monorel. Mobil patroli diparkirkan di Jalan Kuningan Persada dan dua personel tambahan ikut bergabung.
20 menit kemudian, mobil bak Dinas Bina Marga tiba membawa alat berat, diparkir di jalan masuk jalur lambat. Pembatas oranye berbentuk kerucut mulai ditata di sekitarnya, tetapi kendaraan masih diperbolehkan melintasi jalur lambat.
Pembongkaran dijadwalkan berlangsung mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB keesokan paginya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pengerjaan dilakukan malam hari untuk menghindari kepadatan lalu lintas di wilayah Kuningan.
“Pengerjaannya akan dilakukan malam hari. Dengan demikian tidak ada penutupan jalur, dan mudah-mudahan saya sudah minta ke Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas agar tak macet. Karena ini jalan utama kita,” ucap Pramono saat menyaksikan langsung
pembongkaran tiang monorel
, Rabu pagi.
Total terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Pembongkaran tersebut menjadi bagian dari upaya penataan ulang kawasan yang telah lama terbengkalai akibat mangkraknya proyek monorel.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said, semuanya akan ditata rapi dan saya meyakini ini akan membuat jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” ujar Pramono.
Selain pembongkaran tiang monorel, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga merencanakan penataan menyeluruh di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Penataan tersebut mencakup perbaikan badan jalan, saluran air, jalur pedestrian, penerangan jalan umum (PJU), hingga pembangunan taman.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.