Jakarta (ANTARA) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mendorong PD Pasar Jaya untuk melakukan pengelolaan dan pengangkutan sampah secara mandiri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
“Ke depan, PD Pasar Jaya akan mengadakan kendaraan pengangkut sendiri. Jumlahnya masih dalam tahap kajian,” kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sudin LH Kecamatan Kramat Jati Dwi Firmansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah terulangnya penumpukan sampah akibat lonjakan timbulan di momen tertentu.
Dwi mengatakan, selama ini pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dilakukan secara rutin. Namun, pada periode Natal dan Tahun Baru lalu, volume sampah meningkat tajam seiring tingginya aktivitas perdagangan buah dan sayur.
“Kemarin itu kasus (case) khusus karena berbarengan dengan musim buah dan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Timbulan sampah meningkat signifikan, sementara armada yang diploting ke pasar justru berkurang karena beberapa kendaraan masuk perawatan,” jelasnya.
Kondisi tersebut mengakibatkan pengangkutan sampah tidak sebanding dengan volume sampah yang dihasilkan.
Menyikapi hal itu, DLH DKI Jakarta melakukan penanganan terkoordinasi dengan melibatkan berbagai unit lintas wilayah. Mulai dari unit lain seperti Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air, dan juga Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu.
“Kita di Dinas Lingkungan Hidup merespon atas aduan masyarakat dan juga kondisi yang ada dengan berkoordinasi melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan juga satuan pelaksana (satpel) terkait,” ucap Dwi.
Dalam kurun lima hari, sebanyak 178 armada truk dikerahkan untuk mengangkut sampah dari Pasar Induk Kramat Jati ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dengan total tonase mencapai 3.012 ton.
Usai penanganan darurat tersebut, DLH bersama Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi koordinasi dengan PD Pasar Jaya. Hasilnya, PD Pasar Jaya didorong untuk memenuhi kewajibannya melakukan pengelolaan dan pengangkutan sampah secara mandiri.
Lalu, skema kolaborasi pun disiapkan. PD Pasar Jaya akan bertanggung jawab terhadap pengangkutan sampah dari area pasar, sementara Sudin LH berperan dalam pendampingan serta pengangkutan residu.
“Dengan pembagian peran ini, kita harapkan pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati bisa lebih berkelanjutan dan tidak menumpuk lagi saat volume meningkat,” kata Dwi.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
