Warga resahkan pemotor naik trotoar akibat macet di Matraman

Warga resahkan pemotor naik trotoar akibat macet di Matraman

Jakarta (ANTARA) – Warga meresahkan sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas di atas trotoar akibat kemacetan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur.

“Khawatir pasti. Saya sering olahraga jalan kaki di sini, tapi hak kami sebagai pejalan kaki jelas diambil. Kalau kita tidak waspada, bisa saja terjadi kecelakaan,” kata salah satu warga Matraman yang bernama Abbas (63) di Jakarta Timur, Rabu.

Tindakan nekat sejumlah pengendara motor itu membuat pejalan kaki merasa tidak aman dan terpaksa mengalah. Padahal, fasilitas tersebut sejatinya diperuntukkan khusus bagi pejalan kaki.

Diketahui, arus kendaraan di Jalan Matraman Raya tersendat sejak pagi hari akibat antrean lampu lalu lintas dan aktivitas proyek pembangunan LRT Jakarta yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Kemacetan yang berkepanjangan itu membuat sebagian pengendara sepeda motor memilih mencari jalan pintas dengan menaiki trotoar.

Trotoar yang semestinya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki itu pun seketika berubah menjadi jalur alternatif kendaraan bermotor.

Sepeda motor melintas silih berganti dengan kecepatan cukup tinggi, sehingga pejalan kaki terpaksa menepi ke pinggir trotoar, bahkan turun ke badan jalan.

Menurut Abbas, tindakan sejumlah pengendara motor yang menggunakan trotoar itu sudah menjadi pemandangan rutin, terutama pada jam masuk kerja.

Kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap pagi, ketika arus lalu lintas menuju kawasan Salemba mengalami kepadatan.

Dia berharap agar aparat terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan penertiban secara rutin.

“Ini bukan kejadian sekali dua kali. Hampir tiap pagi, terutama jam kerja, pengendara motor naik trotoar. Harusnya ada petugas yang sigap menertibkan,” ujar Abbas.

Keresahan serupa juga dirasakan Syaiful (55), warga sekitar yang kerap memanfaatkan trotoar untuk berjalan kaki, baik untuk berolahraga maupun menuju halte Transjakarta.

Dia mengaku merasa takut dan tidak nyaman saat harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor.

“Kalau takut, ya, takut. Apalagi, saya sudah tidak muda lagi. Mau menegur juga biasanya yang salah justru lebih galak, jadi saya pilih jalan pelan di pinggir saja,” ucap Syaiful.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pejalan kaki berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, trotoar merupakan hak pejalan kaki, namun di sisi lain, mereka harus mengalah demi menghindari risiko tertabrak kendaraan.

“Saya paham, mereka buru-buru mau kerja, tapi kan tidak harus naik trotoar. Trotoar itu untuk pejalan kaki. Kalau bisa, ya, ditertibkan supaya kami merasa aman,” harap Syaiful.

Hingga siang hari, masih terjadi kepadatan lalu lintas di Jalan Matraman Raya.

Syaiful menginginkan adanya pengawasan dan penindakan tegas agar trotoar tersebut dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya sehingga keselamatan pejalan kaki lebih terjamin.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.