Pengamat: Kita Dipaksa Jadi Pahlawan di Tanah Sendiri Lewat Pajak yang Mencekik

Pengamat: Kita Dipaksa Jadi Pahlawan di Tanah Sendiri Lewat Pajak yang Mencekik

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pengamat Ekonomi dan Geopolitik, Hadi Saputra mengkritik kebijakan pemerintah. Terutama dalam sektor pajak.

Dia menilai, masyarakat Indonesia dipaksa menjadi pahlawan devisa. Tapi di lain sisi dicekik lewat pajak.

“Kita dipaksa menjadi pahlawan devisa di tanah sendiri lewat pajak yang mencekik,” tulis Hadi dikutip dari unggahannya di X, Rabu (14/1/2026).

Dia membandingkannya dengan elit yang menduduki Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, mereka berpesta sementara rakyat tercekik.

“Sementara perusahaan plat merah asyik berpesta di atas tumpukan modal rakyat tanpa rasa malu,” ujarnya.

Berangkat dari hal itu, dia menanyakan arti keadilan di Indonesia.

Hadi mewanti-wanti, kebijakan perpajakan di Indonesia jadi pemerasan yang dilegalkan.

“Apakah ini bentuk keadilan sosial atau sekadar skema pemerasan legal yang dibungkus rapi dalam angka-angka APBN?” pungkasnya. (Arya/Fajar)