Liputan6.com, Sukabumi – Semangat menuntut ilmu para siswa di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, harus dipertaruhkan dengan risiko nyawa. Jembatan gantung yang menjadi akses utama mereka menuju sekolah putus total akibat terjangan longsor setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras, Selasa dini hari (13/1/2026).
Pemandangan memprihatinkan terlihat saat anak-anak usia SD dan SMP dengan sangat hati-hati merayap di sisa-sisa jembatan sepanjang 25 meter tersebut.
Sambil berpegangan kuat pada kawat seling demi menjaga keseimbangan, mereka terpaksa melintasi area yang rusak demi bisa sampai ke ruang kelas.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah menjelaskan, jembatan yang menghubungkan Desa Cikelat dan Desa Karangpapak tersebut adalah jalur utama bagi warga dan pelajar.
”Jembatan ini merupakan akses utama penghubung antar desa dan sangat vital. Jembatan ini dipakai oleh anak-anak sekolah, baik tingkat SD maupun SMP,” ungkap Andri, Rabu (14/1/2026).
Putusnya jembatan selebar 1,5 meter ini tidak hanya menghambat pendidikan, tetapi juga mengancam keselamatan siswa setiap harinya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472988/original/003896000_1768382154-213458.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)