Ini Penyebab Sinyal Internet di Natuna Lemot Berhari-hari

Ini Penyebab Sinyal Internet di Natuna Lemot Berhari-hari

Liputan6.com, Jakarta – Warga di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepuluan Riau mengeluhkan lemahnya sinyal Telkomsel dalam waktu beberapa hari ini. Seorang warga Desa Klarik, Rian Tabrani mengatakan ada beberapa desa merasakan dampaknya sinyal melemah untuk internet.

“Untuk di desa kami Klarik, telepon masih normal cuman untuk internet sinyal melemah terutama untuk mengunakan aplikasi,” Kata Rian saat dikonfirmasi Liputan6.com. Selasa (13/1/2026).

Lemotnya sinyal internet disebabkan oleh robohnya tower telekomunikasi. Menurut Rian, bahkan ada satu desa yang tidak terjangkau sinyal telepon maupun internet.

“Ada sekitar 200 KK di desa Gunung Durian, Bunguran utara, tidak bisa nelepon dan internet karena tak ada sinyal, akibat towor roboh,” ucap Rian.

Rian menyebutkan dari informasi yang diperolehnya, pemerintah daerah setempat sudah berkoordinasi dengan pihak Telkomsel dan perusahan yang membangun tower.

“Informasinya akan dibuatkan tower sementara,” tuturnya.

Tower telekomunikasi di Natuna tersebut roboh akibat cuaca ekstrem disertai angin kencang. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2026), sekira pukul 23.45 WIB, berdasarkan laporan warga dan hasil koordinasi dengan pihak Telkomsel.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Natuna Ikhwan Sholihin menjelaskan, kejadian robohnya tower tersebut murni disebabkan faktor alam. Saat itu, kondisi cuaca di wilayah Natuna sedang mengalami angin kencang yang cukup ekstrem.

“Memang kejadiannya malam Kamis sekitar pukul 23.45 WIB. Dari hasil koordinasi kami dengan Telkomsel, tower tersebut roboh akibat cuaca ekstrem dan angin kencang,” ujar Ikhwan kepada Liputan6.com.

Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan warga akibat insiden tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban, baik korban jiwa maupun kerusakan bangunan di sekitar lokasi,” ucapnya

Terkait gangguan layanan, Kadis Kominfo mengakui adanya penurunan kualitas sinyal di area sekitar tower yang roboh. Namun, layanan komunikasi masih tetap berjalan meski tidak optimal.

“Sinyal masih ada, hanya kualitasnya menurun. Misalnya yang biasanya penuh, sekarang tinggal dua atau tiga bar,” jelasnya.

Tower Disebut bukan Aset Telkomsel

Dia juga meluruskan bahwa tower yang roboh tersebut bukan merupakan aset milik Telkomsel. Tower itu merupakan milik provider infrastruktur jaringan yang menjadi mitra Telkomsel, sementara Telkomsel hanya menempatkan perangkat pemancar di tower tersebut.

“Tower itu bukan milik Telkomsel, tapi milik provider pengelola infrastruktur jaringan. Telkomsel hanya menumpangkan perangkatnya di situ,” katanya.

Sebagai langkah penanganan, Telkomsel disebut akan menurunkan tim teknis dari Batam ke lokasi kejadian. Saat ini, konektivitas sementara diupayakan dengan memaksimalkan jangkauan dari tower terdekat.

“Mereka sudah turun langsung ke lapangan dan berupaya menjaga kualitas layanan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan jaringan dari tower terdekat,” ujarnya.

Untuk pembangunan kembali tower yang roboh, Kadis Kominfo menyampaikan bahwa prosesnya sudah berjalan dan ditangani langsung oleh pihak pengelola infrastruktur. Targetnya, tower tersebut dapat kembali berdiri dalam bulan ini.

“Sekarang masih tahap pengerjaan. Targetnya bulan ini selesai, tentu dengan catatan tidak ada kendala teknis, cuaca, maupun transportasi, karena perangkatnya juga didatangkan dari luar,” ujarnya.