Pedagang dan RPH Ancam Besok Bakal Kembali Demo di Balai Kota Surabaya
Tim Redaksi
SURABAYA, KOMPAS.com
– Ratusan massa dari pedagang dan jagal rumah potong hewan (RPH) Pegirian mengancam pada Rabu (14/1/2026) akan kembali berdemo dan dirikan tenda di depan Balai Kota Surabaya sampai tuntutan mereka terpenuhi.
Mereka menolak keras rencana relokasi aktivitas pemotongan sapi ke Tambak Oso Wilangun (TOW) yang dinilai mengancam mata pencaharian ribuan warga.
Pantauan
Kompas.com
ribuan massa mulai memenuhi depan Balai Kota sekitar pukul 10.00 WIB dengan dipimpin dua mobil komando.
Kemudian, sekitar pukul 12.30 WIB beberapa massa masuk ke dalam halaman Balai Kota untuk meminta mediasi dengan walikota Surabaya,
Eri Cahyadi
, meski sampai sekarang masih belum mendapat kejelasan.
Kini, massa mengancam akan kembali melakukan unjuk rasa pada besok, Rabu (14/1/2026) jika tuntutan mereka belum dikabulkan.
Mereka berencana akan mendirikan tenda hingga membawa peralatan memasak.
“Besok kita akan ke sini lagi bawa peralatan tempur, besok bawa kompor, penanak nasi, kita nginep disini sampai tuntutan kita dipenuhi. Kita dirikan tenda disini, tidur disini,” ujar orator dari atas mobil komando.
Mereka menegaskan agar aparat keamanan tidak memprovokasi massa.
“Untuk aparat keamanan saya minta agar tidak memprovokasi kami,” ucapnya.
Pihaknya juga menjamin tidak akan melakukan tindak anarkis maupun premanisme.
“Berhari-hari berpanas panasan tidak ada respon positif, kami ini bukan premanisme kita kesini bukan membunuh, kan bisa mendiskusikan dgn kita rakyat ini. Kami warga Surabaya tidak akan tinggal diam kami punya adab,” tegasnya.
Besok renacananya massa akan kembali melakukan demonstrasi di depan kantor RPH mulai pukul 09.00 WIB.
“Saya ucapkan terima kasih untuk bapak-bapak dan ibu-ibu yang telah memberikan semangat kami untuk para koordinator, tapi besok kita kesini lagi sampai tuntutan kita terpenuhi!,” ungkapnya.
Sekitar pukul 13.40 WIB massa mengakhiri demo.
Diketahui, RPH Surabaya mulanya berlokasi Jalan Pegirian, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur.
Sementara jarak dari RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun (TOW) sebagai lokasi baru sekitar 14 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari 45 menit.
Bagi para pedagang menilai relokasi ke tempat baru tidak mempertimbangkan kondisi mereka.
Lokasi yang jauh, apalagi jam kerja menjelang dini hari, dinilai rawan kejahatan sekaligus rawan kecelakaan karena dianggap sebagai “jalur tengkorak.”
Selain itu, banyak fasilitas di tempat RPH TOW yang belum memadai sehingga berisiko mengganggu distribusi daging, serta kekhawatiran akan kualitas dan higienitas karena dekat dengan TPA.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Pedagang dan RPH Ancam Besok Bakal Kembali Demo di Balai Kota Surabaya Surabaya 13 Januari 2026
/data/photo/2026/01/13/6965bbdef21e0.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)