Cuaca Ekstrem Terjadi hingga Awal Febuari 2026, Warga Semarang Diminta Waspada Longsor Regional 13 Januari 2026

Cuaca Ekstrem Terjadi hingga Awal Febuari 2026, Warga Semarang Diminta Waspada Longsor
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        13 Januari 2026

Cuaca Ekstrem Terjadi hingga Awal Febuari 2026, Warga Semarang Diminta Waspada Longsor
Tim Redaksi
SEMARANG, KOMPAS.com –
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Jawa Tengah, memperingatkan cuaca ekstrem hingga awal Februari 2026.
Kepala
BPBD Kota Semarang
Endro Pudyo Martanto, mengatakan, petugas telah disiagakan selama 24 jam untuk memonitor potensi bencana.
“BBPD Kota Semarang ini melaksanakan sebuah kegiatan yang namanya ronda cuaca. Ronda cuaca ini kami implementasikan dalam pelaksanaan tugas dari personel BPBD yang melaksanakan ronda cuaca. Ini selama 24 jam penuh,” kata Endro kepada
Kompas.com,
Selasa (13/1/2026).
Namun, Endro tetap meminta warga agar waspada terhadap
cuaca ekstrem
yang bisa terjadi kapan saja.
“Akan terjadi sampai dengan awal Februari 2026 atau menjelang pelaksanaan ibadah Bulan Ramadhan,” lanjut Endro.
Selama periode 2025,
bencana longsor
mendominasi di Kota Semarang.
Untuk itu, BPBD Kota Semarang mempunyai perhatian khusus terhadap bencana longsor.
“Ada 160 kejadian longsor selama 2025,” ungkapnya.
Kejadian longsor terbanyak, antara lain Kelurahan Wonosari, Kelurahan Lempongsari, Kelurahan Tandang, Kelurahan Sadeng dan Kecamatan Gunungpati.
“Wilayah-wilayah ini menjadi perhatian utama untuk upaya mitigasi,” lanjutnya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dan BBWS untuk penguatan struktur talud.
“Yang pada intinya ini adalah mitigasi yang berfungsi untuk mengurangi risiko banjir. Termasuk di dalamnya penguatan talut di lokasi-lokasi yang rawan longsor,” ucap Endro.
Endro juga mengingatkan masyarakat pesisir, nelayan, serta pemancing untuk lebih berhati-hati karena potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di laut masih berlanjut.
“Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama. Nelayan perlu selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG,” ujarnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.