FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho atau yang akrab disapa Buya Eson tegas menolak usulan Pilkada lewat DPRD.
Ada pula alasan tegas menurut Buya Eson penolakan ini harus dilakukan karena akan berdampak ke depannya.
Lewat cuitan di akub media sosial X pribadinya, penegasan Buya Eson untuk melakukan penolakan.
“Kenapa Pilkada melalui DPRD harus kita TOLAK!,” tulisnya dikutip Selasa (13/1/2026).
Menurutnya jika sampai Pilkada via DPRD ini gol, maka dampak besar kedepannya akan segera terlihat.
Memang untuk saat ini cuma sebatas Pilkada, karena usai wacana ini berhasil menurutnya barulah wacana lain diusung.
Salah satunya dan dampaknya besar adalah pemilihan Presiden melalui DPR/MPR).
“Karena jika Pilkada via DPRD berhasil lolos,” tuturnya.
“berikutnya Pilpres akan melalui DPR/MPR,” ungkapnya.
Jika hal ini benar-benar terjadi, menurut Buya Eson bisa saja masa jabatan Presiden berlangsung selama seumur hidup.
Dan negara demokrasi yang sast ini disematkan ke Indonesia ke depannya hanya menjadi khayalan semata.
“Masa jabatan Presiden bisa seumur hidup,” tuturnya.
“Demokrasi hanya khayalan,” terangnya.
Terbaru soal wacana ini, enam dari delapan fraksi di DPR yang kini mendukung usulan tersebut.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Deddy Yevri Sitorus.
“Kalau hitung-hitungan matematisnya, kita kan hanya 16 persen. Dengan 6 partai sudah menyetujui maka secara matematika, ya itu mereka akan berhasil mengusulkan,” ujar Deddy dikutip dari CNN, Kamis (8/1/2026) lalu
