Tiga Nelayan Asal Pangkep yang Dinyatakan Hilang Akhirnya Ditemukan di Kepulauan Selayar
Tim Redaksi
SELAYAR, KOMPAS.com-
Tiga nelayan yang sempat dinyatakan hilang selama kurang lebih empat hari saat melaut di perairan Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya ditemukan.
Perahu jenis Jolloro Sansel United JB 2023 ditemukan terdampar setelah terbawa arus di sekitar Pulau Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Minggu (11/1/2026) siang.
“Perahu ditemukan beserta tiga orang nelayan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing selama empat hari sejak dinyatakan hilang kontak,” kata Kepala Kantor
Basarnas Makassar
, Muhammad Arif Anwar dikonfirmasi Senin (12/1/2026).
Arif menjelaskan bahwa lokasi ditemukannya para nelayan dijajaran pulau-pulau kecil di sekitar Kecamatan Pasalembana.
Sesuai dengan prediksi melalui SAR Map yang digunakan personel Basarnas Makassar mendeteksi area pencarian.
“Beberapa hari terakhir memang pencarian tim SAR Gabungan memang fokus di wilayah perairan Kepulauan Selayar, Kapal KN SAR Kamajaya 104 yang dikerahkan sebelumnya sudah berada di sekitar
perairan Selayar
,” jelas dia.
Saat ini para nelayan masih menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke keluarganya masing-masing.
“Alhamdulillah seluruh penumpang kapal dalam kondisi selamat dan sudah berkomunikasi dengan keluarganya, saat ini berada di Pulau Bonerate untuk mendapatkan penanganan dan menunggu pemulangan,” beber Anwar.
Sebelumnya, tiga nelayan dinyatakan hilang usai mengalami kerusakan perahu di perairan Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ketiga nelayan yang dinyatakan hilang itu masing-masing bernama Jumadi (31), Rudi (26), dan Mursalim (38).
Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan bahwa ketiga nelayan berangkat melaut pada Rabu (7/1/2026) pagi.
Namun hingga hari ini belum diketahui keberadaannya.
“Sejak menerima laporan, kami langsung membuat pemantauan ke SROP Makassar dan SROP Selayar untuk menginformasikan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian,” kata Andi Sultan dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).
Hal itu dilakukan guna memantau titik terakhir kapal jenis Jolloro tersebut.
“Itu dilakukan guna turut melakukan pemantauan dan melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kapal atau korban,” ujar Sultan.
Basarnas Makassar juga mengerahkan kapal KN SAR Kamajaya 104 guna melakukan penyisiran di kawasan perairan yang menjadi titik terakhir kapal nelayan tersebut berada.
“Kami mengerahkan juga tim
rescue
dan peralatan pendukung untuk melakukan pencarian di perairan sekitar Pulau Banawayya,” beber Sultan.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tiga Nelayan Asal Pangkep yang Dinyatakan Hilang Akhirnya Ditemukan di Kepulauan Selayar Regional 12 Januari 2026
/data/photo/2026/01/12/6964aca367419.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)