BPBD Lumajang Jelaskan Faktor Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Awan Panas dalam 3 Hari Surabaya 12 Januari 2026

BPBD Lumajang Jelaskan Faktor Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Awan Panas dalam 3 Hari
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        12 Januari 2026

BPBD Lumajang Jelaskan Faktor Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Awan Panas dalam 3 Hari
Tim Redaksi
LUMAJANG, KOMPAS.com
– Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meluncurkan 2 kali awan panas dalam kurun waktu 3 hari.
Awan panas pertama terjadi pada Jumat (9/1/2026) dengan jarak luncur 5 kilometer dari puncak kawah
Gunung Semeru
.
Selang 2 hari, awan panas kembali meluncur dari puncak kawah Gunung Semeru sejauh 5 kilometer pada Minggu (11/1/2026) malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Yudhi Cahyono menerangkan, ada 2 faktor yang menyebabkan Gunung Semeru mengeluarkan awan panas dalam 3 hari terakhir.
Faktor pertama, kata Yudhi, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi.
Dalam 24 jam, Gunung Semeru bisa erupsi berupa letusan asap mencapai lebih dari 100 kali.
Letusan tersebut mengakibatkan terjadinya tumpukan material di puncak gunung dan berakhir longsor menjadi awan panas guguran.
“Aktivitas letusannya memang masih tinggi dan membuat terjadi timbunan material yang kemudian longsor ke bawah jadi awan panas guguran,” kata Yudhi, Senin (12/1/2026).
Faktor kedua, kata Yudhi, disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi pada kawasan puncak Gunung Semeru.
Hujan yang terjadi membuat timbunan meterial menjadi labil dan longsor membentuk guguran awan panas.
“Hujan juga menjadi faktor besar atas terjadinya awan panas,” jelasnya.
Adapun, saat ini status Gunung Semeru masih berada pada level III atau Siaga.
Yudhi mengimbau, warga untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.