Kebakaran 15 Bangunan di Tambora, 150 Warga Mengungsi Megapolitan 11 Januari 2026

Kebakaran 15 Bangunan di Tambora, 150 Warga Mengungsi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        11 Januari 2026

Kebakaran 15 Bangunan di Tambora, 150 Warga Mengungsi
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Duri Bangkit, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (11/1/2026) pagi.
Kepala
BPBD DKI Jakarta
Isnawa Adji mengatakan, kebakaran berdampak pada 15 bangunan yang terdiri dari rumah tinggal dan satu konveksi. Sebanyak 150 warga terpaksa mengungsi akibat peristiwa tersebut.
“Terdampak 14 rumah tinggal dan satu bangunan konfeksi. Data sementara mencatat ada 37 Kepala Keluarga (KK) atau 150 jiwa yang terdampak,” ujar Isnawa, Minggu.
Warga yang kehilangan tempat tinggal saat ini mengungsi di Mushola Nuurul Yaqien.
Sementara itu, BPBD DKI Jakarta juga menyiapkan langkah penanganan lanjutan.
“Lokasi pengungsian berada di Mushola Nuurul Yaqien. Kami terus berkoordinasi dengan SKPD terkait, termasuk pihak kelurahan dan RW setempat untuk penanganan lanjutan,” kata dia.
Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD, kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 1,7 miliar. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Isnawa menjelaskan, api pertama kali terlihat dari lantai dua salah satu rumah warga. Warga sempat mencoba memadamkan api sebelum meminta bantuan petugas.
“Menurut penuturan warga, api sudah membesar di lantai 2 rumah, lalu warga bergegas memadamkan api menggunakan alat seadanya, namun api cepat membesar dan warga meminta bantuan ke pos damkar terdekat,” jelas Isnawa.
Sementara itu, Perwira Piket Sudin
Gulkarmat Jakarta Barat
Joko Susillo mengatakan, sebanyak 21 unit mobil pemadam dengan 105 personel gabungan dikerahkan ke lokasi.
Karena api merembet ke bangunan lain dan lokasi berada di gang sempit, proses pemadaman berlangsung hingga lima jam.
“Waktu operasi dimulai pukul 04.26 WIB. Karena banyaknya material mudah terbakar, proses pendinginan baru dimulai pukul 05.47 WIB dan operasi dinyatakan selesai total pada pukul 09.04 WIB,” kata Joko.
Joko menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari masalah instalasi listrik.
“Dugaan penyebab sementara diduga karena fenomena listrik,” tutur Joko.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.