Guru Besar Unair: Setiap Jaman dalam Perjuangan selalu Ada saja Orang yang Berjiwa Pengkhianat

Guru Besar Unair: Setiap Jaman dalam Perjuangan selalu Ada saja Orang yang Berjiwa Pengkhianat

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Guru Besar Ilmu Komunikasi di Universitas Airlangga (Unair), Henri Subiakto memberi peringatan. Peringatannya ini terkait Politik Adu Domba yang disertai dengan pengkhianatan di sekitarnya.

Lewat cuitan di akun media sosial X pribadinya, Henri Subiakto memberi peringatan tersebut.

“AWAS POLITIK ADU DOMBA DAN ADA PENGKHIANAT DI SEKITAR KITA,” tulisnya dikutip Senin (12/1/2026).

Dia mengungkit sejarah Indonesia yang cukup kelam. Dimana nenek moyang dijajah Belanda sekitar 350 tahun. Itu periode yang sangat lama. Padahal para pendahulu itu dikenal pemberani, ulet, dan tidak mudah menyerah. Namun kenapa saat mereka berjuang mengusir penjajah, ujungnya sering kalah.

Ia menuliskan beberapa sosok-sosok pemimpin di Indonesia yang terkenal hebat justru mendapatkan pengkhianatan.

Seperti, Pangeran Diponegoro itu hebat, bisa berperang sengit sekitar 5 tahun, membawa korban banyak, hingga membikin porak poranda keuangan Pemerintah Belanda. Tapi di tahun 1830, Diponegoro diringkus setelah ditipu Jenderal De Kock dan sebelumnya sang Pangeran dikhianati oleh orang kepercayaannya, patih Danurejo.

“Begitu pula Cut Nya Dien berjuang gigih melawan Belanda, meneruskan perlawanan Suaminya, Teuku Umar. Cuk Nya Dien sulit dikalahkan, tapi kemudian diringkus setelah dikhianati orang dekatnya, Pang Lao. Belanda bisa menangkap dari tempat persembunyian Cut Nya, karena dibocorkan oleh si pengkhianat.

Sebelumnya, Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Mataram, kalau sekarang di sekitar Jogja, menyerang jauh ke Batavia. Lewat jalan darat dengan ribuan pasukan ingin mengusir Belanda dari Nusantara. Namun dalam penyerangan ke Batavia itu, ada pengkhianat orang dalam dari Mataram sendiri, namanya Tumenggung Inderanata.