Kisah Penumpang KRL: Rempeyek Pesanan Bos Hampir Hilang, Akhirnya Kembali Megapolitan 11 Januari 2026

Kisah Penumpang KRL: Rempeyek Pesanan Bos Hampir Hilang, Akhirnya Kembali
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        11 Januari 2026

Kisah Penumpang KRL: Rempeyek Pesanan Bos Hampir Hilang, Akhirnya Kembali
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kisah seorang warga yang tertinggal satu stoples berisi rempeyek di KRL Commuterline Jabodetabek menjadi perbincangan di media sosial pada akhir Desember 2025.
Warga bernama Raya membagikan pengalamannya lewat akun TikTok pribadinya. Video tersebut kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun informasi masyarakat.
Dalam unggahannya, Raya menceritakan stoples rempeyek miliknya tertinggal di dalam
KRL
.
Namun, berkat melapor ke petugas, barang tersebut berhasil ditemukan dan diambil kembali pada hari yang sama.
Respons warganet pun beragam. Banyak yang memuji sikap Raya yang tidak panik dan langsung melapor.
Ada pula yang menyoroti keputusannya baru bercerita setelah barang ditemukan, berbeda dengan kasus lain yang sempat menimbulkan polemik.
Saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Jumat (9/1/2025), Raya menjelaskan peristiwa itu terjadi saat ia naik KRL tujuan Angke dan turun di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat.
“Iya, tertinggal saat turun di Stasiun Sudirman. Saya baru ingat (ketinggalan) pas mau gate out di Stasiun Sudirman,” ujar Raya.
Ia mengaku sempat berhenti sejenak sebelum memutuskan mencari petugas untuk membuat laporan.
“Saya sempat mikir sebentar lalu naik ke atas mencari petugas untuk buat laporan,” katanya.
Raya mengatakan, dirinya tidak panik karena barang yang tertinggal berupa makanan.
Namun, rempeyek itu harus diambil kembali karena merupakan pesanan atasannya.
“Saya pikir harus ambil lagi karna itu peyek pesenan bos saya,” tuturnya.
Saat melapor, Raya dimintai keterangan terkait waktu kejadian dan rangkaian KRL yang ia tumpangi. Setelah itu, ia diberi surat pengantar dan informasi lokasi pengambilan barang.
Akhirnya, Raya diminta mengambil stoples rempeyek tersebut di Stasiun Angke. Ia pun bersyukur barangnya masih utuh dan bisa kembali ke tangannya.
Saran untuk Warga yang Ketinggalan Barang di KRL
Berdasarkan pengalamannya, Raya menyarankan warga yang ketinggalan barang di KRL agar segera melapor ke petugas.
“Tips dari saya segera sampaikan ke petugas dan buat laporan. Lalu tunggu WhatsApp dari petugas untuk informasi pengambilan barangnya (yang tertinggal),” kata Raya.
Sementara itu, VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengimbau pengguna KRL untuk selalu memperhatikan barang bawaan selama perjalanan.
“Barang bawaan merupakan tanggung jawab pengguna itu sendiri untuk dijaga agar tidak tertinggal maupun hilang,” ujar Karina.
Meski demikian, barang yang tertinggal dan ditemukan petugas akan dicatat melalui sistem lost and found.
“Namun, untuk barang bawaan pengguna yang tertinggal dan ditemukan oleh petugas akan didata melalui sistem lost and found atau layanan dan pengaduan barang tertinggal,” katanya.
Karina menjelaskan, pengguna yang kehilangan barang dapat melapor ke petugas di seluruh stasiun. Jika barang ditemukan, pemilik akan dihubungi untuk pengambilan di ruang lost and found.
Saat ini, layanan lost and found tersedia di sejumlah stasiun, seperti Bogor, Jakarta Kota, Bekasi, Cikarang, Rangkasbitung, Tangerang, dan Tanah Abang.
“Kami mengimbau untuk selalu periksa kembali barang bawaannya saat akan turun dari kereta maupun saat akan meninggalkan stasiun,” tutur Karina.
“Kami juga mengimbau tidak membawa barang bawaan terlalu banyak, untuk memudahkan naik/turun dari kereta,” tambahnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.