Kasus Superflu di Kota Malang Terkendali, Dinkes Minta Warga Tak Panik Regional 11 Januari 2026

Kasus Superflu di Kota Malang Terkendali, Dinkes Minta Warga Tak Panik
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        11 Januari 2026

Kasus Superflu di Kota Malang Terkendali, Dinkes Minta Warga Tak Panik
Tim Redaksi
MALANG, KOMPAS.com –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan temuan 17 kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu berada dalam kondisi terkendali.
Seluruh pasien yang terkonfirmasi dilaporkan telah sembuh, dan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan adanya kasus baru di wilayah Kota Malang.
Kepala
Dinkes Kota Malang
,
Husnul Muarif
, menegaskan bahwa istilah superflu kerap menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurutnya, virus tersebut bukan jenis flu baru yang lebih mematikan.
“Perlu diluruskan, super flu bukan berarti flu yang super berbahaya. Ini adalah virus influenza A yang sudah lama ada, kemudian mengalami mutasi genetik,” ujar Husnul, Sabtu (10/1/2026).
Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memang menjadi wilayah yang memungkinkan berbagai virus, termasuk Influenza A subtipe H3N2 atau superflu, berkembang dan bermutasi.
Di Kota Malang, pemantauan kasus dilakukan melalui dua fasilitas kesehatan sentinel, yakni Puskesmas Dinoyo dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Puskesmas Dinoyo bertugas memantau kasus Influenza-Like Illness (ILI) dengan gejala seperti demam di atas 38 derajat Celsius, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, serta pegal-pegal.
Sementara itu, RSSA berperan sebagai sentinel untuk Severe Acute Respiratory Infection (SARI) atau infeksi saluran pernapasan akut berat.
“Sampel dari dua fasilitas ini dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBKLM) Surabaya. Bila ada indikasi kuat, pemeriksaan dilanjutkan dengan Whole Genome Sequencing untuk memastikan jenis virusnya,” kata Husnul.
Berdasarkan hasil surveilans, Dinkes Kota Malang mencatat masing-masing satu kasus
Influenza A H3N2
pada September dan Oktober 2025, serta beberapa kasus tambahan pada November 2025. Secara keseluruhan, terdapat 17 kasus yang terkonfirmasi.
“Semua pasien sudah sembuh dan kembali beraktivitas normal. Kontak erat juga sudah diperiksa dan hasilnya aman. Situasi di Kota Malang terkendali,” tegas Husnul.
Hingga Desember 2025 dan Januari 2026, Dinkes Kota Malang belum menerima laporan adanya kasus baru. Meski demikian, pemantauan rutin tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Penggunaan masker saat berada di luar rumah, mencuci tangan secara rutin, menjaga daya tahan tubuh, serta vaksinasi influenza juga dianjurkan.
“Kita sudah punya pengalaman menghadapi pandemi. Kuncinya bukan takut, tetapi waspada dan disiplin menjaga kesehatan,” pungkas Husnul.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.