FAJAR.CO.ID, MAROS — Saoraja Institute Indonesia bersama dengan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros menggelar Diskusi Publik yang bertemakan “Telaah Pikiran Muda Menyikapi Wacana Pilkada kembali ke DPRD” (11/01/2026) di Salah Satu Warkop yang ada di area PTB Kecamatan Turikale Maros.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir sebagai narasumber Ketua KPUD Kabupaten Maros, Jumaedi serta Akademisi Fisipol Unhas, Dr. A. Lukman. Beberapa pimpinan OKP serta komunitas pemuda yang ada di Maros juga turut serta dalam diskusi tersebut. Diantaranya, Mapancas, IMM, Kiwal, Sapma Pemuda Pancasila, DPD LIRA, BKPRMI, GP Ansor, GMNI, PP HPPMI Maros, Genpi Maros, Pemuda Tani HKTI, serta sejumlah unsur pemuda lainnya.
Kegiatan diawali dengan paparan data dan narasi dari Direktur Eksekutif Saoraja Institute, Amul Hikmah Budiman serta Ketua DPD KNPI Maros, Chaerul Syahab.
Amul Hikmah Budiman dalam paparannya bahwa secara data di tahun 2025, 66,5 persen publik tidak setuju pelaksanaan Pilkada kembali ke DPRD.
“Harusnya para elite di Senayan mendengar suara rakyat, ini perlu dikaji secara mendalam, bahwa mayoritas publik tidak menginginkan perhelatan pesta demokrasi lokal kembali ke masa Orba. Mayoritas yang menolak juga adalah usia muda.” Ungkap Alumni Pascasarjana Unhas tersebut.
Sementara itu, Akademisi Fisipol Unhas menuturkan bahwa pentingnya koalisi masyarakat sipil untuk membentuk mitigasi sebelum terbit regulasi baru. Selain itu Lukman menambahkan bahwa tafsiran dan jalan keluar sudah disampaikan oleh MK dalam putusannya.
