Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Keluarga Nilai Alasan Polisi Tidak Logis

Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Keluarga Nilai Alasan Polisi Tidak Logis

Liputan6.com, Jakarta – Harapan keluarga almarhum Arya Daru untuk memperoleh kejelasan atas kematian yang menimpa anggota keluarga mereka kembali diuji.

Pada 7 Januari 2026, Meta Puspitari, istri almarhum, menerima Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP2 Lidik) dari Polda Metro Jaya.

Surat tersebut menyatakan bahwa penyelidikan kasus kematian Arya Daru dihentikan karena belum ditemukan unsur tindak pidana.

Namun, fakta lain justru mencuat. Berdasarkan keterangan tim penasihat hukum keluarga, penetapan penghentian penyelidikan diketahui telah dilakukan jauh sebelumnya, yakni pada 12 Desember 2025.

Selisih waktu hampir satu bulan antara penetapan dan pemberitahuan itu dinilai janggal dan menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi proses hukum.

Ketua Tim Hukum Keluarga Almarhum Arya Daru Pangayunan (ADP), Nicolay Aprilindo, menyampaikan keberatan keras atas alasan penghentian perkara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan melalui sebuah video yang dibagikan kepada publik. Dalam video tersebut, Nicolay menilai frasa ‘belum ditemukan peristiwa pidana’ justru secara hukum mengandung makna bahwa kemungkinan adanya tindak pidana masih terbuka.

“Secara logika hukum, jika disebut belum ditemukan peristiwa pidana, maka seharusnya penyelidikan diperkuat, bukan malah dihentikan. Ini kontradiktif dan tidak logis,” ujar Nicolay dalam video tersebut.

Selain persoalan substansi, keluarga juga menyoroti aspek administratif dalam penanganan perkara. Hingga kini, pihak keluarga mengaku tidak pernah menerima surat penetapan penghentian penyelidikan secara resmi, melainkan hanya surat pemberitahuan. Kondisi ini dinilai sebagai persoalan administratif yang berpotensi berdampak pada hak keluarga korban.

 

Petugas gabungan kembali menggelar olah TKP kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kemenlu yang ditemukan tewas dengan wajah tertutup lakban di kamar kostnya.