Liputan6.com, Bandung – Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Hasan Sadikin Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) menyebutkan pada bulan Oktober 2025 merupakan puncak pasien yang terpapar influenza H3A2 subklade K lebih populer disebut super flu.
Menurut Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Reemerging (Pinere) RSUP Hasan Sadikin Kota Bandung, dr. Yovita Hartantri, SpPD(K)PTI, berdasarkan data hasil pemeriksaan sampel surveilans khusus pasien dengan gejala influenza yang dikirimkan ke Kementerian Kesehatan RI, paparan influenza H3A2 subklade K dimulai sejak Agustus 2025.
“Kejadian dari Influenza khususnya influenza A itu meningkat dari mulai bulan Agustus itu ada peningkatan. Jadi temen-temen di awal tahun 2025 meningkat, dan Agustus, September, Oktober puncaknya, tapi November sudah menurun,” ujar Yovita dalam keterangannya ditulis Bandung, Sabtu (10/1/2025).
Yovita mengatakan data tersebut merupakan hasil pemeriksaan seluruh sampel pemeriksaan pasien yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, Jakarta.
Tak hanya RSUP Hasan Sadikin, hal serupa pula dilakukan rumah sakit yang bertanggung jawab langsung ke Kementerian Kesehatan.
“Semua sampel yang kami kerjakan baik juga di rumah sakit lain di seluruh Indonesia, termasuk rumah sakit vertikal dilakukan pemeriksaan diminta sequencing. Dan itulah kami baru dapat data di Januari 2026 ini,” kata Yovita.
Dia merinci hasil akhir pada 2 Januari 2026 ada 10 kasus yang dinyatakan influenza H3A2 subklade K. Seluruh pasien 10 ini memang sudah dirawat di RSUP Hasan Sadikin yaitu di bulan Oktober 2025 ada 8 kasus, dan November 2025 ada 2 kasus.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan super flu varian K atau H3N2 subclade baru yang merebak di sejumlah negara. Di Indonesia tercatat 62 kasus, masyarakat diminta waspada namun tidak panik.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3191445/original/003195900_1595837123-IMG-20200723-WA0020.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)