Bapanas perkuat UMKM singkong di Bogor lewat bantuan alat produksi

Bapanas perkuat UMKM singkong di Bogor lewat bantuan alat produksi

Jakarta (ANTARA) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) singkong di Bogor, Jawa Barat melalui bantuan alat produksi, guna mendukung peningkatan kapasitas olahan, efisiensi usaha, kualitas produk, sehingga berdaya saing.

Andi, pelaku UMKM pengolahan singkong di Kabupaten Bogor, sebagaimana keterangan Bapanas di Jakarta, Sabtu mengungkapkan sebelum menerima alat produksi dari Bapanas, proses produksi masih dilakukan secara tradisional dengan keterbatasan kualitas dan risiko kontaminasi.

“Dulu pengolahan masih manual dan sangat bergantung pada cara tradisional. Sekarang, dengan alat ini (bantuan dari Bapanas), prosesnya lebih higienis dan kualitas produk lebih stabil,” kata Andi saat menerima kunjungan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto di Bogor.

Menurut Andi, bantuan alat tersebut membuka peluang baru bagi usahanya sehingga dapat dikembangkan dengan berbagai variasi produk turunan singkong. Selain tepung tapioka, singkong dapat diolah menjadi produk lain seperti mocaf yang memiliki pasar lebih luas.

Bantuan alat yang diberikan antara lain, mesin parut, drum peniris/pengering dengan konveyer, drum pencuci, goblek ayakan, alat pengering (heat exchanger), serta bak penampung.

“Ke depan, produk berbasis singkong ini bisa masuk ke pasar yang lebih besar, termasuk kita juga usahakan dorong untuk kebutuhan program MBG (Makan Bergizi Gratis),” ucap Andi.

Andi meyakini bantuan alat dari Bapanas itu tidak hanya sebagai alat produksi, namun menjadi spirit untuk mengembangkan potensi pangan lokal.

“Kami optimistis, dengan dukungan ini, produksi bisa segera berjalan dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Andi.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.