Daya Beli Melemah, Industri Hotel dan Restoran Bandung Barat Tertekan Sepanjang 2025
Tim Redaksi
BANDUNG BARAT, KOMPAS.com
– Sepanjang 2025, industri perhotelan dan restoran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berada dalam tekanan berat.
Pelemahan daya beli masyarakat yang beriringan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah membuat tingkat hunian hotel dan aktivitas restoran belum menunjukkan pemulihan signifikan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (
PHRI
)
Bandung Barat
, Eko Supriatno, mengatakan kondisi usaha sepanjang 2025 berjalan tidak ideal.
Penurunan kemampuan belanja masyarakat langsung berimbas pada kinerja
sektor pariwisata
.
“Sepanjang 2025 kondisi usaha hotel dan restoran memang tidak ideal. Daya beli masyarakat menurun, ditambah lagi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah,” ujar Eko saat dikonfirmasi.
Menurut Eko, tekanan paling terasa datang dari berkurangnya kegiatan MICE (
Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition
) yang selama ini menjadi penopang utama okupansi hotel di Bandung Barat.
Pembatasan perjalanan dinas serta kegiatan instansi pemerintah membuat segmen tersebut ikut melemah.
Situasi tersebut menyebabkan banyak hotel harus mengandalkan pasar wisatawan individu, yang jumlahnya belum mampu menutup penurunan dari sektor pemerintahan dan korporasi.
Meski demikian, geliat positif sempat muncul pada momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Data PHRI Bandung Barat mencatat, rata-rata tingkat hunian hotel selama periode tersebut mencapai 74 persen dari total 12 hotel yang terdata.
Capaian itu dinilai lebih baik dibandingkan periode libur Nataru tahun sebelumnya. Peningkatan okupansi mulai terasa sejak libur Natal, dengan keterisian kamar berada di kisaran 66 persen, lalu terus naik hingga setelah pergantian tahun.
“Pasca Tahun Baru 2026, okupansi hotel di Bandung Barat mencapai sekitar 74 persen. Tahun lalu angkanya belum menyentuh 70 persen. Ini menunjukkan ada perbaikan pergerakan wisatawan,” kata Eko.
Ke depan, Eko berharap tren positif di awal 2026 dapat berlanjut dan tidak bersifat musiman. Ia juga mendorong adanya kebijakan pemerintah yang lebih adaptif dan berpihak pada pemulihan sektor pariwisata.
“Harapannya tahun ini ada penyegaran kebijakan yang mampu menggairahkan industri perhotelan. Daya beli masyarakat juga semoga bisa kembali tumbuh,” pungkasnya.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Daya Beli Melemah, Industri Hotel dan Restoran Bandung Barat Tertekan Sepanjang 2025 Regional 9 Januari 2026
/data/photo/2026/01/01/69566a3c95d49.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)