Latihan Akrobatik Anak di Gang Sempit Penjaringan, Dokter Ungkap Manfaat dan Risikonya
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Setiap sore, sebuah gang sempit di RT 07 RW 08, Penjaringan, Jakarta Utara, berubah menjadi arena latihan akrobatik bagi anak-anak berusia lima hingga 15 tahun.
Tanpa matras dan fasilitas memadai, mereka berlatih berbagai gerakan ekstrem di bawah bimbingan seorang pelatih profesional.
Pelatih itu adalah
Yoga Ardian
(35), warga setempat yang sudah tiga tahun terakhir mendirikan komunitas akrobatik bernama Indosalto.
Melalui komunitas ini, Yoga melatih anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya secara gratis
encouraging
mereka menekuni akrobatik secara serius.
Latihan rutin tersebut bahkan membuahkan hasil. Dari tujuh anak yang aktif berlatih, satu di antaranya telah menjadi atlet dan berhasil menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kick Boxing 2025.
Capaian ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas tidak selalu menjadi penghalang bagi anak-anak untuk berkembang dan berprestasi.
Pria yang akrab disapa Kak Yow itu menyadari, keterbatasan tempat latihan menjadi tantangan utama dalam membina anak-anak. Ruang terbuka yang layak untuk berlatih berada cukup jauh dari rumah dan sulit dijangkau anak-anak.
“Jadi, kalau ke taman mereka butuh ongkos, dan agak susah karena masih anak-anak takutnya nyebrangnya susah juga karena takut kena mobil atau motor,” kata Yoga saat diwawancarai
Kompas.com
di kediamannya, Kamis (8/1/2026).
Yoga juga mengaku pernah mencoba meminjam kantor RW setempat sebagai lokasi latihan, namun tidak mendapatkan izin. Kondisi ini membuat gang sempit di lingkungan rumahnya menjadi satu-satunya alternatif.
“Kalau harapan saya sih ruang terbuka masih kurang di Jakarta, sebenarnya sih ada pos-pos RW, kecamatan sebenarnya bisa digunakan untuk teman-teman bermain, anak-anak bermain, tapi enggak bisa,” jelas Yoga.
Meski dilakukan dengan fasilitas terbatas, Yoga menilai latihan akrobatik memberikan banyak manfaat bagi anak-anak, baik secara fisik maupun mental.
“Kalau manfaat untuk tubuh ketahuan lah ini kan olahraga ya semua bagian dapat, selain melatih kelenturan, fleksibilitas, yang paling penting itu disiplin,” tutur dia.
Latihan ini juga membentuk kekuatan otot anak-anak, termasuk otot perut yang terlihat kekar meski usia mereka masih belia.
Selain melatih fisik, Yoga turut mengarahkan pola makan anak-anak agar tetap sehat dan seimbang.
Murid-muridnya sudah memahami jenis makanan yang baik dikonsumsi dan menghindari asupan tinggi gula.
Dokter spesialis anak, Vicka Farah Diba menilai aktivitas akrobatik yang dilakukan anak-anak di Penjaringan merupakan kegiatan yang positif jika dilakukan dengan benar.
“Secara prinsip, aktivitas fisik seperti akrobatik dapat menjadi kegiatan positif yang membantu anak melatih kekuatan, kelincahan, dan disiplin,” ungkap Vicka saat dihubungi
Kompas.com
, Kamis.
Ia menjelaskan, anak usia lima hingga enam tahun sudah bisa diperkenalkan dengan gerakan akrobatik dasar seperti keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi.
Sedangkan teknik akrobatik yang lebih kompleks, seperti salto,
handstand
, atau gerakan-gerakan yang memberikan tekanan besar pada sendi lebih ideal mulai diperkenalkan sejak usia delapan hingga 10 tahun saat kontrol motorik dan kekuatan otot sudah lebih matang.
Latihan akrobatik memberikan manfaat ganda bagi anak-anak. Secara fisik, olahraga ini dapat meningkatkan kekuatan otot dan tulang, fleksibilitas, keseimbangan, serta kebugaran tubuh.
“Manfaat fisik di antaranya, meningkatkan kekuatan otot dan tulang, memperbaiki fleksibilitas dan keseimbangan tubuh, serta meningkatkan kebugaran,” ungkap dr. Vicka.
Sementara dari sisi psikologis, akrobatik membantu meningkatkan kepercayaan diri, disiplin, fokus, regulasi emosi, serta kesehatan mental dan fungsi kognitif anak.
Vicka mengatakan, apabila dilakukan secara benar dan aman, maka akrobatik dapat menjadi aktivitas yang memperkaya perkembangan anak baik secara fisik dan mental.
Vicka menilai, terbentuknya otot perut atau
six pac
k pada anak menandakan kekuatan otot yang baik. Namun, hal tersebut tidak boleh dihasilkan dari latihan berlebihan atau paksaan.
Latihan dengan intensitas yang tidak sesuai usia berisiko mengganggu keseimbangan hormon, cadangan lemak esensial, hingga siklus menstruasi pada anak perempuan di masa pubertas.
Selain itu, latihan yang tidak aman juga berpotensi menimbulkan cedera sendi, tulang belakang, kelelahan ekstrem, tekanan mental, hingga gangguan pertumbuhan.
Vicka menegaskan, akrobatik akan lebih aman jika dilakukan dengan pengawasan profesional, tempat latihan yang memadai, serta perlengkapan keselamatan yang lengkap.
Tanpa adanya perlengkapan yang kumplit, berlatih akrobatik di gang sempit merupakan hal yang sangat berisiko untuk anak-anak.
“Namun, berlatih di gang sempit tanpa perlengkapan keselamatan meningkatkan risiko cidera seperti keseleo, patah tulang, cidera kepala, dan gangguan tulang belakang,” ucap dia.
Ia berharap pemerintah dapat hadir mendukung bakat anak-anak dengan menyediakan ruang latihan komunitas yang aman, perlengkapan keselamatan dasar, serta pembinaan dan pelatihan standar keselamatan bagi pelatih lokal.
“Ruang latihan komunitas yang aman, peralatan keselamatan dasar,” kata dia.
Di sisi lain, pemerintah juga bisa melakukan pembinaan agar anak-anak yang sudah menekuni akrobatik di gang sempit Penjaringan bisa semakin terasah bakatnya.
Selain itu, pemerintah juga bisa memberikan pelatihan standar keselamatan untuk para pelatih lokal yang melakukan kegiatan serupa.
Meski latihan dilakukan gratis dan diawasi pelatih profesional, Vicka mengingatkan peran orangtua tetap krusial.
Orangtua disarankan hadir langsung untuk memastikan keamanan latihan, memantau kondisi fisik anak, membatasi intensitas latihan, serta menjaga asupan nutrisi.
Dengan hadir langsung, orangtua juga bisa memantau tanda-tanda cidera atau kelelahan pada anak. Lalu, juga bisa membatasi intensitas latihan agar tidak berlebihan, sebab orangtua lah yang paling paham kondisi anak.
Selain itu, orangtua juga perlu memastikan bahwa anak mendapatkan nutrisi yang baik, sehingga seimbang dengan latihan yang dilakukan.
Kemudian, orangtua juga wajib menjalin komunikasi yang baik dengan pelatih agar tahu perkembangan kemampuan anak yang selama ini sudah melakukan latihan.
“Tujuannya adalah agar akrobatik menjadi kegiatan yang aman, sehat, dan menyenangkan untuk anak,” jelas Vicka.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Latihan Akrobatik Anak di Gang Sempit Penjaringan, Dokter Ungkap Manfaat dan Risikonya Megapolitan 9 Januari 2026
/data/photo/2026/01/09/69605ca2a7687.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)