BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun Regional 9 Januari 2026

BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        9 Januari 2026

BI Catat Peredaran Uang di Solo Selama Desember 2025 Capai Rp 1,04 Triliun
Tim Redaksi
SOLO, KOMPAS.com
– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo mencatat peredaran uang kartal di masyarakat mencapai Rp 1,04 triliun sepanjang Desember 2025.
Jumlah tersebut mengalami penurunan 26,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), yang tercatat sebesar Rp 1,42 triliun pada Desember 2024.
Deputi Kepala Perwakilan
Bank Indonesia Solo
, Pramudya Wicaksana, menjelaskan bahwa penarikan uang kartal dari bank ke Bank Indonesia (outflow) pada Desember 2025 sebesar Rp 1,04 triliun.
“Penarikan uang kartal bank ke BI (outflow) pada bulan Desember 2025 tercatat sebesar Rp 1,04 triliun, atau menurun 26,5 persen (yoy) dibandingkan Desember 2024 sebesar Rp 1,42 triliun,” kata Pramudya kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/1/2026).
Pramudya juga mengungkapkan bahwa penyetoran uang dari masyarakat ke BI (inflow) mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Penyetoran uang ke BI tercatat sebesar Rp 758 miliar, atau turun 17 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 913 miliar,” tambah dia.
Pramudya menguraikan beberapa faktor yang menyebabkan
peredaran uang kartal
di masyarakat pada Desember 2025 mengalami penurunan.
Salah satu faktor utamanya adalah perilaku masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja dan meningkatkan simpanan sebagai langkah antisipatif (motif berjaga-jaga) dalam merespons dinamika serta ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan.
“Perilaku masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja, dengan kecenderungan meningkatkan simpanan sebagai langkah antisipatif (motif berjaga-jaga) dalam merespons dinamika dan ketidakpastian kondisi ekonomi ke depan,” kata dia.
Selain itu, beberapa perbankan kini telah memiliki pusat pengolahan uang secara mandiri.
“Sehingga pemenuhan kebutuhan likuiditas kartal dapat dilakukan dengan memaksimalkan kapasitas internal, tanpa harus secara intensif melakukan setoran maupun penarikan ke Bank Indonesia,” ujar dia.
Faktor lainnya adalah relatif terbatasnya aktivitas proyek pemerintah berskala besar di wilayah Kota Solo, yang berdampak pada moderasi aktivitas ekonomi dan perputaran uang kartal di masyarakat.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.