Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menilai Jembatan Antar Kampung (JAK) di RT 009/RW 03 Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, sebagai upaya meningkatkan infrastruktur wilayah.
“Kami berharap warga dapat bersama-sama menjaga jembatan ini agar dapat terus berfungsi dengan baik demi keselamatan bersama,” kata Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.
Mukhlisin mengatakan, jembatan ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur wilayah.
Diharapkan jembatan ini juga mampu meningkatkan mobilitas warga di lingkungan sekitar dan memberikan dampak positif dalam mendukung aktivitas sosial serta ekonomi warga.
“Jembatan Antar Kampung di Tegal Parang ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan lingkungan yang tertata, aman dan nyaman,” katanya.
Pembangunan JAK Tegal Parang merupakan salah satu usulan prioritas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2023.
Proses konstruksi jembatan berlangsung sejak Juli hingga November 2025 dan pembangunannya menggunakan anggaran Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun Anggaran 2025.
Di tahun 2026, Ditjen Bina Marga menargetkan pembangunan jalan 157 kilometer (km), pembangunan jembatan 2.188 meter, pengerjaan jalan tol 27, 23 km, pembangunan underpass/terowongan sepanjang 150 meter.
Kemudian, penguatan konektivitas dan kapasitas jalan 1.571 km serta pekerjaan penggantian jembatan atau duplikasi 91.648 meter dan 2.138 meter.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
