Pegawai Kantor Love Scamming di Sleman Digaji Rp 3,5 Juta, Bonus Bisa Capai Rp 5 Juta Yogyakarta 8 Januari 2026

Pegawai Kantor Love Scamming di Sleman Digaji Rp 3,5 Juta, Bonus Bisa Capai Rp 5 Juta
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        8 Januari 2026

Pegawai Kantor Love Scamming di Sleman Digaji Rp 3,5 Juta, Bonus Bisa Capai Rp 5 Juta
Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
– Kantor PT Altairs Trans Service, yang merupakan operator
Love Scamming
di Sleman, Yogyakarta digerebek polisi beberapa waktu lalu.
Perusahaan ini diketahui mempekerjakan sekitar 200 orang. Mereka mendapatkan gaji sekitar Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 3,5 juta dan
bonus
yang bisa mencapai hingga Rp 5 juta.
Kasatreskrim Polresta
Yogyakarta
Kompol Rizky Adrian mengatakan, kantor ini sudah beroperasi sejak tahun lalu.
Para pegawai mendapatkan gaji pokok sekitar Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 3,5 juta.
Selain itu, juga ada bonus sesuai dengan performa masing-masing karyawan dengan nominal antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.
“Gaji pokok sekitar Rp2.500.000 sampai Rp3.500.000, kalau bonus dilihat dari
performance
itu Rp1.000.000 sampai Rp5.000.000,” ujarnya.
Rizky menjelaskan, PT Altair Trans Service juga memiliki cabang di Lampung dan melakukan modus
love scamming
dengan cara yang sama.
“Ada di Lampung, kita juga sudah berkomunikasi dengan Polda Lampung untuk melakukan penindakan lebih lanjut,” ujar, Rabu (7/1/2026).
Rizky menyampaikan kantor operator
love scamming
di Sleman, memiliki karyawan kurang lebih 200 orang.
Sementara kantor cabang yang berada di Lampung juga memiliki karyawan ratusan. “Hampir sama (jumlah pegawai),” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sindikat ini meraup keuntungan hingga Rp 10 miliar per shift setiap bulan dengan modus mendekati konsumen dari luar negeri, kemudian meminta pembayaran melalui koin di
aplikasi kencan
daring. 
Kompol Rizky Adrian, menjelaskan setiap shift disebut mampu mengumpulkan hingga 2 juta koin per bulan, di mana setiap 16 koin dihargai lima dollar AS. 
“Secara kalkulasi per shift itu dapat Rp 10 miliar lebih satu bulannya. Sedangkan dalam pekerjaannya mereka dibagi menjadi 3 shift,” ujarnya, Rabu (7/1/2026). 
Rizky menjelaskan, sindikat menggunakan aplikasi kloningan asal China bernama WOW, sementara PT Altair Trans Service berperan sebagai penyedia karyawan untuk menjalankan praktik tersebut.
Perusahaan ini juga bertugas mencari konsumen melalui aplikasi kencan daring.
Setiap karyawan mendekati pengguna dari Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris, kemudian mengirim konten pornografi. 
Setiap kali konsumen membuka konten tersebut, mereka diwajibkan membayar menggunakan koin dalam aplikasi. 
“Baik video atau foto porno sudah disiapkan perusahaan, sudah ada di setiap hp dan laptop yang disediakan. Bahkan, kita coba buka aplikasi WOW di situ sudah disiapkan tapi terbatas, lalu perusahaan dari Indonesia menambahkan secara manual,” jelas Rizky. 
“Konten yang disebar download dari internet,” tambahnya.
Kini, polisi telah mengamankan enam tersangka. Mereka adalah inisial R 35, sebagai CEO.
Kemudian, inisial H sebagai HRD, inisial P selaku project manager, inisial V sebagai tim leader, inisial G yang berperan sebagai tim leader, dan M berperan sebagai project manager.
Sindikat juga melibatkan
Warga Negara Asing
(WNA) asal China.
Polresta Yogyakarta telah mengantongi identitas mereka dan menghubungi Hubinter untuk komunikasi dengan Interpol.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.