Liputan6.com, Sitaro – Tim Basarnas Sulut kembali menemukan satu korban banjir bandang dalam kondisi meninggal dunia. Korban atas nama Claiton Tatambihe, bocah tiga tahun yang dilaporkan hilang saat kejadian banjir bandang menerjang Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro). Usai penemuan itu, jumlah tewas banjir bandang Sitaro bertambah jadi 17 orang.
“Korban ditemukan di rumahnya,” kata Humas Basarnas Sulawesi Utara (Sulut) Nuriadin Gumeleng, Rabu (7/1/2026).
Setelah ditemukan korban hilang Claiton Tatambihe sekitar pukul 13.34 Wita, lanjut dia, tim SAR gabungan masih mencari dua korban hilang lainnya atas nama Adris Pianaung dan Leon Pianaung, keduanya merupakan warga Kampung Bahu.
Proses pencarian dan evakuasi, ikut dibantu aparat TNI-Polri, pihak terkait lainnya, serta masyarakat.
Sebelumnya pada Senin (5/1) pukul 02.45 Wita beberapa kampung/desa di Pulau Siau diterjang banjir bandang akibat hujan dengan intensitas lebat selama kurang lebih lima jam tanpa henti.
Banjir bandang menerjang beberapa kampung/desa yang menyebabkan 16 warga meninggal, korban luka-luka, serta rumah rusak dan hilang.
Adapun permukiman terdampak bencana antara lain di Kelurahan Bahu, Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, Kampung Salili.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sitaro, TNI, Polri, Basarnas, para pihak terkait, dan masyarakat bahu-membahu, memulihkan daerah permukiman warga yang terdampak banjir bandang tersebut.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465682/original/085123500_1767773592-banjir_bandang_sitaro.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)