Antisipasi Super Flu, Bandara Bali Pasang Alat Pemindai Suhu Tubuh
Tim Redaksi
DENPASAR, KOMPAS.com
– Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, mulai menerapkan pengecekan suhu tubuh bagi para penumpang internasional.
Langkah tersebut sebagai gerbang awal untuk mengantisipasi penyebaran virus influenza A (H3N2) subklad K atau
super flu
.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Balai Besar Karantina Kesehatan Denpasar (BBKK Denpasar) telah menyiapkan sejumlah langkah kesiapsiagaan di lingkungan bandara.
Salah satu di antaranya, memasang alat
thermal scanner
atau pemindai suhu tubuh di terminal kedatangan internasional.
“BBKK Denpasar juga telah menyiagakan petugas untuk melakukan pemantauan terhadap penumpang dengan menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh,” kata dia dalam keterangan tertulis pada Rabu (7/1/2026).
Ia mengatakan, alat
thermal scanner
merupakan alat yang pernah digunakan untuk mendeteksi virus corana pada masa pandemi Covid-19 lalu.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan ruang pemeriksaan kesehatan bagi para penumpang yang terdeteksi mengalami super flu.
“Termometer atau termogan yang kami siapkan pada masa pandemi lalu bisa kami gunakan dan kami
standby
-kan kembali sejak saat ini. Semua beroperasi dalam keadaan baik,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya berkoordinasi dan menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan dan pihak terkait untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.
“Saat ini kami antisipasi, kami siap dengan perawatan dan personel tetap waspada. Seluruh langkah ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab dalam menjaga kesehatan dan keamanan seluruh pengguna jasa bandara,” katanya.
Dilansir dari
Kompas.com
, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 62 kasus super flu di Indonesia hingga Desember 2025.
Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Pakar Imunologi Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi Kedokteran FK Unair, dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, dr., M.Si, menjelaskan bahwa virus influenza, khususnya tipe A, memiliki sifat yang sangat dinamis.
Kemampuan virus ini dalam melakukan
reassortment
atau penyusunan ulang materi genetik memungkinkan munculnya varian baru yang berpotensi meningkatkan tingkat penularan maupun keparahan penyakit.
“Virus influenza, khususnya tipe A sangat dinamis. Kemampuannya melakukan reassortment atau penyusunan ulang genetik inilah yang memicu munculnya varian-varian baru yang berpotensi menimbulkan gejala lebih berat bagi individu yang tidak memiliki kekebalan,” kata dr. Agung di Surabaya, Rabu (7/1/20206) dikutip dari
Antara
.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Antisipasi Super Flu, Bandara Bali Pasang Alat Pemindai Suhu Tubuh Denpasar 7 Januari 2026
/data/photo/2026/01/07/695e21f275dec.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)