TPS Pasar Induk Kramat Jati Menggunung, Warga Resah Bau dan Banyak Lalat
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
–
Tumpukan sampah
setinggi sekitar enam meter di Tempat Penampungan Sementara (TPS)
Pasar Induk Kramat Jati
, Jakarta Timur, memicu keluhan warga sekitar.
Selain
bau menyengat
, keberadaan sampah yang menggunung itu membuat
lalat berdatangan
hingga ke permukiman warga.
Syahrul (50), warga yang tinggal di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, mengatakan kondisi tersebut semakin terasa terutama saat musim buah.
Menurut dia, lalat paling banyak berkumpul di area depan rumahnya yang berbatasan langsung dengan kawasan pasar.
“Sudah lama lah, sudah bukan lama lagi, sudah tahuna, tapi hampir ada sebulan terakhir lah yang tinggi,” ungkap Syahrul.
Syahrul menjelaskan, persoalan tumpukan sampah di pasar tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dan sangat meresahkan warga.
“Sangat mengganggu, sangat mengganggu, apalagi anak-anak kecil kan. Bau menyengat begini kan sampah ya, tahu sendiri sampah apa aja ini kan,” tuturnya.
Meski terganggu, Syahrul menyebutkan, warga sekitar sejauh ini enggan menyampaikan protes secara resmi, baik kepada pengelola Pasar Induk Kramat Jati maupun kepada Dinas Lingkungan Hidup.
“Ya kalau untuk masalah protes cuma merasakan-merasakan aja, enggak ada yang berani ngomong gitu aja. Enggak ada yang berani demo, enggak ada yang berani cuma hanya parah sendiri-sendiri aja ngomong begini, entar cerita begini begini begini gitu,” tuturnya.
Sebelumnya, tumpukan sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati dikeluhkan warga pada Rabu (7/1/2026). Sampah yang berada di TPS pasar tersebut menimbulkan bau busuk menyengat hingga mencemari lingkungan sekitar.
Berdasarkan pemantauan
Kompas.com
di lokasi, sampah terlihat menggunung di area TPS Pasar Induk Kramat Jati. Tingginya diperkirakan mencapai lebih dari enam meter, bahkan melampaui tinggi truk pengangkut sampah yang melintas di kawasan pasar.
Selain bau tak sedap, kondisi jalan di sekitar TPS juga tampak becek. Air bercampur sisa-sisa sampah mengalir dan menggenangi badan jalan, membuat lingkungan pasar terlihat kumuh serta licin.
Di lokasi, terlihat satu truk sampah berukuran besar serta sebuah alat berat yang tengah melakukan pengangkutan. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk mengatasi volume sampah yang terus bertambah setiap harinya.
Penelusuran
Kompas.com
di area luar pasar yang berbatasan langsung dengan TPS juga menemukan kondisi yang tak kalah memprihatinkan. Sebuah tembok pembatas di bagian belakang TPS tampak jebol, diduga akibat tekanan tumpukan sampah yang telah melebihi kapasitas.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah bagian tembok dan tiang runtuh dan masuk ke dalam saluran air yang berada tepat di belakang TPS.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
TPS Pasar Induk Kramat Jati Menggunung, Warga Resah Bau dan Banyak Lalat Megapolitan 7 Januari 2026
/data/photo/2026/01/07/695dfa82adde7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)