Penumpang Minta Dibuatkan Halte di Sawangan untuk Tunggu Bus Transjakarta Megapolitan 6 Januari 2026

Penumpang Minta Dibuatkan Halte di Sawangan untuk Tunggu Bus Transjakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Januari 2026

Penumpang Minta Dibuatkan Halte di Sawangan untuk Tunggu Bus Transjakarta
Tim Redaksi
DEPOK, KOMPAS.com
– Sejumlah penumpang meminta dibuatkan halte Transjakarta Sawangan-Lebak Bulus, terutama di titik dekat pintu Tol Desari, Kota Depok.
Penumpang asal Sawangan Permai bernama Safinah (26) menganggap halte tersebut sangat dibutuhkan mengingat banyaknya jumlah penumpang Transjakarta dari Sawangan.
Sebab, lonjakan penumpang mengakibatkan antrean mengular di tepi jalan. Menurut Safinah, hal itu seharusnya tidak selamanya dibiarkan.
“Mungkin bisa dibuat seperti halte biasanya yang bisa untuk singgah para penumpang nunggu biar enggak kehujanan atau kepanasan,” ujar Safinah di lokasi, Selasa (6/1/2026).
Setiap pagi, ia harus mengantre dan menunggu sekitar 10-15 menit sebelum bisa menaiki Transjakarta.
Namun, ia harus menunggu sambil kepanasan atau kehujanan. Safinah seolah harus menjadi peramal cuaca agar tidak salah langkah.
“Pokoknya di tas selalu bawa payung sama kipas. Kalau memang lagi musim hujan, aku suka bawa sendal terpisah,” ungkap Safinah.
Senada, warga lain bernama Andira juga menginginkan halte kecil di dekat Tol Desari.
Hal itu berdasar pada kondisi titik pemberhentian yang berada di tikungan pintu tol demi mengoptimalkan keselamatan penumpang.
“Kalau mengantre bus jadi tergantung cuaca. Pas panas ya kepanasan, kalau musim hujan juga suka was-was kehujanan,” ujar Andira.
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
di lokasi, antrean ini mulanya hanya kurang dari lima orang sebelum akhirnya terus memanjang hingga 10-12 meter dalam kurun waktu 10 menit.
Para calon penumpang yang tiba di titik bus stop kebanyakan baru turun dari ojek online, diantar keluarga dengan motor atau mobil.
Bbeberapa lainnya turun dari angkot 03 warna biru untuk arah Margonda.
Mayoritas calon penumpang yang mengantre menggunakan jaket, masker, dan lengkap dengan lanyard perusahaan tempatnya bekerja.
Meski tak ada pemberitahuan, penumpang yang baru tiba di lokasi otomatis melangkah ke antrean paling belakang.
Beberapa dari mereka tak ragu untuk memberikan ruang antrean di depannya ke penumpang yang dianggapnya tiba lebih awal.
Di kala menunggu, terik matahari seolah menembus kulit. Di balik masker yang menutupi raut wajah, terlihat bulir keringat dari pelipis atau depan daun telinga sebagian penumpang.
Tak jarang penumpang yang antre sesekali mencuri kesempatan berteduh sejenak di bawah kanopi milik pos polisi lalu lintas Polres Metro Depok.
Bahkan, beberapa lainnya sudah antisipasi membawa kipas tangan
portable
untuk memberikan angin sejuk ke wajah.
Selang 10 menit menunggu, satu unit bus Transjakarta tiba dan berhenti tepat di depan antrean penumpang.
Seorang petugas Transjakarta langsung mengarahkan mereka masuk ke pintu bus paling depan untuk
tap in.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.