Politisi PKS Maman Suherman Minta Pelaku Pembunuhan Anaknya Dihukum Seberat-beratnya Regional 6 Januari 2026

Politisi PKS Maman Suherman Minta Pelaku Pembunuhan Anaknya Dihukum Seberat-beratnya
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        6 Januari 2026

Politisi PKS Maman Suherman Minta Pelaku Pembunuhan Anaknya Dihukum Seberat-beratnya
Tim Redaksi

CILEGON, KOMPAS.com
– Maman Suherman, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus ayah dari MAHM (9), korban pembunuhan berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
Sebelumnya, MAHM (9) dihabisi oleh tersangka berinisial HA (31) di Perumahan BBS III, Ciwaduk, Kota
Cilegon
, Banten.
Tempat kejadian perkara tersebut merupakan rumah korban.
Maman pun berharap agar pelaku dijatuhi
hukuman berat
sesuai ketentuan yang berlaku.
“Seberat-beratnya hukumannya, sesuai dengan KUHP yang diterapkan saja. Ketika itu memang harus hukuman mati, laksanakan hukuman mati,” kata Maman kepada wartawan di Cilegon, Selasa (6/1/2026).
“Kalau hukuman seumur hidup, hukuman seumur hidup,” sambung Maman.
Maman akan menyerahkan
proses hukum
terhadap tersangka HA (31) kepada pihak penegak hukum.
Ia juga tidak akan mengintervensi pihak kepolisian.
“Kita tidak bisa mengintervensi mengenai hal ketentuan hukum,” ujar dia.
Maman merasa kehilangan anak kesayangannya. Apalagi, sang anak meninggal dengan tragis di dalam kamar.
Maman mengatakan, anaknya ditemukan meninggal di depan lemari, dengan posisi agak telungkup di lantai.
Tempat itu, kata Maman, biasanya dipakai anaknya untuk shalat.
“Saya lihat (MAHM) di depan lemari tempat dia shalat. Di situ tempat dia shalat. Di situlah dia juga dalam keadaan berbaring agak tertelungkup sedikit,” ujar dia.
Maman mengatakan, pihak kepolisian akan melakukan
rekonstruksi
.
Sehingga akan terungkap detik-detik tersangka melakukan aksi pencurian dan pembunuhan di dalam rumahnya pada 16 Desember 2025 lalu.
Maman pun mempercayai hasil dari uji laboratorium forensik Mabes Polri yang menyatakan masih ada darah putra bungsunya di pisau yang diamankan dari tersangka.
“Selama hasilnya otentik, kita bisa menerima,” tandas dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.