Jakarta (ANTARA) – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan kesiapan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Jakarta Raya menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Luar biasa, kesiapsiagaan PLN untuk mendukung kelancaran pengendara mobil listrik selama masa libur Natal dan Tahun Baru mendatang,” kata General Manager PT PLN UID Jakarta Raya, Mochamad Andy Adchaminoerdin di Rest Area KM 10.6 Jagorawi, Cibubur, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis.
Kesiapan ini ditinjau langsung oleh Andy melalui serangkaian pengecekan di sejumlah titik strategis.
Andy mengatakan, pengecekan dilakukan tidak hanya di rumah ibadah, tetapi juga di “rest area” yang menjadi titik penting pergerakan kendaraan listrik selama periode libur panjang.
“Dalam rangka persiapan Natal dan Tahun Baru, selain di gereja pada titik SPKLU, hari ini saya juga ada di ‘rest area’,” ujar Andy.
Di lokasi tersebut, Andy melihat langsung aktivitas pengisian daya kendaraan listrik yang cukup tinggi.
“Kita lihat bersama banyak mobil yang melakukan pengisian daya. Alhamdulillah, saya juga sempat berbincang dengan salah satu pelanggan. Ini luar biasa, kesiapsiagaan PLN untuk mendukung kelancaran pengendara mobil listrik,” katanya.
Saat ini, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya telah menyiapkan total 370 titik lokasi SPKLU dengan 676 unit SPKLU yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Raya.
Dengan jumlah tersebut, Andy menegaskan, masyarakat pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir saat melakukan perjalanan, termasuk pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Jumlah ini sangat banyak. Jadi masyarakat pengguna mobil listrik tidak usah khawatir,” katanya.
Pengendara mobil listrik dipersilakan menggunakan aplikasi PLN Mobile. “Di dalamnya ada fitur kendaraan listrik (electrifying vehicle) untuk mengetahui lokasi SPKLU terdekat,” ujar Andy.
Selain PLN Mobile, pengendara juga dapat memanfaatkan fitur Trip Planner yang memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam merencanakan perjalanan.
Melalui aplikasi tersebut, pengemudi dapat mengetahui titik SPKLU terdekat sepanjang rute perjalanan, menunjukkan status okupansi SPKLU (kosong/isi) dan estimasi jarak pengisian.
“Di jalan, pengemudi bisa melihat SPKLU terdekat dalam perjalanannya. InsyaAllah PLN mendukung penuh kelancaran mobilitas kendaraan listrik ini,” tegas Andy.
PLN juga telah melakukan pengecekan SPKLU secara menyeluruh yang dimulai dari Lampung hingga Jawa Timur, termasuk Surabaya.
Tim PLN memastikan seluruh SPKLU di “rest area” berfungsi dengan baik dan siap digunakan oleh masyarakat.
Untuk SPKLU di lokasi pengecekan di Rest Area KM 10.6 Jagorawi kali ini, Andy menjelaskan tersedia enam unit mesin dengan 12 slot pengisian daya.
Daya yang disediakan pun beragam, mulai dari 60 kilowatt (kW), 120 kW hingga Ultra Fast Charging 200 kW.
“Semakin besar dayanya, maka semakin cepat proses pengisian. Tentunya juga harus disesuaikan dengan kemampuan baterai masing-masing kendaraan,” katanya.
Andy mencontohkan salah satu kendaraan listrik yang melakukan pengisian daya menggunakan “charger” 60 kW.
Menurut pengakuan pengguna, proses pengisian hingga penuh tidak memakan waktu hingga 30 menit. Sementara jika menggunakan Ultra Fast Charging 200 kW, waktu pengisian dapat dipangkas menjadi sekitar 10 hingga 15 menit.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, PLN menargetkan perjalanan libur akhir tahun 2025-2026 berjalan lancar bagi seluruh pengguna kendaraan listrik.
PLN juga menyiagakan petugas teknis di berbagai lokasi SPKLU agar pelayanan pengisian daya tetap optimal selama masa puncak mobilitas masyarakat.
Untuk tarif pengisian, PLN memberlakukan harga sebesar Rp2.466 per kilowatt hour (kWh) untuk penggunaan umum.
Tarif tersebut disesuaikan dengan kapasitas “charger” dan kemampuan baterai masing-masing kendaraan.
PT PLN menghadirkan dua SPKLU Center pertama di Jakarta sebagai komitmen mendukung transisi energi bersih 2026.
Dua SPKLU Center tersebut berlokasi di Rest Area KM 10.6 Jagorawi dan Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Gambir, Jakarta Pusat.
SPKLU Center di Jagorawi dibangun melalui kemitraan antara PLN dan High Volt Technologi (HVT) dengan total enam unit charger berkapasitas Ultra Fast Charging 2×60 kW, 2×120 kW dan 2×200 kW.
Fasilitas ini beroperasi 24 jam dengan area istirahat yang nyaman bagi pengemudi kendaraan listrik serta dilengkapi berbagai layanan penunjang.
Sementara SPKLU Center di Kantor PLN UID Jakarta Raya, Gambir, dilengkapi tujuh unit “charger” dengan komposisi Fast Charging (2×22 kW, 2×43 kW) dan Ultra Fast Charging (2×50 kW, 1×62,5 kW, 2×200 kW).
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
